Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Home » , » DKI “bocor” Rp 1,54 triliun, Jokowi malah ejek Prabowo

DKI “bocor” Rp 1,54 triliun, Jokowi malah ejek Prabowo

Written By Guru GO on 03 Juli 2014 | 05.45

Capres nomor urut 2 Joko Widodo rupanya mabuk sanjungan selama kampanye keliling Indonesia. Bahkan, Jokowi menyindir dan mengejek rivalnya Prabowo Subianto terkait kata-kata “bocor” di setiap acara debat.
Seperti di depan ratusan warga transmigrasi Kampung Jawa, di Terminal Wijoyo, Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (23/06/2014) kemarin.
“Tadi malam nonton ndak debatnya? Bagus ndak? Setiap debat isinya bocor terus. Memangnya pompa air?” cetus Jokowi disambut tawa warga.
Jokowi dan tim sukses pasangan Jokowi-JK terkesan meremehkan kata-kata “bocor” yang selalu didengung-dengungkan Prabowo dalam berbagai kesempatan. Sindiran Jokowi juga mengisyaratkan bahwa kebocoran yang dilansir Prabowo seolah-olah tidak ada.
Tapi FAKTA BERBICARA! Laporan keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2013 menyebut telah terjadi potensi kerugian negara alias bocor, karena tidak tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Jokowi yang terlalu asyik menyindir Prabowo lupa, bahwa DKI Jakarta yang ia klaim sukses memimpin dan dibangga-banggakan, ternyata masuk dalam kategori “bocor” yang dimaksud oleh Prabowo.
Bahkan, jumlahnya tak main-main, Rp 1,54 triliun. Bahkan, BPK RI memberikan status Wajar Dengan Pengecualian (WDP) kepada pengelolaan keuangan DKI Jakarta.
Karena itu, M Sanusi, anggota DPRD DKI Jakarta, mendesak Jokowi untuk meletakkan jabatan Gubernur DKI Jakarta, disebabkan Jokowi terbukti telah gagal membawa DKI Jakarta menjadi lebih baik.
Bahkan, di HUT DKI Jakarta ke-487 kemarin, BPK menghadiahi kado pahit berupa laporan BPK atas APBD DKI 2013 menunjukkan ada 86 proyek yang ganjil sehingga berpotensi merugikan daerah dengan nilai total Rp 1,54 triliun.
Temuan itu terdiri atas temuan berindikasi kerugian daerah Rp85,36 miliar, potensi kerugian daerah Rp 1,33 triliun, kekurangan penerimaan daerah Rp95,01 miliar, dan 3E (tidak efektif, efisien, dan ekonomis) alias pemborosan Rp 23,13 miliar.
Share this post :

Poskan Komentar

Anda merasa mendapatkan KEBAIKAN dari postingan ini? SILAHKAN BERKOMENTAR secara santun, bijak, dan tidak menghakimi. TERIMAKASIH telah sudi meninggalkan komentar di sini. Semoga hidup Anda bermakna. amin...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger