Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

JANGAN ganti nomor HP Anda, Berbahaya!


Bagi anda yang suka gonta-ganti nomor handphone maka sudah saatnya untuk mengentikan kebiasaan buruk tersebut. Mengapa? Karena ternyata nomor HP yang pernah kita gunakan dan kita anggap sudah mati akan diaktifkan kembali oleh operator untuk dijual lagi di pasaran lagi. Tidak percaya? Saya adalah salah satu korbannya. :)
Begini ceritanya. Dulu saya memiliki nomor cantik milik operator Satelindo dengan nomor 0815-4855-0688. Nomor tersebut saya beli sekitar seminggu sebelum menikah dengan harga Rp. 80.000,- sungguh harga yang sangat mahal untuk saat sekarang. Kalau saat ini harga kartu perdana sudah teramat sangat  murah, paling-paling hanya Rp. 3.000,-. Saya 'terpaksa' membeli HP dan kartu perdana karena calon istri saya saat itu sudah memegang HP. Dan jika terus menerus mengandalkan telephone di rumah kos Kartasura Solo sungguh repot. Saya tidak bisa menerima telephone jika sang induk semang sedang tidak berada di rumah.

Oleh karena itu oleh sang ayah, KH. Subchan As, saya dibelikan HP Siemens second seharga Rp. 350.000,- dan saya bertugas mengisi sendiri kartu perdana Mentari dengan nomor di atas. Nomorpun tersebar di segala penjuru dunia (hehe), termasuk calon istri saya, Sri Handayani. Telepon, SMS, dan sebagainya berjalan lancar ketika di luar rumah. Namun begitu masuk ke dalam rumah, HP tersebut seolah mlempem, tidak berfungsi. Dan setelah membayar Rp. 5.000,- untuk servis alhamdulillah HP bisa beraksi baik di dalam maupun di luar rumah.

Ketika saya menulis buku "Agar Suami Tetap Setia" (diterbitkan oleh Gema Insani Press Depok tahun 2007), nomor HP saya itu pun saya cantumkan di halaman biografi bagian belakang buku. Beberapa SMS pembaca pun masuk dengan sukses dan terjawab dengan baik lewat nomor Mentari tersebut. Namun malang tak dapat ditolak dan mujur tak dapat diraih, tiba-tiba sang operator Satelindo dijual ke Indosat. Indonesia geger. Kenapa? Karena Satelindo adalah operator milik Yahudi dari negara Singapura. Lihat saja logonya yang Bintang David tersebut.

Sebagai penganut Muslim yang taat (mudah-mudahan sampai mati), maka saya pun ikut-ikutan berang. Masak Yahudi mau saya support untuk membantai saudara-saudara saya di Palestina? Saya pun melakukan boikot produk mereka. Caranya? Nomor Mentari Cantik saya itu saya buang, saya gunting, karena saking kesalnya. Awalnya sungguh berat sekali karena harganya mahal. Namun mau bagaimana lagi, inilah yang saya sebut pengorbanan saat itu. Saya pun berganti nomor dengan operator Telkomsel.

Sepuluh tahun kemudian......

Malam itu saya membagi-bagikan buku saya "Agar Suami Tetap Setia" kepada teman-teman sehalaqoh. Karena saya kedatangan satu kardus besar berisi 289 eksemplar buku sisa yang belum terjual. Buku tersebut saya terima sebagai ganti royalty dari penerbit Gema Insani Press. Saya pun membagi-bagikan juga kepada binaan-binaan saya di Tayu Pati Jawa Tengah. Dengan niat iseng, saya pun mencoba misscall nomor mentari cantik saya tersebut. Betapa kagetnya saya, ternyata nomor tersebut aktif. Ya betul, nomor tersebut yang saya kira sudah dipendam di dalam kubur dengan kain kafan ternyata bangkit lagi. Sungguh menyeramkan...... :)

Besok paginya, saya pun mengirim SMS ke MANTAN nomor cantik milik saya tersebut. "Maaf, sekarang yang pegang nomor ini siapa? Sepuluh tahun yang lalu saya adalah pemegang nomor 0815-4855-0688 ini. Terimakasih. ttd...Muhsin Suny M." dan gubraakkksss..... Sang nomor pun menjawab: "Walaikum slm. yang pegang saya 'ari' kota boyolali kec karanggede. ya benar no tsb di resekel ama indosat.mohon mf bila sy tdk mengangkat misscall krn sy tdk mengenal no anda. no tsb 0688 saya registrasi sekitar 4th yll utk transaksi m tronik."

Sungguh. Betul-betul tidak menyangka! Coba bayangkan, seandainya sang pemegang nomor, yakni mas ari, adalah orang 'jelek', maka saya-lah yang akan kena getahnya. Karena para pembaca mengira bahwa nomor tersebut masih saya pegang. Namun, karena semua sudah terjadi, apa boleh buat. Saya hanya berdo'a semoga mas ari ini adalah orang baik, orang sholih, sehingga mau membantu saya ketika ada SMS dari pembaca buku saya "Agar Suami Tetap Setia" mau konsultasi. amin...

Bagi para pembaca yang kebetulan membeli buku saya, ini juga sebagai pemberitahuan bahwa nomor saya yang tercantum di bagian biografi 0815-4855-0688 sudah tidak menjadi nomor saya lagi. Jika Anda ingin berkonsultasi dilahkan kirim saja lewat email: muhsinsuny@gmail.com agar lebih valid dan lebih komplit pertanyaannya...

Terakhir bagi anda semua, saya sarankan JANGAN gonta-ganti nomor HP, karena sangat berbahaya..... salam..

Tayu Kulon, 11 Maret 2013 pukul 08:13


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger