Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

MUSYWIL III JSIT JATENG DIBUKA OLEH GANJAR PRANOWO

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (guruGO.blogspot.com)
Musyawarah Wilayah (Musywil) III Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Jawa Tengah hari ini (23/11/13) resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Musywil yang berlangsung di Grand Wahid Hotel Salatiga ini dilaksanakan selama dua hari yakni 23-24 Nopember 2013. Agenda pendukung Musywil diantaranya Seminar Parenting dengan pembicara Cahyadi Takariawan, Seminar Kurikulum 2013, Lomba Menulis Siswa SD, Lomba Poster Siswa SMP dan SMA, dan Lomba Menulis Bagi Guru di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT).

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo mengharapkan bahwa agenda musywil yang mengambil tema "Pengokohan JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia" ini hendaknya benar-benar dijalankan dengan serius mengingat bahwa generasi masa depan berada di tangan para guru. "Kalau pemimpin saat ini rusak, maka para guru harus menyiapkan pemimpin-pemimpin baru yang betul-betul berkarakter," tandas Ganjar.

Selain Ganjar Pranowo, tampil memberikan sambutan yakni Muhammad Haris, Wakil Walikota Salatiga dan Sigit Cahyantoro, Ketua JSIT Jateng. Acara Musywil ini diikuti oleh 200-an peserta se-propinsi Jawa Tengah yang merupakan para kepala sekolah di lingkungan SIT. Adapun agenda inti musywil ini adalah selain merumuskan konsep SIT yang lebih baik, juga menerima LPJ dari pengurus lama dan memilih pengurus JSIT Jateng yang baru untuk masa khidmat 2013-2017. 

Trik Erdogan Memperjuangkan Jilbab di Turki

republika.co.id
Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyib Erdogan atau lebih tepatnya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) membutuhkan waktu hingga 10 tahun guna mengubah undang-undang yang melarang jilbab masuk ke institusi negara.
Dalam rentang 10 tahun itu istri sang PM dan sang presiden (Emine Erdogan dan Hayrunnisa Gul) terpaksa tidak bisa mendampingi suami mereka di rumah dinas dan istana negara. Karena alasan jilbab pula, PM Erdogan kemudian menyekolahkan kedua anak perempuannya ke Amerika Serikat dan Bosnia.
Bulan lalu, PM Erdogan mengumumkan paket reformasi yang telah disetujui parlemen. Paket reformasi itu mencakup antara lain pencabutan undang-undang yang melarang penggunaan jilbab di berbagai institusi pemerintah/negara.
Sebelumnya, larangan berjilbab di kampus-kampus, termasuk di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri, juga telah dicabut. Dengan begitu, para pegawai negeri perempuan kini bebas mengenakan busana Muslimah dan laki-laki boleh memelihara jenggot. Namun, larangan memakai jilbab dan berjenggot masih tetap berlaku untuk tentara, polisi, hakim, dan jaksa.
Paket reformasi yang mencabut undang-undang larangan berbusana Muslimah di institusi pemerintah/negara ini merupakan lompatan besar dan merupakan beberhasilan partai pemerintah, Partai AKP pimpinan Erdogan. Sepuluh tahun lalu, atau tepatnya pada 2002, ketika AKP memenangkan pemilu dan mengantarkan Erdogan menjadi PM Turki, partai berhaluan Islam ini berjanji akan mencabut larangan mengenakan busana Muslimah ini di semua institusi pemerintah.
Namun, untuk merealisasikan janji itu ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di Turki, meskipun 98 persen penduduknya beragama Islam, masalah jilbab atau hijab bukan hanya urusan beragama masing-masing individu. Jilbab sudah menjadi simbol politik.
Simbol bagi kalangan sekuler dan juga simbol bagi mereka yang peduli dengan agama Islam. Bagi partai-partai sekuler, larangan berjilbab di institusi-institusi pemerintah merupakan realisasi dan perwujudan dari Republik Turki modern yang didirikan oleh Mustafa Kamal Ataturk sejak 90 tahun lalu.
Turki modern yang dimaksud adalah dengan tetap menjaga dan memelihara kesekuleran negara. Yaitu dengan menghilangkan atau melarang simbol-simbol agama masuk dalam institusi-institusi pemerintah/negara. Termasuk larangan mengenakan atribut agama, terutama jilbab, di institusi-institusi negara tadi. Dengan kata lain, memperbolehkan atribut agama masuk di institusi pemerintah/negara berarti telah menghilangkan ciri dan status dari sekularisme Republik Turki modern.
Di lain pihak, kalangan Islam di Turki menyatakan bahwa sekuler yang benar justru memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada setiap individu untuk melaksanakan ajaran agamanya masing-masing, antara lain mengenakan busana Muslim/Muslimah. Apalagi, umat Islam di Turki merupakan mayoritas. Karena itulah, kalangan Islam, terutama partai politiknya, terus berusaha memperjuangkan Islam, termasuk mengenakan atribut-atribut keagamaan.
Yang pertama memperjuangkan jilbab adalah Najmuddin Erbakan ketika menjadi PM Turki pada 1996. Namun, lantaran terlalu menonjolkan agenda Islam, ia akhirnya dikudeta oleh militer (1997) yang saat itu mepakan benteng dan penjaga sekularisme Turki. Bahkan, seorang anggota parlemen perempuan dari Partai Refah (Partai Kesejahteraan) pimpinan Erbakan, Marwah Qawaqiji, yang berhasil memasuki gedung parlemen dengan berjilbab, dipaksa keluar oleh para anggota parlemen lainnya dari partai kiri sekuler.
Belajar dari kasus Erbakan, Erdogan kemudian menggunakan trik lain ketika menjadi PM. Pertama, ia tidak pernah menonjolkan simbol-simbol keagamaan dalam memperjuangkan penerapan Islam, terutama yang menyangkut jilbab. Alasan yang ia kemukakan adalah hak asasi manusia (HAM). Dengan mengangkat HAM, menjadi tidak ada alasan bagi kalangan sekuler untuk menentangnya.
Apalagi, ketika meluncurkan paket reformasi, terutama yang terkait dengan jilbab, Erdogan menegaskan langkahnya itu sebagai bagian dari upaya memperkuat Turki mengajukan diri sebagai anggota penuh Uni Eropa. Yang terakhir ini juga merupakan keinginan kalangan sekuler selama bertahun-tahun namun terkendala lantaran banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintahan sekuler sebelumnya.
Kedua, ia harus membuktikan bahwa partainya ketika berkuasa mampu menyejahterakan rakyat dan meningkatkan ekonomi Turki. Hal inilah yang kemudian dibuktikan AKP selama 10 tahun berkuasa. Sebagai misal, pendapatan per kapita yang 10 tahun lalu hanya 3.000 dolar AS, kini–dalam masa 10 tahun pemerintahan Erdogan–sudah mencapai 14 ribu dolar.
Pertumbuhan ekonomi Turki rata-rata di atas enam persen/tahun. Bandingkan dengan negara-negara Eropa yang kini ekonominya terpuruk. Bahkan, Turki yang sepuluh tahun lalu dijuluki oleh Barat sebagai negara sakit, kini sudah menjadi kekuatan ekonomi ketujuh di Eropa.
Angka pengangguran juga sangat rendah. Begitu juga dengan korupsi. Selama menjadi PM, Erdogan memang sangat keras terhadap tindak korupsi dan pencucian uang negara. Apalagi, bila pelakunya adalah orang-orang dari partainya.
Dengan tingkat ekonomi dan kesejahteraan yang membaik, hal itu tentu tidak hanya dinikmati para pendukung AKP, tapi juga seluruh rakyat Turki, termasuk oleh kalangan oposisi dari kelompok sekuler dan liberal. Tak mengherankan bila kemudian Partai AKP dalam 10 tahun terakhir selalu menang dalam tiga kali pemilu. Perolehan suaranya pun selalu meningkat dari pemilu ke pemilu berikutnya.
Dengan kondisi demikian, Erdogan tidak terlalu sulit untuk meluncurkan berbagai paket reformasi. Termasuk, pencabutan larangan penggunaan jilbab di institusi-institusi negara.
Ikhwanul Kiram Mashuri
Sumbera: fimadani.com

Belajar Adab dari Imam Ibnu Rusyd

azubair.com
Orang yang menekuni bidang studi syariah, atau lebih spesifik lagi, ia menekuni bidang fiqih perbandingan madzhab, pastilah ia mengenal kitab Bidayah Al-Mujtahida wa Nihayah Al-Muqtashid [بداية المجتهد ونهاية المقتصد] karangan Imam Imam Ibnu Rusyd Al-Qurthubi Al-Andalusi (595 H).
Bahkan bukan hanya tahu ada kitab itu, akan tetapi ia mempelajarinya dan membukanya lembar per-lembar, halaman per-halaman dan membacanya. Sepertinya itu sebuah hal yang pasti bagi para pelajar atau mahasiswa syariah, khususnya bida studi fiqih perbandingan madzhab.
Karena memang kitab Imam Ibnu Rusyd, walaupun beliau bermadzhab Fiqih Maliki, beliau tidak hanya menyediakan pendapat-pendapatnya sebagai bagian dari punggawa ulama-ulama Malikiyah, akan tetapi beliau uraikan semua pendapar madzhab, dari Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyyah, Zohiriyah, Zaidiyah, dan Hanabilah. Bahwa pendapat-pendapat para madzhab fiqih sahabat serta Tabi’in pun dimuat dalam kitabnya ini, seperti sayyidah ‘Aisyah, sahabat Ibn Mas’ud, sahabat Ibnu Umar, sahabat Ibn Abbas. Kalau dari kalangan Tabi’in ada Hammad bin Abi Sulaiman, Ibrahim Al-Nakho’i dan yang lainnya.
Jadi setiap kali beliau memulai penjabaran masalah, beliau juga mengurai pendapat masing-masing madzhab. Kemudian beliau menarik benang merah perbedaan antara madzhab-madzhab tersebut, “Apa sih yang membuat mereka berbeda pendapat?”, sehingga orang yang mempelajarinta tahu sumber masalah, kamudian barulah beliau mengurai dalil masing-masing madzhab.
Dan kalau ada orang yang mengaku mempelajari fiqih, dan menekuninya, aneh kalau ia tidak mengenal dan tidak mempelajari kitab ini. Karena bagaimanapun, kitab ini dipelajari dan menjadi muqorror resmi semua fakultas syariah di sejagad raya ini. Apapun negaranya, kalau itu fakultas syariah studi Fiqih, pastilah kitab ini yang dipakai.
Faidah
Dengan kitab ini, sejatinya orang mempelajarinya paham dan mengerti dan mendapat setidaknya 4 faidah:
• Pendapat masing-masing madzhab
• Benang merah perbedaan
• Dan dalil masing-masing madzhab
• Wijhat Nadzor (sudut pandang) seorang faqih (ahli fiqih) dalam menyimpulkan hukum dari sebuah teks syariah
Dan memang 4 poin ini yang menjadi bekal utama seorang ahli fiqih, baik mereka yang mau berijtihad atau juga mereka yang sudah dalam taraf mujtahid.
Semua itu yang memang jelas akan didapatkan oleh seorang pembelajar kitab Imam Ibnu Rusyd ini. Tapi ada satu poin lagi yang Imam Ibnu Rusyd ajarkan dalam kitabnya, namun sayang banyak yang tidak menyadari. Dan –Alhamdulillah¬- penulis punya guru yang memapu menyadarkan poin itu untuk kami.
Beradab Adabnya Ulama
Yaitu poin Adab yang selalu Imam Ibnu Rusyd gambarkan dalam setiap baris tulisan yang beliau tulis dalam kitabnya; Adab beliau sebagai ulama yang banyak orang mengambil ilmu darinya, dan adab beliau sebagai pembelajar juga penuntut ilmu yang mengambil ilmu dari ulama-ulama yang telah mendahuluinya.
Bidayatul-Mujtahid adalah kitab yang mengurai semua pendapat fiqih dari Imam dan madzhab-madzhab fiqih yang masyhur, tapi sepanjang telaah penulis yang minim ini, penulis tidak pernah mendapati Imam Ibnu Rusyd mendeskreditkan pendapat ulama lain atau madzhab lain yang bersebrangan dengan madzhab beliau; Maliki.
Tidak pernah sekalipun Imam Ibnu Rusyd menyindir dan mencela pendapat madzhab lain yang itu bersebrangan dengan pendapat beliau. Dengan fair dan bijak beliau urai semua, beliau juga jelaskan kenapa fulan mengambil kesimpulan seperti itu dan beliau tidak menutupi.
Tidak [Pernah] Men-Tarjih
Dan di akhir pembahasan, tak sekalipun beliau melakukan Tarjih (proses pengunggulan) pendapat antar pendapat yang lain. Justru beliau malah membiarkan masalah begitu saja tanpa mengatakan bahwa yang satu lebih benar dari yang satu. Lihat bagaimana adab beliau kepada para ulama. Tak pernah menghina, tak pernah mencela.
Beliau sadar, beliau bukan satu-satunya ulama, beliau sadar besarnya jasa dan usaha ulama yang mendahuluinya dalam upaya mencerdsakan umat. Dan beliau sadar, beginilah fiqih yang tidak lepas dari perbedaan pendapat.
Satu-satunya masalah yang ia tarjih ialah masalah nabidz, yaitu perasan buah atau sejenisnya selain kurma dan anggur, yang kemudian menjadi barang yang memabukkan. Dalam masalah ini, jumhur ulama mengatakan itu tetap haram baik sedikit atau banyak, akan tetapi madzhab Hanafi tidak melihat itu sebagai keharaman kecuali jika itu memabukkan. Di sini Imam Ibnu Rusyd melakukan proses “pembelaan” untuk madzhabnya Malikiyah. Hanya masalah ini saja dari sekian ribu masalah yang ada dalam kitab beliau!
Lihat bagaimana adab seorang ulama besar seperti Imam Ibnu Rusyd, punya ilmu mumpuni akan tetapi tak sekalipun mendeskriditkan ulama lain. Tidak merasa benar, tidak meresa paling mengikuti Nabi saw.
Takut Ghibah
Tak bisa kita pungkiri bahwa dalam masalah fiqih, ada saja pendapat yang memang terkesan nyeleneh dan tidak masuk akal, bahkan tak berdasarkan dalil atau bahkan berdasar hawa nanafsu saja. Akan tetapi Imam Ibnu Rusyd tetap saja menaruh dan menulis pendapat tersebut.
Tapi lihat bagaimana adabnya Imam Ibnu Rusyd! Setiap kali beliau menuliskan pendapat, beliau sandingkan pendapat itu kepada si empunya pendapat; Syafiiyah kah, Hanafiyah kah atau Zohiriyah kah. Tapi ketika ada pendapat yang nyelenah, beliau menyebutkan itu tapi tidak beliau sandingkan kepada si empunya qoul, beliau hanya mengatakan [قال به قوم] Qoola bihi Qoum (Ini pendapatnya salah satu kaum), atau [ذهبت إليه طائفة] Dzahabat Ilaih Thoifah (ini pendapat salah satu kelompok).
Beliau tidak sandingkan si empunya qoul, karena beliau sadar, ini pendapat yang kurang masuk akal dan agak jauh dari dalil,, kalau disebutkan juga si empunya, baliu takut jatuh pada dosa Ghibah.
Beliau seperti ini, tidak lain karena memang mengikuti apa yang telah dicontohkan oleh Imam-imam Madzhab sebelumnya, yang memang tak sekalipun menghina atau mencela ijtihad ulama lain. Semua saling menghargai dan saling menutupi aib, bukan malah menghamburnya agar diketahui oleh orang lain.
Tapi kita lihat sekarang justru kebalikannya, banyak orang yang mengaku pelajar syariah, tapi justru malah saling menghina dan lempar hujatan. Ketika menuliskan sebuah masalah hukum syariah pun tidak jahu beda. Mereka menganggap bahwa hanya pendapat dia yang benar dan yang lain salah, dan tidak boleh mengikuti selain pendapat dia. Kemudian habis-habisan mneghujat pendapat orang lain dengan menuduhnya sebagai orang yang tidak mengerti sunnah.
Lalu dimana adab seorang penuntut ilmu? Bukankah ulama salaf kita; Imam Abu Hanifah (150 H), Imam Malik bin Anas (179 H), Imam Syafi’i bin Idris (204 H), dan juga Imam Ahmad bin Hanbal (241 H) tidak pernah mengajari menghina dan mencemooh pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapatnya?
Lalu yang biasa menghina dan meresa benar sendiri, belajar dari mana? Wallahu A’lam
Zarkasih Ahmad, S.Sy.
Sumber: fimadani.com

Australia Sudah Memata-matai Indonesia Sejak Tahun 1954

Perdana Menteri Australia Tony Abbott © parentingideas



Aktivitas spionase Indonesia terhadap Australia bukan hal baru. Hal itu diungkapkan oleh pengamat pertahanan Australia Philip Dorling dalam analisisnya di harian Australia The Sydney Morning Herald, 18 November 2013.
“Australia telah memata-matai Jakarta sejak lama. Kedutaan Australia di Jakarta adalah pos Badan Intelijen Australia yang pertama di luar negeri. Pos itu didirikan pada tahun 1954, dan Australia selalu menempatkan Indonesia pada prioritas utamanya,” kata Dorling.
Buku harian yang tak dipublikasikan milik salah satu Duta Besar Australia untuk RI, Sir Walter Crocker, menunjukkan bahwa Badan Intelijen Australia (Defence Signals Directorate) secara rutin memecah sandi rahasia diplomatik Indonesia sejak pertengahan tahun 1950.
Pada tahun 1960-an, Badan Intelijen Inggris (GCHQ) bahkan membantu DSD “membongkar” mesin sandi rahasia Hagelin buatan Swedia yang dipakai Kedutaan Indonesia di Canberra, Australia.
Tahun 1970, fasilitas radio DSD di Shaol Bay di luar Darwin, Australia, memantau komunikasi militer Indonesia. Dari hasil penyadapan itu, Australia memperoleh peringatan dini mengenai niat Indonesia menginvasi Timor Timur.
Tahun 1999, laporan rahasia DSD mengenai Indonesia dan Timor Timur bocor. Laporan itu menunjukkan intelijen Australia masih mempunyai akses luas terhadap komunikasi militer Indonesia, bahkan rakyat sipil di negeri itu. Oleh sebab itu pembakaran ibu kota Timor Timur, Dili, oleh tentara Indonesia pada September 1999 tidak lagi mengejutkan intelijen Australia.
Dorling mengatakan, setiap Perdana Menteri Australia sejak Robert Menzies telah sepenuhnya diberitahu mengetahui luas cakupan penetrasi DSD terhadap wilayah diplomatik Indonesia, militer RI, serta komunikasi sipil di negeri itu yang terus meningkat. Menzies menjabat sebagai PM Australia pada periode 1949-1966.
Hubungan Indonesia dan Australia berada di masa keemasan saat Paul Keating menjadi Perdana Menteri Australia. Keating mengambil langkah diplomatik jitu dengan mendekati langsung Presiden Soeharto yang saat itu berkuasa. Dengan kedekatan personal antara keduanya, Keating tahu betul arah pemikiran Soeharto atas diplomasi regional RI.
Ada alasan lain kenapa PM Keating mampu menjaga hubungan baik dengan Soeharto. Ia membagi informasi yang didapat intelijen Australia mengenai Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Ketika itu, DSD berhasil menyadap ruang kabinet Malaysia.
Aktivitas pengintaian yang dilakukan DSD terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya, dan sejumlah pejabat tinggi RI, menurut Dorling dilakukan untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai pandangan politik dan hubungan personal SBY. Semua itu diperlukan oleh analis intelijen dan pembuat kebijakan Australia.
Operasi penyadapan yang dilakukan Australia terhadap Indonesia dilakukan dari fasilitas rahasia mereka yang berlokasi di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dan merupakan bagian dari program intelijen ‘Lima Mata’ yang lebih luas dengan kode ‘STATEROOM.’ Kolaborasi intelijen ‘Lima Mata’ mencakup Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Kanada, dan Australia.
Operasi intelijen itu disebut bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai ancaman teroris. Namun mantan agen intelijen Australia mengatakan kepada media Australia, Fairfax, bahwa fokus penyadapan itu sesungguhnya menyasar data intelijen di bidang politik, diplomatik, dan ekonomi.
“Pertumbuhan pesat jaringan telepon seluler adalah berkah besar, dan elite politik di Jakarta amat cerewet. Mereka bahkan tetap mengoceh meski curiga disadap oleh intelijen mereka sendiri,” kata mantan agen intelijen Australia itu.
Pada akhirnya meskipun terbongkarnya spionase Australia terhadap Indonesia menyebabkan rasa malu yang teramat besar bagi Negeri Kanguru, Dorling menyimpulkan Australia tak akan berhenti melakukan aksi spionase.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan pemerintah manapun di dunia punya tugas utama melindungi negaranya dan mengedepankan kepentingan nasional. “Setiap pemerintah mengumpulkan informasi, dan mereka (Indonesia) pun tahu bahwa pemerintah negara lain melakukan hal serupa,” ujar Abbott.
Sebagai perdana menteri, Abbott harus memastikan keselamatan setiap warganya. “Itu sebabnya kami mengumpulkan informasi intelijen,” ujarnya. Namun Abbott menjamin informasi yang diperoleh Badan Intelijen Australia tak akan digunakan untuk hal buruk.
Apapun, Presiden SBY terlanjur murka. “Tindakan (penyadapan oleh) Amerika Serikat dan Australia jelas telah merusak kemitraan strategis dengan Indonesia sebagai sesama negara penganut sistem demokrasi. Indonesia menuntut Australia memberikan jawaban resmi yang dapat dipahami publik terkait isu penyadapan terhadap Indonesia,” kata SBY. Demikian dikutip dari laman VIVAnews.
Sumber: fimadani.com

Pelaku ‘Jihad Seks’ Sesungguhnya adalah Wanita Syi’ah

voa-islam.com
Tidak hanya terjadi kasus pemberitaan di Tunisia mengenai “jihad seks”, ternyata juga terjadi di Bahrain. Bahrain adalah negara yang mayoritasnya adalah warga Syi’ah namun dipimpin oleh penguasa Sunni. Saat ini, kelompok Syi’ah berusaha menjatuhkan kekuasaan Sunni untuk menggantinya dengan penguasa Syi’ah melalui dukungan Iran.
Para wanita Syi’ah menyemangati para pemberontak Bahrain dengan menggelar  diri di salah satu jalan di Bahrain. Mereka membuat pengumuman:
Kami umumkan: Telah didirikan kemah-kemah di Bundaran Lu’lu’ah untuk nikah sesaat(mut’ah), demi mengangkat semangat para pemuda ‘mujahid’ yang berjuang menjatuhkan pemerintah (Bahrain) yang zhalim, dan mempercepat keluarnya Imam Mahdi (‘Alaihis salam). Maka kami harapkan dari akhwat Zainabiyyat mukminat, agar sudi kiranya mempersembahkan kanikmatan yang dianugrahkan Allah pada tubuh mereka.
Tidak itu saja, ditemukan beberapa wanita Iraq yang tewas karena hamil setelah melakukan praktik nikah mut’ah dalam rangka membela Basyar Al Assad.
Haqnews.net, menulis, “Para wanita tersebut dihamili atas nama mut’ah. Pada awalnya mereka datang untuk “membela” Sayyidah Zainab dan menamakan gerakan mereka dengan Jihad Al Muqaddas. Namun mereka kaget setelah tahu bahwa keberadaan mereka di sana bukan untuk membantu pertahanan, tapi untuk nikah mut’ah dengan para tentara Syiah yang berasal dari Irak yang mem-back-up Basyar Al Assad dan juga tentara Syiah yang lainnya.”
Milisi Syiah mempromosikan apa yang disebutnya sebagai “perang suci” di Suriah, dengan dukungan dan perlindungan dari pemerintah Syiah Iraq Nuri Maliki dan organisasi keamanan. Inilah yang menjadi penyebab terjadinya masalah keamanan dan sosial dalam wilayah Syiah yang besar di Irak.
Hal ini sejalan dengan fatwa ulama Syiah Iraq, Muqtadha Ash Shadr yang ditanya oleh seorang wanita bernama Azhar Hasan al-Farthusi:
Kami adalah sekumpulan kaum Mukminat Zainabiyat para penolong Jaisy al-Imam al-Mahdi. Kami ingin bertanya kepada Anda wahai yang mulia Hujjatul Islam wal Muslimin, Muqtada Ash-Shadr, bahwa sekumpulan lelaki dari pasukan Jaisyul Imam mengundang kami untuk menghadiri acara mut’ah berjamaah di salah satu husainiyah (tempat beribadah kaum Syiah).  Mereka mengatakan bahwa pahala mut’ah secara berjamaah lebih banyak 70 kali dari mut’ah sendiri-sendiri. Namun kami telah bertanya kepada salah satu perwakilan Syeikh Muhammad al-Ya’qubi tentang mut’ah berjamaah, beliau menolak segala hal yang berkaitan dengan mut’ah jenis ini dan beliau mengatakan bahwa hal itu termasuk bid’ah. Maka apakah boleh kami mut’ah secara berjamaah? Sebagai untuk diketahui bahwa mut’ah ini hanya berlangsung beberapa jam saja (kurang dari semalam). Tujuan dari acara ini adalah meredam gejolak syahwat pasukan Jaisyul Imam dimana mereka tidak sanggup menikah karena sibuknya mereka berperang dengan para nawashib (ahlus sunnah -penerj). Dan uang sewa mut’ahnya dipergunakan kembali untuk membeli perlengkapan berupa senjata untuk pasukan Jaisyul Imam. Mohon berikan jawaban Anda kepada kami. Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.
Muqtadha Ash Shadr menjawab pertanyaan itu dengan berfatwa,
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi membawa keberkahan dalam ajaran kita. Para Nawashib (Ahlus Sunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.
Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.
Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.
Selain itu, kami mengharapkan saudari Zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.

Sumber: fimadani.com

Inilah Cara Panglima TNI Hindari Penyadapan

Jenderal Moeldoko © VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
Aksi penyadapan yang dilakukan Badan Intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat lainnya, terbongkar.
Tak ingin menjadi korban aksi spionase, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko punya kiat menghindari aksi penyadapan negara lain.
“Dalam konteks intelijen dalam domain saya, kita sedang menyiapkan enkripsi. Hanya dengan enkripsi itulah kebocoran bisa diatasi,” kata Moeldoko saat membuka Musyarawah Nasional Perkumpulan Masyarakat dan Pengusaha Indonesia Tionghoa, di Pecatu, Bali, Kamis 21 September 2013 seperti dilansir VIVAnews.
Enkripsi adalah proses mengubah pesan, data atau informasi, agar informasi itu tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Enkripsi adalah bagian dari ilmu yang disebut kriptografi. Kriptografi sendiri merupakan sebuah ilmu yang mempelajari teknik membuat sebuah pesan atau infromasi tidak dapat dibaca orang yang tak berhak.
Menurut Moeldoko, jika alat komunikasi dienkripsi, maka akan menghindari kebocoran informasi. “Alat komunikasi kita harus dienkripsi agar tidak bocor,” katanya.
Kedua, kata Moeldoko, adalah memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi, mulai 5 Oktober 2014, alutsista Indonesia akan menjadi sangat canggih. Sehingga, harus ditopang dengan SDM yang hebat.
“Kemampuan, mental dan moralnya kita perkuat,” kata Panglima TNI.
Menurut dia, dalam konteks hubungan internasional, ada hal yang sensitif dari aksi penyadapan itu yang tidak tepat dilakukan. Kata dia, sangat tidak pantas ketika Presiden SBY berkomunikasi secara pribadi dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono juga ikut disadap.
“Apa hubungannya Presiden berhubungan dengan Ibu terus disadap. Itu hal-hal sensitif dalam konteks hubungan internasional,” tegas Moeldoko.
Kendati begitu, ia melanjutkan, aksi sadap menyadap dalam hubungan militer dapat saja dikatakan wajar. Katanya, wajar apabila aksi penyadapan itu dilakukan tanpa diketahui oleh siapapun.
“Tidak wajar kalau ketahuan,” ucapnya sembari tertawa.
Sumber: fimadani.com

Subhanallah, Siswa MAN Penjual Gorengan Ini Raih Juara Olimpiade Sains

Muhammad Rizal, Siswa MAN Cipasung
Seorang siswa kelas XII MAN Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Rizal (17), menjadi juara kedua olimpiade sains pelajar tingkat nasional yang digelar di Malang, Jawa Timur, awal November 2013. Di sekolahnya, Rizal tercatat sebagai murid yang tak mampu. Bahkan untuk menutupi biaya kebutuhan sehari-hari, ia menjadi penjual gorengan di sekolah tersebut.
“Kalau saya lagi tak punya bekal untuk sekolah saya biasa berpuasa. Saya paling punya keuntungan sekitar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 dari hasil berdagang di sekolah,” jelas Rizal kepada sejumlah wartawan saat ditemui di sekolahnya, Senin (11/11/2013) seperti diberitakankompas.
Setiap harinya, Rizal berangkat ke sekolah menggunakan sepeda yang diberikan para guru. Pasalnya, sebelum memiliki sepeda, ia biasa berjalan kaki dengan jarak puluhan kilometer dari rumah ke sekolahnya.
“Sebelum saya punya sepeda yang diberikan ini, saya biasa berjalan kaki ke sekolah,” ungkap Rizal.
Kondisi itu tak mengurungkan niat Rizal untuk terus menuntut ilmu. Dia hampir tidak bisa melanjutkan sekolah setelah lulus SMP akibat tak memiliki biaya. Namun, ada seorang teman anak dari salah satu gurunya yang berbaik hati dengan memberikan bantuan biaya sekolah.
“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Delis yang telah membantu saya sampai akhirnya saya bisa melanjutkan sekolah,” kata dia.
Prestasi yang ditorehkan Rizal mendapatkan perhatian dari pihak sekolah tersebut. Wakil Kepala MAN Cipasung Dedi Sukardina mengatakan, pihak sekolah merasa bangga memiliki siswa seperti Rizal. Meskipun terkendala ekonomi, tetapi mampu belajar optimal dan meraih prestasi.
“Perjalanan Rizal cukup panjang sebelum jadi juara nasional. Rizal harus bersaing di tingkat daerah dan provinsi, sampai akhirnya menjadi juara nasional,” kata Dedi.
Dedi berharap pemerintah bisa memberikan perhatian khusus kepada Rizal, yang telah berprestasi tetapi memiliki kendala keterbatasan ekonomi. “Saya harap ada perhatian khusus bagi Rizal dari pemerintahan setelah mendapatkan prestasi setinggi ini,” harapnya.

Mesir, Alangkah Lucunya Negeri Ini

Kairo. Seorang jurnalis Mesir, Muhammad Jamal Arafah, menulis sebuah artikel di situs rassd.com, tentang beberapa hal yang sangat aneh, hanya terjadi di Mesir dan tidak terjadi di manapun di tempat lain.
-          Polisi dan militer membunuhi demonstran di Jalan Muhammad Mahmud. Lucunya, polisi dan militer juga yang memperingati gugurnya para korban itu dan menyebut mereka sebagai pahlawan.
-          Para demonstran yang benci Islam dan Ikhwanul Muslimin mengatakan bahwa Ikhwan diam saja ketika puluhan dari mereka menjadi korban pembantaian di Muhammad Mahmud. Lucunya, mereka juga yang diam seribu bahasa ketika ribuan Ikhwanul Muslimin dibantai di Rabiah, bahkan ada 7 peristiwa pembantaian yang dialami Ikhwan.
-          Pemerintah tidak menyebutkan jumlah dan nama-nama orang yang menjadi korban pembantaian di Rabiah dan lainnya. Lucunya, pemerintah mengumumkan jumlah dan nama-nama polisi yang meninggal, padahal sangat mungkin polisi itu juga mereka yang membunuhnya karena membangkang perintah membantai.
-          Pemerintah mengumumkan jumlah korban meninggal dalam Revolusi Januari 2011 (900 orang), di masa Dewan Militer (215 orang), dan di masa Presiden Mursi (154 orang). Lucunya, sampai sekarang tidak diumumkan jumlah korban di Rabiah yang diperkirakan mencapai ribuan orang.
-          Wartawan aliran kiri yang menjadi korban meninggal dalam peliputan demonstrasi boleh dipasang gambarnya di jalanan. Lucunya, wartawan dari kalangan aktivis Islam tidak boleh. Orang yang melakukannya diancam penjara.
-          Departemen pendidikan memberikan penghargaan kepada seorang siswa hanya karena dia mempunyai kreasi simbol dengan angkat 3. Lucunya, ketika ada puluhan bahkan ratusan siswa yang menunjukkan simbol 4 (R4BIA), mereka harus ditahan berhari-hari bersama kriminalis di penjara. Alasannya mereka sudah berpolitik. Apakah menunjukkan simbol 3 bukan berpolitik?
-          Kementerian pemuda dan olah raga memberikan hadiah dan penghormatan kepada pemain-pemain biasa, bahkan berbuat curang (seperti pemain angkat besi). Lucunya, kementerian yang sama juga yang menjatuhkan hukuman kepara para pemain olah raga yang mengharumkan Mesir dengan menyumbangkan medali emas (kung fu, sepak bola, dan lainnya)
-          Pemerintah menangkapi para profesor dan ahli dalam kedokteran, teknologi, wartawan, dan lainnya. Lucunya, pemerintah malah mengundang dan menghormati para artis dalam acara-acara mereka. Menyertakan banyak artis porno untuk mengamandemen konstitusi.
-          Polisi membebaskan seorang artis yang tertangkap sedang mabuk berat di jalanan padahal sudah masuk waktu “jam malam” hanya karena dia bersama laki-laki hidung belang berasal dari negara yang mendukung kudeta. Lucunya, polisi akan langsung menangkapi dokter, ulama, dan lainnya yang ada di jalanan di “jam malam” saat mereka menuntut keadilan.
-          Pengadilan membebaskan mantan Husni Mubarak dan kroninya yang terlibat dalam pembunuhan demonstran dan kerusakanan ekonomi Mesir. Lucunya, pengadilan yang sama menjatuhkan vonis penjara 17 tahun kepada beberapa mahasiswa yang berdemonstrasi di depan kantor Syeikhul Azhar.
-          Minoritas Kristen Koptik menuntut diberi kuota 15% kursi legislatif dan ekskutif. Lucunya, para kader partai Islam yang memenangkan 70% suara dalam pemilu kini harus meringkuk di penjara.
-          Presiden, menteri, dan anggota parlemen yang dipilih oleh rakyat dalam pemilu harus mendekam di penjara, sedangkan politikus dari partai kacangan duduk di kursi kekuasaan. (msa/dakwatuna/rassd)


Sumber: dakwatuna.com

Inilah Karya Hebat Anak Indonesia


Sudah bukan cerita baru kalau penemuan anak bangsa, sering kali malah tidak mendapat tempat di negara asalnya. Padahal, sejumlah karya mereka patut diperhitungkan.
Meski dengan segala keterbatasan, mereka justru mampu berinovasi menciptakan alat cukup hebat dan memiliki banyak manfaat. Di usia belia, para pelajar di Indonesia justru memperlihatkan tajinya dalam perang teknologi.
Seperti yang dilakukan Annisa Puteri Raka, siswa SMAN 6 Yogyakarta. Dia memiliki ide membuat Sepatu Anti Maling (Santiling).
“Ide awal pembuatan Santiling ini adalah ketika sandal dan sepatunya sering hilang saat ditinggal di halaman rumah dan masjid. Pada awalnya sih ikhlas-ikhlas saja, tapi lama-lama tekor juga beli sepatu dan sandal terus,” kata Annisa kepada VIVAnews di LIPI Jakarta, Jumat 15 November 2013.
Teknologi Santiling yang dibuat Annisa terdiri atas dua macam, Santiling Mini Switch dan Santiling Reed Switch.
Untuk Santiling Mini Switch, cara kerjanya adalah ketika sepatu mengalami tekanan atau diinjak oleh orang lain, maka alarm akan berbunyi. Sementara itu, Reed Switch adalah ketika jarak sepasang sepatu sudah berjauhan, maka alarm akan berbunyi.
Teknologi Santiling, menurut Annisa, bekerja dengan sistem remote control. Ketika tombol Santiling sudah di dalam posisi ON, maka saat jarak sepasang sepatu sudah berjauhan dan mengalami tekanan (diinjak), sensor akan mengirimkan sinyal ke alarm di sepatu dan di remote control.
“Dengan alat Santiling, maka orang-orang tidak perlu khawatir sepatu dan sandalnya hilang saat jauh dari pengawasan,” ujar Annisa.

Penyiram Tanaman dengan Ponsel
Karya tak kalah hebat juga ditunjukkan oleh dua orang anak siswa kelas lima di Sekolah Dasar Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Adalah Fatima Ezzat dan Aurumita yang berhasil menciptakan alat penyiram tanaman dengan ponsel.
Konsep bernama Autopot ini memanfaatkan ponsel bekas untuk menyiram tanaman di mana dan kapan saja. Sistemnya memindahkan energi kimia menjadi energi listrik dan gerak.
Cara kerja dari alat Autopot dengan menyambungkannya dengan ponsel bekas. Lalu, dinamo akan bergerak menyedot dan memancurkan air jika ada sambungan telepon masuk.
“Jadi, prosesnya adalah ketika menelepon ke ponsel bekas, maka getaran dari ponsel bekas itu akan mengubah energi gerak menjadi listrik dan selanjutnya akan memberikan tekanan pada air,” ujar Fatima dan Aurumita, kepada VIVAnews.
Aurumita mengaku memiliki hobi menanam. Namun, karena sering bepergian ke luar kota, dia kerap lupa menyiram tanamannya. Dari sini lah ide menyiram tanaman dari jarak jauh bermula.
“Lalu, saya berpikir bagaimana menciptakan alat untuk menyiram tanamannya secara otomatis. Akhirnya, saya menemukan ide menyiram tanaman hanya dengan melakukan panggilan telepon,” ujar Aurumita.
Biaya pembuatan alat Autopot ini hanya Rp350 ribu. Komponennya terdiri atas botol bekas, ponsel bekas, kabel, SIM card, sedotan, dinamo, selotip, baterai, komponen listrik, dan penyemprot air dari mobil bekas.

Gelang Anti Penculikan
Penemuan alat berawal dari masih maraknya kasus penculikan terhadap anak-anak di Indonesia. Situasi ini menjadi ide bagi Nurina Zahra dan Tri Ayu Lestari, siswi SMAN 6 Yogyakarta, yang menciptakan Gelang Anti Penculikan (GAP) dengan sensor alarm otomatis.
“Gelang ini dirancang khusus untuk mengontrol anak atau bayi jika berada jauh dari jangkauan orangtuanya. Apabila si anak sudah berada jauh dari orangtuanya, maka alarm yang ada gelang orang tuanya akan berbunyi,” kata Nurina saat berbincang dengan VIVAnews.
Mekanisme dari Gelang Anti Penculikan ini adalah gelang yang dipakai oleh anak sudah berisi transmitter yang akan mengirimkan sinyal RX radio ke gelang milik orangtua.
Sinyal yang diterima oleh RX Radio akan masuk ke micro controller, kemudian dikeluarkan oleh alat buzzer berupa bunyi alarm.
Alarm akan berbunyi ketika orangtua dan anak berjarak 3 meter. Tapi, menurut Tri Ayu Lestari, ke depannya akan ditambah jaraknya supaya lebih jauh.
Selain menambahkan jarak, keduanya akan menambahkan fitur GPS untuk melihat lokasi anak ketika sudah berada jauh dari orang tuanya. “Fitur GPS itu akan memudahkan orangtua untuk mengetahui lokasi anak ketika benar-benar diculik,” kata Tri.
Keduanya punya harapan besar Gelang Anti Penculikan ini bisa diproduksi secara massal. “Mudah-mudahan alat ini bisa mengurangi kasus hilang atau diculiknya anak oleh orang-orang jahat,” ujarnya.

Rompi Canggih “Gadget Vest”
Dari gelang anti penculikan, kini beralih kepada mereka yang sangat tergantung dengan perangkat gadget, termasuk smartphone.
Penggunaan pengisi daya ponsel portabel, atau populer dengan istilah powerbank, semakin marak digunakan oleh para pengguna ponsel pintar.
Tapi, terkadang aktivitas mengisi daya ponsel dengan powerbank cukup mengganggu, pengguna ponsel harus menenteng ponsel dan powerbank secara bersamaan.
Kondisi itu membuat Yosua Imantaka, siswa SMAN 6 Yogyakarta, memutar otak. Dia kemudian memiliki ide membuat sebuah rompi yang membuatnya tidak kerepotan ketika membawa ponsel dan powerbank secara bersamaan.
Selain itu, rompi ini bisa menghindari tubuh dari efek gelombang elektromagnetik dari ponsel.
“Gadget Vest adalah sebuah rompi yang berfungsi untuk membuat pengguna memiliki ruang untuk menaruh ponsel yang sedang dicash powerbank. Selain itu, rompi dapat melindungi penggunanya dari terkena gelombang elektromagnetik dari ponsel,” kata Yosua.
Ide awal pembuatan Gadget Vest, dia melanjutkan, terinspirasi oleh baju pramuka perempuan yang memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang.
Bahan-bahan untuk membuat Gadget Vest terdiri atas rompi anti air, kain flanel (bahan kain yang lembut dan tidak mudah robek), organite (bahan anti radiasi elektromagnetik ponsel yang terbuat dari risin fiberglass dan kristal quartz), dan daktron (berfungsi untuk mengurangi dampak benturan pada ponsel dan menahan panas dari sinar Matahari).
Biaya total pembuatan Gadget Vest cukup terjangkau, totalnya hanya sekitar Rp335 ribu.

Helm Berlampu Sein
Temuan kali ini cukup penting untuk menekan angka kecelakaan lalulintas. Berawal dari banyaknya penyebab kecelakaan, ketika lampu sein pada sepeda motor sudah tertutup oleh barang-barang dagangan atau pun gerobak.
Untuk mengurangi kecelakaan akibat kondisi kendaraan bermotor yang minim fasilitas lampu sein, maka dua siswa asal SMP Islam Al Azhar 26, Yogyakarta, Naufal Rasendriya Apta dan Archel Valiano menciptakan sebuah helm yang sudah dilengkapi dengan lampu sein.
Cara kerja dari helm yang dilengkapi dengan lampu sein ini juga cukup mudah. Jika pengendara ingin berbelok ke kiri, pengendara cukup menggelengkan kepala ke kiri dan lampu sein bagian kiri menyala. Begitu pun ketika akan berbelok ke kanan.
Sementara itu, untuk mematikan lampu sein, pengendara cukup menganggukkan kepala sebanyak dua kali. Lampu sein akan otomatis langsung mati.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk pembuatan helm berlampu sein ini terdiri atas sensor accelero meter, micro controller AT Mega 8, lampu sein (kanan dan kiri), serta baterai.
Hasil buah karya Naufal dan Archel akhirnya keluar sebagai pemenang kedua untuk kategori National Young Inventors Award (NYIA) di Kompetisi Ilmiah LIPI.

Jaring 2.500 Karya Ilmiah
Semua penemuan ini adalah finalis dari kategori National Young Inventor Awards (NYIA) di Kompetisi Ilmiah yang digelar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 14-15 November 2013.
LIPI sengaja menggelar Kompetisi Ilmiah untuk merangsang munculnya inovator-inovator muda yang nantinya bakal diadu di tingkat internasional.
Kompetisi ini terdiri atas serangkaian lomba, di antaranya Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-45, Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) ke-21, Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-12, dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-6.
Menurut Kepala LIPI, Lukman Hakim, era globalisasi yang sangat kompetitif ini, anak-anak bangsa harus meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Khususnya untuk menciptakan sumber daya manusia berbasis iptek.
“LIPI merasa pentingnya pendidikan iptek di kalangan remaja. Kompetisi ilmiah ini untuk meningkat kemampuan anak-anak bangsa dalam menciptakan solusi-solusi teknologi di masa depan,” kata Lukman.
Pada tahap awal Kompetisi Ilmiah 2013 ini, LIPI menjaring 2.500 karya ilmiah. Tapi, setelah diseleksi berhasil menetapkan 103 finalis karya ilmiah.
Nantinya, ke-103 finalis akan mempresentasikan karya ilmiahnya di depan dewan juri dan ditetapkan pemenangnya dari masing-masing kategori.
“Nanti, karya ilmiah terbaik untuk kategori LKIR dan NYIA akan diberangkatkan ke ajang internasional. Seperti ajang Intel International Science and Engineering Fair pada 2014 dan International Exhibition for Young Inventors 2014,” ujar Kepala Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI, Bogie Soedjatmiko Eko Tjahjono.

Sumber: news.fimadani.com

Huruf Abjad Kita Tinggal 12 Huruf?


HOT NEWS!!!!
Konon kabarnya LIPI (Lembaga Ilmu Penyederhanaan Indonesia) akan memformulakan aturan baru dalam penggunaan bahasa Indonesia. Salah satunya adalah mengurangi jumlah abjad pada bahasa Indonesia.

Abjad yg digunakan saat ini berjumlah 26. Para pakar Komunikasi merasa Ke-26 abjad tsb masih terlalu banyak, lagipula ada
beberap abjad yang jarang digunakan. 

Pertama, huruf X diganti dengan gabungan huruf K dan S. Kebetulan hampir tidak ada kata dalam bahasa Indonesia asli yang menggunakan huruf ini, kebanyakan merupakan serapan dari bahasa asing. Misalnya taxi menjadi taksi, maximal menjadi maksimal. 

Selanjutnya, huruf Q diganti dgn KW, kata2 yang mengunakan huruf ini juga sangat sedikit sekali seperti kwalitas. 
Huruf Z diganti menjadi C. Tidak ada alasan kuat tentang hal ini. 
Huruf Y diganti dengan I. Hal ini dilakukan sebab bunii huruf tsb mirip denga I. 
Lalu huruf F dan V keduania diganti menjadi P. Pada lepel ini masih belum terjadi perubahan iang signipikan. 
Hurup W kemudian diganti menjadi hurup U. Berarti sampai saat ini kita sudah mengeliminasi 7 hurup.
Hurup iang bisa kita eliminasi lagi adalah R, mengingat baniak orang iang kesulitan meniebutkan hurup tsb. 
R kita ganti dengan L. Selanjutnia, gabungan hulup KH diganti menjadi H, iang paling belpengaluh adalah hulup S iang diganti menjadi C. 
Hulup G juga diganti menjadi K. Dan hulup J juga diganti menjadi C, caia laca cudah cukup untuk hulup-hulup konconannia. 
Cekalank kita kanti hulup pokalnia. Cuma ada lima hulup pokal A, I, U, E, O. Kita akan eliminaci dua hulup pokal. Hulup I mencadi dua hulup E iaitu EE. Cementala hulup U mencadee dua hulup O iaitoo OO. Cadi, campe cekalank, keeta belhaceel menkulangee hooloop-hooloop keeta. 
Kalaoo keeta tooleeckan lagee, hooloop-hooloop eeang telceeca adalah: A,B,C,D,E,H,K,L,M,N,O,P,T. Haneea ada 12 belac hooloop!! Looal beeaca bookan? Padahal cebeloomneea keeta pooneea 26 hooloop. Eenee adalah penemooan eeank cankat penteenk dan cikneepeekan! Co, ceelahkan keeleemkan tooleecan anda denkan menkkoonakan dooa belac hooloop telceboot. :) 

INDONESIA BEGINI INDAHNYA, NGAPAIN KE AMERIKA?

Ini adalah sebuah kisah tentang ekspedisi 1 Suro (wah syerem ya? Hihihi). Misi kami kali ini adalah mendaki ke Puncak Songolikur, puncak tertinggi Gunung Muria. Katanya sih Puncak Songolikur terletak di atas ketinggian 1602 meter dari permukaan laut (kata wikipedia). Alhamdulillah ini adalah aktivitas kami untuk yang kedua kalinya. Tahun kemarin, dengan momen yang sama, yakni 1 Suro alias 1 Muharram, kami juga melakukan ekspedisi yang sama: naik Puncak Songolikur (ada juga yang menyebut sebagai Puncak Saptorenggo).
Kalau tahun kemarin jumlah kami sekitar 60 orang, alhamdulillah tahun ini jumlah kami naik dua kali lipatnya, yakni 130 orang. Tentu saja panitia harus bekerja lebih keras lagi. Untuk itu panitia sengaja membawa motor trail guna antisipasi peristiwa yang tidak terduga. Namun sayang seribu sayang motor trail yang kami bawa ternyata rusak setelah sempat menempuh jarak sekitar 5 kilometer. Akhirnya motor itu pun dibawa turun kembali ke posko di Desa Tempur.
Armada yang kami bawa dari Pati ada 6 kendaraan: 2 truk, 2 pick up dan 3 mobil station. Rombongan dari Pati kota adalah 2 mobil station, 1 pick up dan 1 truk. Adapun dari Juana 1 truk, 1 mobil station dan 1 pick up. Kita sepakat untuk berkumpul di Masjid Salman al-Farisi Tayu Kulon untuk sholat maghrib berjama’ah. Alhamdulillah masjid yang biasanya sepi ini kali ini penuh dengan para calon pendaki.
Setelah sholat maghrib usai dilaksanakan perjalanan pun kami lanjutkan ke Desa Tempur, tepatnya di rumah bapak Abu. Beliaulah yang menyediakan tempat untuk istirahat panitia, menyediakan sarapan pagi dan juga makan siang. Bapak Abu sudah sangat kami kenal, seperti bapak kami sendiri. Pak Yoyok, seksi acara, adalah orang yang pertama kali berkenalan dengan beliau. Sekitar 3 tahun yang lalu, pak Yoyok bersama anak dan istrinya melakukan pendakian Puncak Songolikur. Saat itulah beliau berkenalan dengan bapak Abu dan sampai sekarang mereka masih saling kontak.
Kami sampai di Desa Tempur sekitar pukul sembilan malam.  Kedatangan kami termasuk terlambat karena truk yang dinaiki anak-anak SMPIT Insan Mulia Pati mengalami trouble, kipas radiatornya patah. Akhrinya sebagian peserta terpaksa jalan kaki menuju ke Tempur.

Di Desa Tempur kami melakukan kegiatan antara lain: sholat Isya’ berjama’ah dilanjutkan dengan tidur kurang lebih satu setengah jam. Selama peserta tidur, panitia melakukan rapat dan persiapan-persiapan untuk pendakian seperti membagi kelompok, membagi tugas panitia pendamping kelompok, dll. Pada jam 11 malam peserta dibangunkan untuk mendengarkan taushiyah dari Ustadz Mughni. Dengan semangat berapi-api beliau memberikan motivasi akan pentingnya tarbiyah jasadiyah ini. Beliau pun mengajak para peserta untuk bersenandung, berikut ini saya tuliskan liriknya:
                Wahai Mujahid ayo berjuang
Dan berjihad dimana-mana
Untuk mempertahankan kedaulatan
Kemuliaan, nama dan muru’ah
                Dalam diri, dalam diri janganlah ada
                Sikap pengecut, keluh dan kesah
                Karena mujahid yang berjuang adalah
                Tentara Alloh wira pendekar
Selautan peluh dan darah ya Alloh
Tumpah ke bumi tidak percuma
Karena nanti ada ganjaran Alloh
Surga Firdaus yang aman bahagia

Saya teringat, ini adalah lagu kenangan saya. Pertama kali mengenal lagu ini adalah ketika saya mengikuti Leadership Basic Training (LBT) Pelajar Islam Indonesia (PII) di Jogjakarta. Rupanya lagu (nasyid) ini adalah lagu populer di jaman dulu. Maka wajar saja jika peserta yang sebagian besar anak-anak SMP ini sama sekali tidak mengenal lagu ini. Namun bisa juga karena mereka lebih familiar dengan lagu-lagu pop cengeng yang sama sekali tidak mengandung nasehat keislaman. Maka alangkah lebih baik jika di sekolah-sekolah Islam ada pelajaran seni islam yang mengajarkan nasyid-nasyid islami untuk meng-counter lagu-lagu cengeng tersebut.
Acara dilanjutkan dengan pembagian kelompok. Agar pendakian lebih aman, maka pengelompokan dilakukan sesuai dengan teman dekat atau teman yang sudah dikenal. Jadi tidak diacak seperti tahun kemarin.


Ingin tahu keindahan alam Gunung Muria? Inilah hasil jepretan foto saya. Sungguh indah alam Indonesia, ngapain ke Amerika yang banyak polusinya? :)


Nah, siapa yang tak ingin melihat keindahan alam ini? Sudah udaranya segar lagi, bank oksigen ya di sini ini bro.... Maka paling buenci kalau ketemu pendaki yang merokok. Huffff.... Sampai jumpa pada ekspedisi 1 Suro tahun depan... salam...

#NAHLHO ADA RIBUAN BINTANG YAHUDI DI MASJID AGUNG BAITUNNUR PATI

Sahabat guru GO yang dirahmati Alloh, hari ini (12 Nop 2013) saya mampir ke Masjid Agung Baitunnur Pati dan sama sekali tidak menyangka saya akan menemukan hal ini. Dan mungkin saja anda yang orang Pati pun tidak pernah memikirkan hal ini.
Masjid Agung Baitunnur adalah masjid yang terbesar dan termegah di Kabupaten Pati. Masjid ini terletak persis di sebelah barat alun-alun Simpang Lima Pati. Tiap hari, ketika sholat lima waktu diselenggarakan, masjid ini penuh dengan jama'ah. Selain warga sekitar, banyak juga para pelancong yang mampir untuk sholat berjama'ah di sini.
Jika tiba hari Jum'at, maka masjid ini dipastikan akan penuh dengan jama'ah dari berbagai daerah yang ikut melaksanakan sholat jama'ah Jum'at di sini. Namun tanpa diduga, ternyata masjid ini memamerkan ribuan simbol bintang Yahudi yang terpampang di tembok masjid, di ruang dalam masjid dan di menara masjid. Berikut hasil jepretan foto yang saya ambil melalui kamera handphone saya.
Di atas adalah gambar tembok Masjid Agung Baitunnur yang terletak di teras masjid bagian atas. Tembok dengan model sejenis mengelilingi masjid tersebut. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat lebih dekat lagi.
Nah sekarang gambarnya lebih jelas, tampaklah sebuah gambar berbentuk Bintang David dalam posisi miring. Seandainya kita mau menghitung jumlah Bintang David tersebut maka jumlahnya akan sangat banyak. Satu bagian tembok kalau saya hitung ada sekitar 100an bintang. Jika Masjid Agung dikelilingi 10 saja tembok sejenis maka artinya da 1.000 Bintang David. Dan ketika saya hitung jumlah tembok yang sejenis ternyata ada 15, artinya Bintang tersebut sejumlah 1500 buah.
Namun tidak cuma itu, ternyata di bagian dalam Masjid juga ada bintang sejenis. Bintang tersebut menghiasi tembok bagian depan Masjid, dimana jama'ah menghadap sholat. Berikut gambar yang saya dapatkan:
Nah, ini adalah gambar tembok masjid bagian dalam yang terletak di kanan dan kiri mihrab. Artinya ke sinilah seluruh jama'ah Masjid Baitunnur menghadap ketika sholat. Kita akan lihat lebih dekat lagi gambar tersebut.
Nah, sangat jelas terlihat bentuk Bintang David di sana. Sayangnya saya tidak sempat menghitung berapa jumlah Bintang David yang terukir indah di tembok tersebut. Tetapi, tidak hanya sampai di sini. Ketika saya berjalan keluar masjid, ternyata terdapat gambar yang sama di tembok menara masjid. Berikut ini penampakannya:
Sungguh luarbiasa bukan, Masjid terbesar dan termegah di Pati ini ternyata melestarikan simbol kebesaran Yahudi yakni Bintang David. Sebagai warga Pati sudah semestinya kita laporkan hal ini kepada takmir Masjid agar memperbaiki design masjid supaya lebih islami. Ingat Yahudi adalah musuh besar ummat Islam. Kita tidak perlu mencari-cari siapa dulu yang membangunnya. Yang kita perlukan adalah memperbaiki kesalahan ini sehingga tidak membuat senang dan bangga orang Yahudi.

Apa itu Bintang David?
Perisai Daud atau dalam bahasa Ibrani: Magen David, מָגֵן דָּוִד dengan nikkud atau tanpa nikkud דוד, diucapkan Magen David [ma.'gen da.'vid] dalam Ibrani modern dan Mogein Dovid ['mɔ.geɪn 'dɔ.vid] atau Mogen Dovid ['mɔ.gen 'dɔ.vid] dalam bahasa Ibrani Ashkenazi dan Yiddish adalah sebuah lambang yang umumnya dikenali dari Komunitas Yahudi dan Yudaisme. Nama ini diambil dari nama raja Israel kuno, dan mulai digunakan pada Abad Pertengahan, bersama-sama dengan lambang yang lebih tua lagi yaitu menorah.




 
Dengan terbentuknya negara Israel pada 1948 Bintang Daud pada Bendera Israel juga telah menjadi lambang Israel.



Bintang David adalah Lambang Yahudi
Menurut sejumlah sumber Yudais, Bintang/Perisai Daud melambangkan angka tujuh: yaitu, keenam ujungnya ditambah dengan pusatnya. Teks Yahudi tertua yang masih ada yang menyebutkannya adalah Eshkol Ha-Kofer oleh seorang Karait bernama Judah Hadassi, dari abad ke-12M: "Tujuh nama malaikat mendahuli mezuzah: Mikail, Gabriel, dll. ... Kiranya Tetragrammaton melindungi engkau! Demikian pula dengan tanda ini, yang disebut 'Perisai Daud', diletakkan di samping nama masing-masing malaikat."

Angka tujuh mempunyai makna keagamaan dalam Yudaisme, mis. enam hari Penciptaan ditambah dengan istirahat pada hari ketujuh, enam hari kerja ditambah Sabat, Ketujuh Roh Allah, serta Menorah di Bait Suci kuno, yang ketujuh lampu minyaknya diletakkan di atas ketujuh cabangnya. Dan seterusnya. Mungkin Bintang Daud akhirnya digunakan sebagai lambang standar di sinagoga karena susunannya memperlihatkan 3+3+1, sesuai dengan Menorah Bait Suci, yang merupakan lambang yang lebih tradisional untuk Yudaisme di zaman dulu.
Asal-usul yang pasti dari hubungan lambang ini dengan identitas Yahudi tidak diketahui. Beberapa teori dikemukakan. Menurut sebuah hipotesis, Bintang Daud membentuk dua dari tiga huruf dalam nama Daud. Dalam ejaan Ibrani (דוד), kata ini hanya mengandung tiga huruf, dua di antaranya adalah "D" (atau "Dalet", dalam bahasa Ibrani). Di zaman dulu, huruf ini ditulis dalam bentuk yang sangat mirip dengan segitiga, serupa dengan huruf Yunani Delta (Δ), yang memiliki kemiripan bunyi dan posisi (keempat) dalam abjadnya masing-masing. Lambang ini mungkin mulanya merupakan sebuah perisai keluarga yang dibentuk dengan membalikkan dan menyandingkan dua huruf yang paling penting dalam nama ini.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger