Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

SELAMATKAN ANAK-ANAK KITA




Anak adalah investasi masa depan bagi orangtua. Oleh karena itu jika tidak dipersiapkan betul bisa-bisa malah merugikan orangtuanya. Sebagaimana kita berinvestasi di dunia bisnis, seperti itulah kita menginvestasikan anak kita. Orang yang menginvestasikan uangnya di dunia bisnis pasti akan berhati-hati. Ia sangat khawatir jikalau uangnya akan menguap tanpa hasil.
Jika menginvestasikan uang saja kita mesti berhati-hati, mestinya kita akan berlaku ekstra dalam menginvestasikan anak kita. Kita akan berusaha agar uang yang kita keluarkan untuknya (sejak ia dalam kandungan sampai tua) tidak “menguap” sia-sia begitu saja.
Orangtua yang tidak peduli dengan anaknya berarti menghendaki kehancuran diri dan keluarganya. Ia rela mendapatkan kehancuran di dunia dan di akherat. Betapapun ia banting tulang mencari uang untuk anak-anaknya, tanpa secuilpun memberikan perhatian dan kasih sayang pada anaknya, ia pasti menuai kekecewaan di kemudian hari.
Betapa sesungguhnya sang anak tidak hanya butuh uang. Anak tidak hanya butuh materi saja. Tetapi anak butuh segala-galanya dari orangtuanya. Terutama perhatian dan kasih sayang. Sangat disayangkan jika ada orangtua yang berangkat kerja di saat anaknya masih tidur dan pulang kerja di saat anaknya sudah tertidur. Kapan rasa haus akan kasih sayang sang anak akan terobati ?

Gerusan Zaman
Zaman sudah semakin tua. “Kiamat sudah dekat”, begitu kata Dedy Miswar. Ungkapan Dedy Miswar ini memang sejalan dengan sabda Nabi: “Diutusnya aku sebagai Nabi dengan datangnya Hari Kiamat itu seperti ini (beliau mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya).” Kalau Rasul saja sudah bersabda demikian pada seribu empat ratus tahun yang lalu, mestinya saat ini Kiamat sudah tinggal “beberapa hari lagi”.
Banyak sudah tanda-tanda Kiamat yang bermunculan satu demi satu. Kemungkaran yang merajalela tetapi justru didukung. Semangat menjalankan ajaran Islam tetapi justru ditentang dan dicela. Sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah tentang Dajjal. Bahwa api yang dibawa Dajjal justru akan diikuti umat manusia karena dikira air. Dan air yang dibawanya justru akan dijauhi karena dikira api.
Betapa banyak bayi yang lahir dari rahim yang tidak semestinya. Betapa banyak anak yang tidak mengenal siapa bapaknya. Betapa banyak orang yang berbuat dholim tetapi bebas berkeliaran. Betapa banyak anak-anak yang dewasa sebelum saatnya. Terutama kedewasaan nafsu seksualnya.
Dulu kita mudah menemukan orang yang baik akhlaqnya. Dulu kita dengan mudah mendapatkan keramahan orang lain. Tetapi sekarang mendapatkan kemarahan lebih mudah daripada seulas senyuman. Mendapatkan bogem mentah lebih gampang daripada belaian kasih sayang.

Proteksi
Jika dunia sudah seperti ini, apakah kita rela membiarkan anak-anak kita jalan-jalan ke mall tanpa pendampingan? Apakah kita membiarkan anak-anak kita menonton TV sehingga ia diterkam rusaknya budaya dan ajaran yang disiarkan? Apakah kita membiarkan anak kita bermain dengan teman-temannya yang rusak akhlaqnya?
Rumah adalah benteng akhlaq sebuah keluarga. Jika kita menanam kejelekan, kejelekanlah yang akan kita tuai. Jika kita menanam akhlaq mulia, begitulah pula yang akan kita dapatkan. Jika benteng ini sudah hancur, musuh dari manapun akan bebas keluar dan masuk rumah kita.
Oleh karena itu yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah:
1. Senantiasa mengontrol sholatnya. Karena sholat adalah perisai diri.
2. Arahkan bagaimana bergaul dan memilih teman yang baik. Hendaknya kita selalu mengontrol siapa teman bermainnya di luar.
3. Temani jika ia pergi ke supermarket atau mall. Karena keramaian adalah tempat yang sangat rawan.
4. Kontrollah selalu isi tas atau kamar pribadinya. Tapi lakukanlah hal ini diluar sepengetahuannya.
5. Temani ia dalam menonton TV dan batasilah jam menontonnya. Jangan lupa buatlah peraturan kapan boleh nonton dan kapan TV harus mati.
6. Jangan pernah lupa berdo’a kepada Allah agar kita dikaruniai anak-anak yang sholih dan sholihah.
Mari selamatkan anak-anak kita dengan.cinta dan kasih sayang. Dekap erat mereka dalam kehangatan pangkuan. Jangan lepaskan! Sebelum mereka tahu ini baik dan ini buruk. Ini tercela dan ini mulia. Ini berbuah dosa dan ini berpahala. Ini membawa ke neraka dan ini membawa ke syurga. Semoga. Amiiin.

PUASA JANGAN HANYA SEKEDAR LAPAR DAN HAUS


Oleh: Muhsin Suny M., S.S.*)

Marhaban Yaa Ramadhan! Selamat datang bulan suci Ramadhan. Tak terasa kita sudah akan bertemu dengan Ramadhan lagi. Dan Subhanallah Ramadhan kali ini jatuh pada tanggal yang cantik. Tanggal 1 Bulan Ramadhan tepat jatuh pada tanggal 1 September. Kita tahu bulan Ramadhan adalah bulan yang ke-9 dalam hitungan tahun Hijriyah. Dan bulan September adalah juga bulan yang ke-9 dalam hitungan tahun Qomariyah. Puasa telah dilaksanakan sejak lama sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu puasa. Dalam sejarah agama-agama besar, puasa sudah tidak asing lagi.
Universalitas puasa bisa dimengerti karena esensi dari puasa itu sendiri bukannya "mengerjakan" melainkan "menahan diri", yakni menahan diri dari makan dan minum, tidak melakukan seksualitas di siang hari serta menghindari sikap hewani yang merusak. Dianjurkan pula ibadah pada malam harinya untuk beribadah (qiyamullail). Karena sesungguhnya bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, sumber segala rahmat dan kebaikan. Allah memberi keberkahan dan maghfirah. Para Malaikat turun untuk ikut memanjatkan do'a dan pujian agar manusia memperoleh ampunan. Semua pintu kebaikan dibuka lebar-lebar serta semua setan "dibelenggu." Rasulullah mengkhususkan bulan ini sebagai bulan untuk beribadah melampaui bulan-bulan lainnya. Demikian juga para sahabat, mereka saling bergegas dalam amal-amal kebaikan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Pada zaman Rasulullah para sahabat berlomba mengkhatamkan bacaan al-Qur’an, terutama pada bulan Ramadhan. Ada yang khatam dalam satu hari (tetapi kemudian dilarang oleh Rasulullah), tiga hari, seminggu, dan satu bulan. Jadi sahabat Rasulullah yang paling “malas” membaca al-Qur’an adalah mereka yang “hanya” bisa khatam dalam satu bulan. Mari kita mencoba melihat diri kita masing-masing. Betapa ternyata untuk meniru sabahat Nabi yang paling malas sekali pun adalah sangat susah. Jangankan satu bulan, seorang teman saya (yang sudah bergelar master dan menjadi dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dengan bangga mengatakan, “saya sampai setua ini belum pernah khatam membaca al-Qur’an.” Naudzubillahi min dzalik.
* * *
Pembaca! Kalau penyakit "rakus dan tamak" menimpa seseorang, akibat dan bahayanya bukan hanya terbatas pada lingkungan kecil tetapi lambat laun akan merambat dalam kehidupan berbangsa sehingga akan menimbulkan semangat kapitalisme yang kemudian bersifat ekspansif, yaitu mengeksploitasi milik orang lain akibat sifat serakahnya tersebut. Sehingga benar apa yang disinyalir Imam Ghazali dalam Ihya 'Ulumuddin-nya bahwa bencana paling besar dalam kehidupan manusia adalah nafsu perut.
Kalau kita melaksanakan puasa, kita akan mengadaptasi diri kita dengan mereka yang berekonomi lemah yang sering merasakan haus dan lapar, sehingga akan timbul rasa kasih sayang dan ketajaman rasa sosial yang akan menjadi pengalaman rohani tersendiri. Mungkinkah kasih sayang tidak tumbuh ketika pemandangan itu terjadi di depan mata kita?
Dalam batas yang paling rendah; setidak-tidaknya kehausan dan kelaparan yang diakibatkan puasa tersebut akan mengingatkan kita pada kaum fakir miskin sehingga termanifestasi dengan sedekah yang banyak sebagai tindakan konkrit dari rasa solidaritas sosial yang nantinya akan menjembatani antara the have dan the have not yang pada titik akhirnya akan tercipta sumber daya manusia yang mempunyai etika dan kepekaan sosial yang tinggi.
Masih banyak hikmah-hikmah lain yang bisa kita petik intisarinya dari pelaksanaan puasa. Semoga bukan hanya sekedar idealisme belaka, melainkan sebuah realitas sepanjang masa setelah menjalani Ramadhan.
Semoga saja kita dapat menjadikan Ramadhan nanti sebagai wadah penggemblengan mental sehingga tercipta kontrol diri yang baik yang akan meluas dampaknya ke masyarakat sehingga puasa bukan hanya memperoleh lapar dan haus saja, agar kita tidak tergolong orang-orang yang disinyalir Nabi SAW :
"Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan haus."
Tapi kita berharap dengan puasa disamping hikmah yang dikandungnya, yang paling penting adalah semua semata-mata pengabdian kita kepada Allah SWT.

*) Adalah guru & wali kelas VA SDIT Muhammadiyah al-Kautsar Gumpang Kartasura serta pengelola www.gurugo.blogspot.com

BEASISWA S2

BEASISWA PENDIDIKAN MAGISTER (S2) PEMIKIRAN ISLAM UNTUK
KADER MUBALIGH/DAI DALAM MENGHADAPI GHAZWUL FIKR DAN LIBERALISASI ISLAM
(KERJASAMA MSI-UMS DENGAN DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA, dan networking dengan Insists dan MTDK Muhammadiyah)
Dalam rangka memperkokoh izzul Islam wal Muslimin, dan menghadapi derasnya ghazwul fikr dan lslam Liberal yang meracuni generasi Islam, maka Program Magister Studi Islam Universtas Muhammadiyah Surakarta membuka program pendidikan Muballigh/Da’I tingkat Magister (S2). Program ini disponsori oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat Jakarta networking dengan Insists dan MTDK Muhammadiyah.
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia sebagai pemrakarsa kerjasama ini menyediakan beasiswa selama studi (4 semester) kepada mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi akademik dan administrasi. Seleksi calon peserta meliputi:
1. Seleksi Berkas: kelengkapan persyaratan administrasi akademik, seperti: copy Ijazah dan Transkrip S1, rekomendasi lembaga dakwah (DDII, Muhammadiyah, Yayasan dan Ormas Dakwah Islam), dan bukti aktivitas dakwah dan pembinaan umat yang selama ini dilaksanakan.
2. Seleksi akademik meliputi: (a) test kemampuan Bahasa Arab, (2) test penguasaan Dirasat Islamiyah, (3) test penguasaan problematika dakwah dan tantangan ghazwul fikr, dan (4) Test Potensi Akademik (TPA).
Bagi calon mahasiswa yang tidak lolos seleksi diberi kesempatan untuk mengikuti Program Regular, yang terdiri dari Konsentrasi Pendidikan Islam, Pemikiran Islam, dan Hukum Islam (Fiqh/Ushul FIqh).
Pendaftaran akan dibuka Juli-Agustus 2008 dan perkuliahan akan dimulai bulan September 2008. Bagi yang berminat segera kirimkan CV dan Copy Ijazah ke alamat:
  • H. Adian Husaini, M.A. d/a Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat, Jl. Kramat Raya 45 Jakarta Pusat
Info lebih lanjut hubungi (1) H. Adian Husaini, DDII Pusat/MTDK PP Muhammadiyah Jakarta, no hp. 081319452129, (2) H. Syamsul Hidayat, MSI-UMS/MTDK PP Muhammadiyah Yogyakarta no. hp 08122619749.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger