Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Home » , , , , » 7 Fakta Ilmiah Tentang Mu'jizat Hadits Rasulullah SAW

7 Fakta Ilmiah Tentang Mu'jizat Hadits Rasulullah SAW

Written By Guru GO on 12 Juli 2012 | 13.29


Salah satu peristiwa paling indah bagi seorang Mukmin adalah, ketika ia menyaksikan kemukjizatan dari perkataan atau hadits Rasulullah SAW. Bagaimana manusia yang hidup di zaman teknologi dan beragam penemuan ilmiah seperti saat ini, melalui berbagai penelitian terhadap hadits-hadits Rasulullah SAW menyingkap kebenaran atas ke-Rasulan Muhammad SAW. Penemuan-penemuan inilah yang bisa berkontribusi meluruskan paradigma Barat terhadap Nabi SAW yang sangat penyayang.

Fakta pertama
Rasulullah SAW bersabda, “Agama ini akan sampai (ke seluruh penjuru bumi) sebagaimana sampainya malam dan siang.” sekarang angka populasi umat Islam di seluruh dunia, menunjukkan bahwa umat Islam ada di setiap tempat dimana pun di bumi ini. Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Islam akan menempati peringkat pertama agama yang terbesar pemeluknya di seluruh dunia. Perkataan ini tidak berlebihan. Sebab ini merupakan hasil dari penelitian terhadap perkembangan jumlah umat Islam dari waktu ke waktu. Dan itu disimpulkan oleh para ilmuwan non-Muslim.

Para pakar statistik dunia menyebutkan bahwa agama Islam merupakan agama yang paling cepat pertumbuhan dan penyebarannya. Pemeluk Islam ada di seluruh dunia, dengan jumlah yang beragam. Umat Islam menyebar di seluruh pelosok bumi. Pertanyaannya: Bukankah ini yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW?

Fakta Kedua
Kemukjizatan ilmiah dalam sabda Nabi SAW: “Dijadikan bagiku bumi, sebagai tempat sujud dan suci”. (HR. Muslim). Para ilmuwan melalui ragam penelitian baru menemukan adanya unsur antibiotik dalam debu tanah, yang dapat membersihkan dan membunuh banyak jenis kuman. Bahkan disebutkan pula bahwa tanah yang termasuk materi desinfektan. Para ilmuwan mengatakan bahwa beberapa jenis tanah dapat menghilangkan bakteri yang sulit dimusnahkan. Karena itu, mereka saat ini berpikir untuk memproduksi antibiotik yang bisa membunuh bakteri, melalui hasil ekstrak dari tanah. Demikianlah, setelah pengalaman panjang di laboratorium mereka menemukan bahwa tanah dapat menghapus seluruh koloni bakteri dalam waktu 24 jam. Dan bila koloni bakteri itu tidak dilawan dengan unsur tanah, maka mereka akan berkembang biak sebanyak 45 kali lebih banyak.

Bagi para ilmuwan, kini semakin jelas bahwa tanah memiliki unsur antibiotik. Andai tanah tak memiliki unsur pembersih ini, niscaya tak kan ada kehidupan yang bisa berlangsung mengingat sangat banyak bakteri, kuman dan virus yang sampai pada manusia hingga bisa mematikan. Hanya karena rahmat Allah SWT saja, yang menempatkan unsur pembersih di dalam tanah sehingga kehidupan tetap berlangsung. Bukankah nikmat Allah SWT Yang Maha Kasih Sayang ini sangat patut kita syukuri?

Fakta Ketiga
Rasulullah SAW dengan sangat detail berbicara tentang fakta ilmiah yang bisa disingkap oleh para ilmuwan kecuali setelah mereka melakukan penelitian beberapa tahun. Rasul SAW bersabda: “Hari Kiamat tak akan terjadi sampai tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Muslim). Saat ini secara ilmiah terbukti bahwa wilayah jazirah Arab pernah subur dan dialiri oleh sungai-sungai. Bekas-bekas aliran sungai itu ditemukan di zaman kita sekarang. Ini diperoleh melalui potret satelit yang mampu menyingkap kondisi bumi pada masa lampau. Dan di sana tampak jelas sejumlah sungai yang mengalir di pasir-pasir jazirah Arab. Para ilmuwan Barat melalui NASA menyatakan, “Foto yang diambil oleh radar terhadap padang pasir telah menunjukkan daerah padang pasir pernah dipenuhi danau dan sungai. Kondisi lingkungan itu serupa dengan yang kita lihat di Eropa, dan mereka akan kembali mengalami hal ini suatu hari nanti.”

Melalui foto satelit NASA, para ilmuwan menegaskan bahwa padang pasir di Rub' al-Khali (yang tak ditinggali manusia) dan jazirah Arab secara umum , pernah dipenuhi sungai dan hutan lebat yang subur. Kondisi alam itu menyebabkan banyak hewan yang hidup di tempat tersebut. Dan kelak menurut para ilmuwan, bumi ini akan kembali seperti dahulu di masa yang akan datang. Inilah yang sudah ditandaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

Fakta Keempat
Saat Rasulullah SAW berbicara tentang ash-Shiraath (jembatan di Hari Kiamat), ternyata itu pun merupakan salah satu dari hadits-hadits yang mengandung mukjizat ilmiah. Hadits ini berbunyi, “Apakah kalian tidak melihat bagaimana kilat itu melesat dan kembali lagi dalam kedipan mata?” (HR. Muslim). Apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW ini, sangat selaras dengan apa yang ditemukan oleh para ilmuwan modern tentang bagaimana gerak dan kecepatan kilat. Para ulama menemukan bahwa kilatan petir tidak terjadi kecuali dengan turunnya sinar petir dari awan ke tanah dan kemudian kembali lagi. Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW telah berbicara tentang tahapan atau proses terjadinya petir dengan akurasi yang menakjubkan. Rasul SAW bahkan memilihkan kata-kata yang begitu tepat tentang waktu yang dibutuhkan oleh kilat petir tersebut, yakni kedipan mata. Inilah yang disampaikan oleh Nabi SAW.

Para ilmuwan menemukan bahwa petir terjadi melalui beberapa tahap. Yang terpenting adalah tahap turun dan kembali ke atas. Waktu atau kecepatan kilatan petir adalah 25 milidetik, yang hampir sama dengan kedipan mata. Bukankah ini yang telah disampaikan Rasulullah SAW sebelum empat belas abad?

Fakta Kelima
Para ilmuwan modern menemukan bahwa wilayah Nashiyah (tempat paling atas dan ada di depan otak, ubun-ubun) merupakan wilayah penting yang berfungsi menetapkan keputusan yang benar. Setiap kali wilayah ini mengalami interaksi lebih tinggi, lebih aktif dan lebih stabil, maka keputusan yang diambil akan lebih detail dan lebih bijak. Karena itulah salah satu do'a yang diucapkan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ahmad adalah, “Nashiyatii biyadik.” (nashiyahku ada di dalam kekuasaan-Mu). Dalam do'a tersebut, Rasulullah SAW menyerahkan sepenuhnya segala urusan kepada Allah SWT. Allah lah yang menentukan semuanya sesuai Kehendak dan Keinginan-Nya. Sisi lain yang tersingkap dalam hadits ini adalah wilayah yang disebut nashiyah tadi. Sebagai lokasi organ yang memainkan peran penting dalam banyak aktifitas manusia, seperti mengetahui, mengarahkan, memecahkan masalah, berinovasi. Karena itulah Rasulullah SAW menyerahkan wilayah tersebut kepada Allah SWT sesuai dalam do'anya tersebut, “nashiyatii biyadik.” Demikialah, hadits Rasulullah SAW otomatis mengindikasikan pentingnya organ tubuh di wilayah itu.

Para ilmuwan baru-baru ini melakukan sjumlah kajian dalam rangka untuk menemukan kebohongan. Dan hasil dari kajian ini, mereka menemukan bahwa daerah yang bertanggungjawab atas kebohongan adalah otak manusia bagian depan yang terletak di bagian yang disebut “an-Nashiyah” (ubun-ubun). Yang mengagumkan adalah bahwa al-Qur'an sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl. “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al-Alaq: 15-16).

Fakta Keenam
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah terjadinya kematian secara tiba-tiba.” (HR. Thabrani). Hadits ini jelas menunjukkan kemukjizatan ilmiah dalam hakikat medis yang tak mungkin bisa dibantah. Kemukjizatan ini telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW yang memang tak mengatakan sesuatu berlandaskan hawa nafsu, melainkan karena wahyu Allah SWT. Hal ini ditegaskan dari perhitungan detail oleh PBB, yang menyimpulkan adanya fenomena kematian secara tiba-tiba. Kematian seperti itu, menurut penelitian, akan terus terjadi tanpa bisa dihentikan meskipun beragam mekanisme pencegahan dilakukan.

Para dokter ahli jantung menegaskan bahwa kematian tiba-tiba semakin banyak dialami manusia pada tahun-tahun terakhir. Meski beragam perkembangan medis untuk menangkal penyakit ditemukan, tapi jumlah kematian secara tiba-tiba terus bertambah. Pertanyaannya: Bukankah ini yang secara jelas telah disampaikan dalam hadits Nabi SAW?

Fakta Ketujuh
Kebanyakan imuwan menyebtukan ketuaan adalah cara terbaik sebagai akhir kehidupan manusia secara alami. Upaya apapun untuk memanjangkan umur melewati batas yang telah ditetapkan, justru akan memunculkan penyakit baru, antara lain kanker. Profesor Lee Silver dari princton University di Amerika mengatakan, “Upaya apa saja yang dilakukan manusia untuk abadi, itu berlawanan dengan tabiat alam.” para ulama telah menyimpulkan bahwa uang sebesar apa pun tidak bisa digunakan untuk memanjangkan usia. Inilah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah tidak memberikan penyakit, kecuali diberikannya juga obat (bagi penyakit itu), kecuali satu penyakit: ketuaan.” (HR. Ahmad).

Inilah sebagian dari fakta-fakta ilmiah yang menegaskan kemukjizatan serta kebenaran Hadits-Hadits Rasulullah SAW. Jadi, bagi yang sampai saat ini masih senantiasa sombong dengan membuang hadits-hadits silahkan bertobat, mumpung dunia belum kiamat. Semoga Alloh memberi hidayah pada saudara-saudaraku yang masih tersesat di jalan Ingkar Sunnah. Amin..

Sumber: Majalah Tarbawi edisi 272 Tahun 2012
Share this post :

+ Komentar + 3 Komentar

Anonim
17 Juli 2012 10.48

bagus pak guru...izin di share di fb ya...jazakaLLOH


fb: nurmawanto ok

Anonim
20 Agustus 2012 07.48

insya allah info yg banyak manfaatnya

27 Januari 2013 13.09

assalamualaikum pak mukhsin pripun kabare tesih ngaos bahasa arab mboten?

Poskan Komentar

Anda merasa mendapatkan KEBAIKAN dari postingan ini? SILAHKAN BERKOMENTAR secara santun, bijak, dan tidak menghakimi. TERIMAKASIH telah sudi meninggalkan komentar di sini. Semoga hidup Anda bermakna. amin...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger