Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Home » , , » MENCARI BUKTI KESESATAN PEMIKIRAN MINARDI MURSYID

MENCARI BUKTI KESESATAN PEMIKIRAN MINARDI MURSYID

Written By Guru Pintar on 10 November 2009 | 09.58

Pendahuluan
Drs. Minardi Mursyid, pimpinan Yayasan Tauhid Indonesia (Yatain) menulis sebuah makalah berjudul “Masyarakat Manusia di Planet Luar Bumi” di sebuah situs. Sebuah makalah yang mencoba membuktikan bahwa di planet luar bumi terdapat manusia seperti kita.
Sebelum kita lebih jauh membahas kesesatan makalah ini ada baiknya saya uraikan sedikit tentang Yatain ini. Yatain adalah sebuah yayasan yang kegiatan intinya adalah mengadakan pengajian-pengajian rutin di berbagai daerah di Solo dan sekitarnya. Secara pintas pengajian ini memang menarik karena dikemas dengan sajian teknologi tinggi. Seperti penggunaan laptop, handycam, LCD proyektor dan wall screen. Sebuah kemasan yang sangat jarang-jarang ditemukan di forum-forum pengajian di Solo.

Setiap pengajian dilaksanakan pasti direkam dan kemudian di-burn dalam CD dan dibagikan secara gratis kepada jama'ah pengajian. Sebuah kemasan pengajian yang tidak pernah dilakukan oleh siapapun, bahkan di perkuliahan magister sekalipun. Sebagaimana kita lihat dimana-mana lazimnya pengajian pasti berisi ceramah murni. Kalaupun ada yang memakai bantuan LCD pasti hanyalah beberapa. Itupun biasanya pengajian khusus yang diikuti oleh orang-orang khusus juga.
Awal saya mengenal Yatain adalah dari seorang wali murid SDIT Muhammadiyah al-Kautsar Gumpang Kartasura. Wali murid itu memberikan saya sebuah buletin yang berisi keraguan tentang kisah (mereka menyebutnya “dongeng”) Isra' Mi'raj. Saat itu saya tidak begitu memperhatikan makalah itu, meskipun saya mempertanyakan logika-logika yang ditampilkan di dalamnya.
Akan tetapi ketika tiba-tiba pengajian itu pindah di rumah tetangga dan saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Mbah Min (panggilan akrab jama'ah Yatain untuk Drs. Minardi Mursyid) menyampaikan pikiran sesatnya, saya pun gerah dibuatnya. Akhirnya bersama teman-teman aktivis se-kartasura saya membubarkan pengajian itu setelah sebelumnya diadakan dialog di kelurahan dengan mediasi bapak Camat Kartasura.
Dakwah Yatain ternyata tidak hanya terbatas pada pengadaan pengajian rutin di beberapa daerah. Mereka juga berani membeli jam siar di MQ FM Solo meskipun dengan harga yang tidak murah. Akan tetapi siaran itu hanya berjalan dua kali karena mendapatkan pertentangan dari MUI Solo dengan alasan menyebarkan ajaran yang meresahkan masyarakat.

Bukti Kesesatan
Sebenarnya mudah saja untuk membuktikan bahwa ajaran Mbah Min adalah sesat. Jika kita baca makalah tersebut dari awal sampai akhir maka tidak satupun kita menemukan kutipan hadits di sana. Akan tetapi jika makalah ini dibaca oleh orang awam memang bisa menyesatkan karena ia mengemasnya dengan bumbu logika. Meski makalah tersebut berjumlah 25 halaman (58.025 karakter), tetapi semuanya memakai ayat-ayat al-Qur'an sebagai dalil.
Makalah tersebut diawali dengan cercaan mbah Min atas kelambatan umat Islam dalam merespon setiap perkembangan teknologi. Umat Islam banyak yang hanya jadi penonton atas perkembangan teknologi yang ada. Tampak jelas di makalah tersebut (dan juga dalam ceramah-ceramahnya) mbah Min menyesalkan umat Islam yang masih saja menyitir ucapan Imam al-Bukhari dan ulama-ulama “kuno” lainnya karena kehidupan mereka jauh setelah Nabi meninggal.
Ia ingin mengajak umat Islam untuk memakai akal pikirannya sendiri dan tidak terpengaruh oleh doktrin-doktrin lama. Ia mengatakan:
”Sebenarnya sejak 15 abad yang lalu Al Qur’an telah menerangkan berbagai persoalan yang ada di jagad raya ini, cuma masalahnya sistem pendidikan yang selama ini diajarkan hanyalah berupa hafalan-hafalan sehingga pada umumnya anak didik kita banyak yang tidak bisa memahami tentang sesuatu. Seringkali orang dipaksa untuk percaya begitu saja secara taklid buta walaupun kadang-kadang keterangan yang disampaikan tidak sejalan dengan pemikiran secara wajar. Ironisnya para Sarjana kitapun masih banyak yang kurang kritis dan teliti, bahkan mereka juga mengikuti pemahaman ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, sehingga posisi kita sering selalu ketinggalan, terutama dalam hal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.”
Makalah tersebut diawali dengan pembahasan tentang dunia, sama'/samawat dan dabbah. Kesesatan pertama langsung tampak pada saat ia membahas tentang dunia. Ia menyitir al-Qur'an surat al-Mulk (67): 5 sebagai berikut:
“Sesungguhnya kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat pelempar setan. Dan Kami sediakan mereka siksa Neraka yang menyela-nyala”
Inilah yang aneh, meski mbah Min menampilkan terjemahan dari tiga versi yakni dari Departemen Agama, Lembaga Percetakan Al Qur’an Raja Fahd di Madinah al Munawarah, dan terjemahan Prof. Mahmud Yunus, tetapi mbah Min menolak ketiga model terjemahan tersebut. Ia dengan sombongnya menerjemahkan sendiri ayat tersebut dengan akalnya.
Berikut terjemahan versi mbah Min:
“Dan sungguh Kami hiasi ANGKASA DUNIA = angkasanya semesta raya (langitnya semesta raya ini) dengan bintang-bintang (pelita-pelita) dan Kami jadikan dia (bintang-bintang itu) ancaman (rujuman) bagi setan-setan. Dan kami sediakan atas mereka siksa yang membakar”. (p.4)3

Selanjutnya mbah Min mengatakan: “Jika “sama’a dunya” diartikan dengan “langit yang dekat dengan Bumi” atau “langit yang hampir ke dunia” maka langit manakah yang jauh dari dunia, atau bahkan pengertian dunia seolah-olah hanyalah Bumi ini. Maka semestinya dia harus diartikan “angkasa dunia”, dia adalah angkasanya atau langitnya semesta raya ini dan bukan hanya langitnya Bumi.” (p.5)
Mbak Min ingin menegaskan bahwa langit yang ada adalah langitnya semesta alam, bukan hanya langitnya bumi. Di bagian lain mbah Min memahami bahwa langit yang dimaksud adalah seperti “longan” (kolong di bawah ranjang) yang tidak pernah diciptakan. Ia ada dengan sendirinya karena adanya bumi, sebagaimana longan yang ada karena adanya ranjang. Begitu bumi hilang, maka langit pun hilang. Sebagaimana jika ranjang hilang, maka hilanglah longan.
Barangkali mbah Min belum pernah membaca surat al-Baqarah (2): 29 bahwa langit itu diciptakan oleh Alloh.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي اْلأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. Al-Baqarah (2): 29).
Atau ayat sebelumnya yang menyatakan bahwa langit itu dijadikan Alloh sebagai atap bagi manusia.

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اْلأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Alloh, padahal kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah (2): 22).
Dari ayat ini jelaslah bahwa langit bukanlah longan sebagaimana kata mbah Min. Bagaimana mungkin longan bisa menjadi atap? Apalagi bisa mengeluarkan air hujan? Dan di ayat lain dijelaskan pula bahwa langit pun bisa pecah saat Hari Kiamat datang (77:9; 82:1; 84:1). Langit pun mempunyai pintu-pintu (78:19). Jika langit dikatakan seperti longan, bagaimana mungkin ia bisa terbelah, apalagi mempunyai pintu?
Mbah Min juga mempertanyakan arti “rujuman lis syayâthin” yang diartikan sebagai pelempar syetan. Mbah Min mengartikannya sebagai ancaman bagi para syetan, bukan sebagai alat pelempar. Dengan kebodohannya ia mengatakan:
“Kapan Allah pernah melempar setan dengan bintang yang sangat besar itu? Padahal keadaan bintang itu sama dengan Surya (Matahari) kita, maka setan mana yang dilempar dengan benda sebesar itu.” (p.6)

Tampak jelas bahwa ia sama sekali tidak mendahulukan iman daripada logika. Mestinya iman tidak boleh dikalahkan oleh logika. Sebagaimana peristiwa Isra' Mi'raj Nabi yang dipertanyakan oleh Mbah Min dan orang-orang Inkarus Sunnah kebanyakan. Kita mestinya mencontoh sikap sahabat Abu Bakar r.a yang dengan lantang mengatakan:
“Kalau itu (peristiwa Isra' Mi'raj) yang mengatakan adalah Nabi, maka saya pasti percaya”
Dengan sikapnya itulah maka tidak berlebihan jika Rasulullah memberinya gelar ash-Shiddieq. Karena Abu Bakar telah mendahulukan imannya daripada akalnya. Meskipun barangkali akalnya tidak bisa mencerna peristiwa Isra' Mi'raj, tapi beliau tetap beriman dengan peristiwa itu, sebab Nabi tidak pernah berbohong. Bagaimana mungkin seseorang yang selama 40 tahun saja tidak pernah berbohong kepada manusia, kemudian ia berbohong atas nama Alloh?
Penafsiran rujuman lis syayatin sebagai pelempar syetan sudah menjadi kesepakatan ulama. Di dalam tafsir at-Thabary dijelaskan bahwa fungsi bintang itu ada tiga: sebagai penghias langit, sebagai pelempar syetan, dan sebagai alat untuk penanda arah. Di dalam surat al-Jin (72):8 juga dijelaskan tentang penggunaan bintang sebagai pelempar syetan. Yakni para syetan yang mencoba mencuri informasi dari langit.

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا (8) وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ اْلآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
“Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (Q.S. Jin (72): 8-9

Jadi jelaslah sudah bahwa selain sebagai hiasan dan alat penanda arah mata angin, bintang juga berfungsi sebagai alat untuk melempar para syetan yang mencoba mencuri informasi dari langit. Apa yang dikatakan oleh mbah Min adalah pengawuran yang luarbiasa.

***
Pembahasan kedua yang dilakukan oleh mbah Min adalah tentang sama'/samawat. Dalam pembahasan ini kembali mbah Min mengutarakan tafsiran ngawurnya. Dia menerjemahkan lafal sama' dengan seenak perutnya sendiri. Terkadang sama' diartikan sebagai atmosfir, terkadang diartikan sebagai tata surya, terkadang diartikan planet-planet, dan terkadang diartikan sebagai langit. (p. 9).
Penafsiran yang tidak konsisten tentang lafal sama'/samawat ini terjadi karena sejak awal mbah Min sudah tidak percaya dengan langit. Seperti yang saya utarakan di depan bahwa langit menurut mbah Min adalah “longan” yang meliputi setiap planet yang ada. Dimana ada planet maka di situ juga ada langit. Sehingga untuk mendukung argumennya ini ia memaksakan tafsiran sama'/samawat dengan berbagai arti.
Lebih lanjut mbah Min juga tidak percaya akan adanya langit lapis tujuh. Kalau memang langit lapis tujuh itu ada, mengapa sampai sekarang belum juga ditemukan? Begitu argumen yang ia utarakan.
Yang lebih lucu lagi adalah ketika mbah Min mengartikan Q.S. Nuh (71):16 . tampak sekali bahwa mbah Min ini memang tidak paham tata bahasa Arab, sehingga ia keliru dalam mengartikan lafal fihinna. Kata fihinna adalah dlomir yang kembali kepada samawat, tetapi oleh mbah Min diartikan sebagai bulan-bulan. Perhatikan uraian ngawurnya berikut:
“Kalau kita perhatikan pada Surat Nuh (71) ayat 15 dinyatakan bahwa Allah telah menciptakan tujuh Samawat itu bertingkat-tingkat. Memang keadaan planet-planet itu bertingkat-tingkat menurut garis orbitnya masing-masing. Kemudian pada ayat 16 dinyatakan DIA jadikan BULAN-BULAN padanya (fiihinna) berarti Bulannya banyak, padahal Bulan yang ada di Bumi ini hanyalah satu. Maka Bulan yang lain adalah Bulan dari masing-masing planet itu, karena tidak mungkin langit memiliki Bulan atau dikitari Bulan, karena itu yang dikitari Bulan pastilah planet-planet itu” (p.11).

Mbah Min juga mempertanyakan tafsiran Q.S. An-Naba' (78): 12 bahwa Alloh menciptakan tujuh yang kokoh. Menurut mbah Min, jelaslah sudah bahwa yang dimaksud tujuh yang kokoh bukanlah langit, melainkan planet seperti bumi ini. Sedangkan langit tidak mungkin kokoh.
Padahal al-Qur'an sendiri menjelaskan bahwa Alloh menciptakan langit tanpa tiang. Perhatikan ayat berikut:

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. (Q.S. Luqman (31): 10).

***

Pembahasan berikutnya yang dilakukan oleh mbah Min adalah tentang dabbah. Menurut mbah Min penafsiran dabbah dengan binatang melata adalah salah. Menurutnya dabbah tidak hanya sekedar binatang, tetapi juga manusia. Dia mempertanyakan penerjemahan yang dilakukan oleh Departemen Agama pada surat asy-Syuro (42): 29 sebagai berikut:

“Dan diantara Ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)Nya ialah menciptakan langit dan Bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang DIA sebarkan pada keduanya. Dan DIA maha kuasa mengumpulkan apabila dikehendakiNYA.”

Menurut mbah Min ayat tesebut sebaiknya berarti:

“Dan dari Ayat-ayatNya ialah penciptaan Samawat (planet-planet) dan Bumi, serta yang DIA kembang biakkan pada keduanya (Samawat dan Bumi) dari dabbah (makhluk berjiwa) dan DIA atas pengumpulan ketika DIA kehendaki adalah menentukan.” (p. 14).

Memang kalau kita baca tafsir Ibnu Katsir, maka arti dabbah itu meliputi malaikat, manusia, jin, dan hewan-hewan. Dalam hal ini mbah Min ada benarnya, tetapi tidak mutlak. Karena ia masih beranggapan bahwa bagaimana mungkin dabbah bisa hidup di langit? Kalau dabbah hidup di planet pasti bisa. Padahal ayat tersebut menyebutkan langit dan bumi. Jadi tidak hanya menyebutkan langit saja. Sudah pasti yang hidup di langit adalah para malaikat dan yang hidup di bumi adalah manusia, jin dan binatang melata.

Penutup
Demikianlah, kalau dari awal sudah salah dalam memaknai, maka sampai kapanpun akan salah. Atau memang sengaja diarahkan ke arah yang salah? Wallahu a'lam.

Daftar Pustaka
Minardi Mursyid, Masyarakat Manusia di Planet Luar Bumi
Maktabah Syamilah
Alqur'an Digital
www.gurugo.blogspot.com
Share this post :

+ Komentar + 115 Komentar

18 November 2009 10.02

kok tahu saya menang :D

19 November 2009 13.39

Lho di belum lihat pengumuman ya? Lihat saja nanti lak ada namamu. OK

11 Februari 2010 11.32

Memang semua orang Islam Solo, terutama yang berasal dari daerah Sragen (tentunya yang masih beriman sehat) tahu bahwa ajaran yang dibawa oleh Mbah Min adalah ajran SESAT dan MENYESATKAN. Seandainya Rasulullah masih hidup, saya yakin beliaulah yang turun tangan untuk membunuh Mbah Min. Karena Beliau sudah dihina lewat sahabat-sahabtnya yang tercinta. Apa balasannya bagi orang yang menghina para sahabat yang mulia selain hukum bunuh? Allohu Akbar!!!

10 Maret 2010 18.10

jangan mengatakan orang lain sesat.., belum tentu kita benar. kalo mengaku Islam ya berpedoman pada Al Qur'an, apa mbah min pake injil...., jangan suka menyesatkan pikiran orang lain...., oarng mengerti itu harus bijaksana.... orang bodoh... ngaku pinter..... teliti dirimu sebelum memberikan kesimpulan pada orang lain......pelajari jangan sepotong-sepotong, harus total, biar kita mudeng... durung mudeng kok udah klaim sesat... gimana tuh ngaku orang ngerti...... BOHONG BELAKA, justru anda adalah yang menyesatkan.....

16 Maret 2010 10.31

just see at the end of the world, who right and who false, who win and who lose. and as an ordinary human we dont have an authority to judge someone that he/she's wrong or astray. you should know that our Lord, ALLAH never said and never judge someone or some community is astray, never. mmhh.... but i think, i agree with Mr. Minardi, Allah made any planet and of course it has any purpose, and yeah maybe there're creatures living there but we dont know about it (mmh maybe because our tiny minds?). And one thing that i like from Mr. Minardi, he shares and he tells anything based on Al-Qur'an, i think if everything was in Al-Quran, why we use another?? such hadist or another literatures.

24 Maret 2010 14.08

saya mengatakan sesat tidak sendirian om parmin. Anda sudah baca tulisan saya belum? Kalau tidak mau tersesat ya pakai al-Qur'an dan al-Hadits. Kalau hanya pakai salah satunya ya akan tersesat seperti mbah Min dan jama'ahnya. Jelas sekali sabda Nabi: "Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika berpegang pada keduanya; yakni al-Qur'an dan al-Hadits." Jadi sudah sesuai dengan sabda Nabi tersebut bahwa mbah Min akan tersesat. Anda jangan hanya ikut kata-kata Mbah Min yang terkadang masuk akal. Ikutilah kajian yang lain. Bukankah Mbah Min mengajak Anda untuk selalu berpikir kritis? Tapi mengapa Anda hanya seperti bebek yang berjalan di belakang mbah Min tanpa protes sedikitpun? Pelajari Islam secara global, kaffah. jangan sepotong2. begitu kata Anda. tapi Anda membuang hadits. Apa itu tidak menghianati kata2 anda sendiri? Camkan...!

24 Maret 2010 14.25

Who says we do not have the authority to say who is right and wrong? God has given us equipped to tell other people that is right or wrong with the al-Qur'an and al-Hadith. The notion that the Qur'an is complete so there should be no extra is a typical expression of Ingkarus Sunnah people who want to destroy Sunni Islam as the destruction of Christians and Jews.
Dan untuk menafsirkan al-Qur'an tidaklah sembarang orang dengan seenaknya bisa menafsirkan al-Qur'an. Sebagaimana yang mbak Min lakukan hanyalah otak-atik matuk. Dan pasti tafsiran mbah Min suatu saat akan dia rubah lagi jika tidak sesuai dengan zamannya. Jadi alias plin plan tidak konsisten

5 April 2010 14.26

assalmualaikum pak guru..
saya mau ikut nimbrung ni pak.mhn ijin sebelumnya...
bgini pak guru,ada dua hal yang perlu digarisbawahi...
alquran dan alhadist...
sebenarnya mana yang jadi sumber hukum?
apakah alquran? atau hadist? apakah tanpa hadist alquran itu tdk bisa dipelajari dan ditakwilkan, apakah alquran tidak bisa menerangkan dan menyelesaikan setiap urusan manusia dan makhluk baik yang ada di samawat dan di bumi?jika tidak dimana kedudukan ALLAH sebagai Tuhan, apakah mungkin Allah tidak bisa menerangkan hukum2Nya yang tertuang dlm kitab2Nya,dan harus dengan bantuan manusia untuk melengkapi?Alquran itu langsung dari Allah yang Maha kuasa, yang Maha tinggi ilmuNya,praktis semuanya sudah lengkap..
nha hadist itu sendiri merupakan perkataan dan perilaku nabi yang ditulis dan didokumentasikan,tetapi bukan sumber hukum, karena sumber hukumnya tetap Alquran. jika haddis dijadikan sumber hukum yang melengkapi alquran lalu bagaimana umat-umat terdahulu? ingat lo pak guru, ALLAH itu satu, dan dari dulu sampai sekarang ketetapanNya tidak berubah-ubah.
oiya satu lagi, Aisyah pernah berkata klo Akhlak Nabi itu adalah Alquran... iya khan? lalu kenapa kita ga ikuti nabi dengan mempelajari Alquran dengan kaffah...karena Nabi gpernah menyampaikan yang lain selain Alquran.
pak guru, Allah tidak pernah menjustifikasi seseorang, bahkan Firaun yang mengaku dirinya Tuhan tidak dikatakan kafir atau sesat, Allah hanya mengatakan bahwa firaun hanya menyombongkan diri.
oiya untuk komen yang paling atas, koq anarkis sekali, apa iya Nabi akan berbuat seperti itu? apa pernah Nabi mencerminkan akhlak diluar Alquran, nabi itu dihina, diludahi, bahkan hendak dibunuh sekalipun, yang dilakukanya adalah mendoakan org yang berlaku semena2 kepadanya.
bapak guru yang terhormat, saya tidak mengingkari siapa nabi kita semua, kita tidak pernah mengatakan nabi kita bukan muhammad SAW yang mulia, hanya kami lebih berhati-hati soal hadis, karena sumber hukum manusia adalah Alquran,jadi mari bersama-sama untuk lebih kritis lagi tentang hadis ini, mari bersama-sama kita compare hadis ini kedalam Alquran. maka akan terlihat mana yang benar perkataan Nabiyullah dan yang bukan, jika masih tidak cocok, apa ya mungkin quran-nya yang salah dan harus diralat atau diganti? kan tidak mungkin to pak guru...
saya yang bodoh ini hanya ingin mencoba mengajak pak guru yang paham tentang ini, untuk lebih sabar dan bijak, untuk tidak langsung menjustifikasi, karena itu yang dicontohkan Nabi kita Muhammad. klo berkenan, mari kita duduk dan diskusi bersama,agar bisa saling mengingatkan,jika saya keliru mhn bimbingannya.
mungkin itu dulu pak guru,
terima kasih atas perhatianya.
syukron jazz. wassalamualaikum

Anonim
10 April 2010 16.05

Hamba Allah :orang jahat biasanya mengatakan paham lain sesat, harusnya pak guru jangan nuding org lain sesat dong. menganggap dirinya paling benar dah dzalim lo cari sendiri ayatnya anda kan pintar!

17 April 2010 19.50

@godspot: wa’alaikumussalam… monggo silahkan nimbrung mbah…
Yang jadi sumber hukum jelas dua-duanya mbah. Sesuai dengan petunjuk dari Nabi kita Muhammad SAW. Jadi bukan hanya al-Qur’an saja. Kalau anda bertanya dimana kekuasaan Tuhan sehingga perlu bantuan manusia dengan al-hadits. Saya juga bertanya, dimana kekuasaan Tuhan mengapa ia menurunkan lewat Muhammad yang adalah seorang manusia? Mengapa DIA tidak langsung berbicara kepada Anda? Sama saja tho mbah? Al-Qur’an sampai kepada Anda lewat siapa? Apa langsung dari Allah? Pasti lewat Nabi Muhammad lalu sahabat lalu tabi’in lalu tabi’it tabi’in dan seterusnya bukan? Mereka-mereka jugalah yang membawa al-Hadits. Lalu mengapa Anda hanya menerima al-Qur’an? Apa ini bukan melecehkan kredibilitas para sahabat dan Nabi sendiri? Sama salafus salih saja sikap Anda begitu, bagaimana dengan sikap kepada sesama muslim?
Nabi bersabda: “Sebaik-baik generasi adalah generasi pada masaku, kemudian sesudahnya dan sesudahnya”. Generasi yang baik saja anda lecehkan. Sungguh saya mohon maaf jika Anda terusik dengan tulisan saya di blog ini. Sebagai sesama muslim saya punya kewajiban meluruskan saudara saya yang sesat. Kalau Anda keberatan dengan pelurusan saya, silahkan. Yang jelas saya sudah terbebas dari kewajiban. Jadi, jika besok saya ditanya di akherat saya bisa menjawab: “Maaf ya Alloh, saya sudah mengingatkan mereka (orang-orang ingkarus sunnah) tetapi mereka benar-benar keras kepala.”
Memang betul sekali kata Aa Gym: “Orang yang paling celaka adalah orang yang ketika diperingatkan bahwa di belakangnya ada ular berbisa, ia langsung MEMUKUL. Tapi BUKAN ularnya. Melainkan orang yang memberitahu.”
Orang yang masih punya nurani mestinya berterimakasih jika ditunjukkan kesalahan dan kesesatannya. Bukannya meradang dan marah-marah. Ibarat Anda sedang berada di Solo dan ingin pergi ke Jogja tapi Anda melaju kea rah timur. Apakah Anda mesti marah-marah ketika saya tunjukkan bahwa arah ke Jogja yang benar adalah ke selatan?
Hadits itu bukan karya sembarangan mbah. Bukan karya kacangan. Metodologi penulisan hadits sangat luarbiasa hebatnya. Hanya orang-orang yang pemahamannya tidak mendalam (tapi mengaku sangat paham) saja yang menolak hadits. Semuanya hadits bisa dilacak sanadnya. Si A murid dari si B atau si C guru dari si D dan seterusnya. Semuanya tercatat dengan baik. Sebuah pencatatan yang luarbiasa. Mana ada zaman sekarang orang mencatat bahwa si anu adalah murid dari si anu dan sebaliknya. Paling-paling hanya daftar murid saja. Orang-orangnya pun jelas, siapa perawi yang suka berbohong atau bahkan hafalannya tidak kuat pasti ketahuan . Hanya karena Anda punya prasangka buruk kepada mereka saja yang mengakibatkan Anda tidak emndapatkan hidayah. Padahal tanpa mereka Anda tidak akan pernah kenal Islam. Dan Anda pasti masih menyembah berhala sekarang ini. Semoga Allah segera memberikan petunjuk kepada Anda. Terimakasih…

Anonim
20 April 2010 21.42

pak guru pintar mohon maaf yang sebesar2 nya klu blh saya tanya kira2 menurut hadits itu yg di terangkan Nabi MUHAMAD S.A.W. Itu al Qur'an apa hadits ya ?

MC Zabidi
22 April 2010 17.31

hamba Allah pak Guru yth anda sebaiknya ajak diskusi satu meja gitu lo pak, biar agak bisa dilihat santun spt orang islam yang katanya harus santun bijak, terbuka, berani, menghadapi siapa saja untuk berargumen, bahkan diskusi terbuka dimana saja tidak hanya lewat tulisan, gmn berani, oke pak guru? gentleman gitu ya pak guru, sy akan salut bila ada titik temunya barangkali!!!!!! paaak guruuuuuuuuuuuuuu!!!!!

abas
23 April 2010 11.34

Hidup Guru Pintar, anda hebat, sudah berani menyesatkan orang, dan menganggap dirinya paling benar, coba pak guru pintar, bagaimana dengan nabi-nabi terdahulu, apakah mereka juga sesat krn tidak menggunakan hadist Nabi Muhammad SAW, padahal di dalam Alquran Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk mengikuti Millah Nabi Ibrahim sesempurnanya, Mari Pak Guru Pintar sudah berapa ribu ayat Alquran yang anda kuasai, ingat Pak Guru Pintar, Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi itu krn mendapatkan Wahyu yaitu Alquran, terus pak Guru kalo pak guru disumpah kok nggak pernah pake hadist, tapi pake Alquran, trus mas kawin nggak pernah ada yg pake hadist tapi Alquran, kalo mati yang katanya ditanya malaikat ditanya kitabnya kok nggak hadist dan Alquran, tapi cuma Alquran, coba pak guru yang katanya pintar merenungi dengan hati jernih, jgn cuma bisa menvonis orang sesat, sudah berapa ayat Alquran yang pak guru pahami, bukan hanya dihafal, Ingat pak Guru Yang punya Surga ALLAH, Dan ALLAH tidak mau dibanding-bandingkan dengan manusia baik hukum atau apapun, apalagi dengan hambanya, dan saya yakin yang dijalankan sehari-hari oleh nabi Muhammad SAW hanya Alquran, krn beliau tau begitu hebatnya ALLAH, tdk mungkin mengganti dengan selain ALquran, lebih baik kami mengingkari hadist daripada kami mengingkari Alquran, krn kalo kami mengingkari alquran, kami takut zhalim dan sesat. terima kasih, coba renungi dengan Qollbu anda bukan dengan otak anda, salam kenal

4 Mei 2010 10.43

Mohon maaf bang Abas, bukan sy yg menyesatkan. Alloh sendiri yg mengatakan bahwa siapa yg tdk taat pada Alloh dan Rasul-Nya berarti dia berada dalam kesesatan yg sangat nyata atau kafir (3:32) dia akan disiksa di neraka (4:14, 8:13, 9:63), mereka akan mati fasik (9:84) dan seterusnya. Ada 62 ayat di al-Qur’an yg menyatakan bahwa kita mesti mengikuti Alloh dan Rasul-Nya. Jadi kesimpulannya, jika Anda mengingkari hadits, itu artinya anda juga mengingkari al-Qur’an. Karena al-Qur’an-lah yg menyuruh kepada kita untuk taat kepada Alloh dan Rasul-Nya. Taat kepada Nabi hanya bisa dilihat lewat memelajari al-Hadits. Karena Anda tdk akan menemukan perilaku keseharian Nabi di al-Qur’an. Seperti bagaimana Nabi makan, bagaimana Nabi tidur, bagaimana Nabi bergaul dg tetangganya, bagaimana Nabi memulyakan tamunya, bagaimana Nabi menjalankan seluruh ibadah-ibadahnya. Jadi apa yg datang dari Rasul maka ambillah, dan apa yg dilarangnya maka tinggalkanlah (59:7).
Nabi-nabi terdahulu ya jelas tdk pakai hadits tho pakde? Lha pakai al-Qur’an saja kan tdk? Apa mereka pakai al-Qur’an? Wong Nabi kita Muhammad belum lahir? Apa al-Qur’an sudah ada sejak nabi Adam? Ayo baca lagi sejarah pakde! Jelas Nabi Muhammad harus mengikuti millah Nabi Ibrahim wong memang satu Tuhan dan satu aqidah. Mengikuti dalam hal apa? Jelas dalam mentauhidkan Allah, tdk menyekutukan Allah dg berhala atau sesembahan yg lain. Bukan untuk mengikuti segalanya. Nyatanya, ketika Ibrahim diutus, serta merta beliau langsung menggempur tempat peribadatan Namrudz saat itu juga. Sedangkan Nabi kita harus nunggu 21 tahun untuk membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala.

4 Mei 2010 10.43

Siapa bilang sumpah pakai al-Qur’an? Apa mereka ketika disumpah berkata: “Demi al-Qur’an sy bersumpah.. bla..bla..bla..”? Tdk kan? Mereka pasti berkata: “Demi Alloh SWT Rabb seru sekalian alam kami berjanji (bersumpah).. bla..bla..bla..” Persoalan dibawa-bawa al-Qur’an di atas kepala hanyalah sebagai symbol saja. Bahwa mereka itu sedang disumpah, begitu! Kalau yg dibawa payung hitam, berarti mereka itu sedang berkabung! Begitu! Kenapa Anda juga tdk bertanya: “Mengapa yg ditaruh di atas kepala cuma satu orang? Apa yg lain tdk mengakui al-Qur’an?” Begitu dong!
Lagi pula kalau yg dibawa kitab hadits, ya jelas tdk kuat tho bang. Wong jumlah kitab hadits itu banyak jumlahnya. Kedua, mahar nikah kenapa memakai al-Qur’an? Ya, terserah yg nikah dong. Anda tanya kepada mempelai, jangan tanya kepada sy. Mau pakai al-Qur’an, pakai hadits, pakai cincin emas, pakai ranjang, pakai hewan piaraan, pakai apapun boleh kok. Yg penting halal! Bahkan pakai cincin besi pun boleh. Apa anda pernah survey bahwa tdk ada seorang pun yg mahar nikahnya pakai kitab hadits? Jangan asal ambil kesimpulan om!
Trus kalau mati apa anda tahu kalau nanti ada pertanyaan tentanga al-Qur’an di kuburan? Kan di al-Qur’an tdk ada informasi tentang pertanyaan kubur? Bukankah informasi tentang pertanyaan kubur itu cuma ada di hadits? Katanya Anda tdk memakai hadits? Mengapa sekarang membawa infromasi dari hadits? Ini namanya anda plin-plan pakde. Ini artinya hati nurani anda mengakui hadits. Tetapi karena kesombongan akal pikiran mbah min, pengikutnya dan anda tentunya menyebabkan anda tersesat begini ini. Persis seperti di al-Qur’an Surah al-Baqarah ayat 7: Alloh mengunci mati hati, telinga dan mata kalian semua. Jadi sy jelaskan sejelas apapun akan percuma! Wong buta dan tuli seperti disinggung di al-Qur’an itu.
Nah kalau anda tdk pakai hadits, bagaimana anda sholat? Apa hanya rukuk dan sujud saja? Kan di al-Qur’an tdk ada penjelasan secara rinci urutan dan tata caranya? Trus bacaannya juga bagaimana? Tdk ada juga kan?
Kalau tdk pakai hadits, jangan-jangan Anda tdk khitan. Karena di al-Qur’an tdk ada perintah khitan. Berarti anda sama dong dg orang Kristen, Yahudi dan lain-lainnya?
Kalau tdk pakai hadits, jangan-jangan Anda makan dg tangan kiri persis sama dg syetan. Karena hanya haditslah yg menyuruh kita untuk makan dg tangan kanan dan membaca bismillah.
Kalau tdk pakai hadits, kalau anda mati maka tdk perlu dimandikan, tdk perlu dikafani, tdk perlu diantar ramai-ramai ke kuburan dan tdk perlu disholati. Kalau anda mati kelak, cukup dipendam di dalam tanah belakang rumah anda sebagaimana binatang yg mati. Buat apa dimandikan, dikafani, diantar ramai-ramai dan disholati wong tdk ada petunjuknya di al-Qur’an. Begitu kan?
Ayo jangan emosi. Pakailah hati nurani yg paling dalam dan paling jernih. Jangan hanya karena termakan sihir mbah Min Anda jadi merusak agama Anda sendiri. Mudah-mudahan Anda segera mendapatkan hidayah Alloh SWT. Dan kita bisa reuni di surga-Nya kelak. Amin.

Anonim
4 Mei 2010 10.51

Andi write:
Alhamdulillah sejak membaca tulisan tentang kajian Mbah Minardi Mursyid di YATAIN ini saya jadi tersadar bahwa selama ini saya telah mengikuti kajian sesat dan menyesatkan.
Terimakasih gurugo. Terimakasih Mbah min atas pengalamannya sehingga saya bisa membedakan mana yang sesat dan mana yang benar. Semog Anda segera taubat. Taubatan nasuha...
Saya berharap teman2 di YATAIN segera bertobat. Mumpung kalian belum mati dan dunia belum kiamat. Percayalah kajian yang asal mula kalian anggap baik ini pelan-pelan akan dibelokkan ke kesesatan yang lebih frontal dan kalian tidak terasa. Kalaupun kalian terasa, kalian tidak bisa keluar darinya karena kalian sudah kadung masuk dan sudah kenal dengan anggotanya.
Ayo jalan taubat masih ada! Allohu Akbar!

abas
7 Mei 2010 14.51

kalo alquran nggak bisa jelasin solat, terus Nabi Muhammad SAW solatnya piye pak guru? Apa nggak solat, karena wahyu yang diterima cuma Alquran, jawab pak guru dengan benar jangan asal bunyi

RIFa
8 Mei 2010 13.23

numpang nimbrung agar hangat................
suasananya biar tambah menyenangkan ya mas kok kayak debat kusir ya ........... gak pakai qolbu padahal semakin kita emosi kita akan sangat terlempar jauh dengan syetan dan akal


o..ya kalau memang pak guru yang udah pintar sekali langsung aja daftar saja yang mau masuk surga Allah jadi gak usah usaha cari yang baik dan benar.

Nuwun sewu mas pak gru yang pintar mari kita saling bertukar ide gagasan wawasan e... siapa tahu akan tahu perihal lain yang bermanfaat jangan taklit buta..... seolah kata orang " Seperti katak dalam tempurung " tidak akan pernahi tahu luarnya jadi..... katak akan mengatakan Dunia itu seolah kaya langit tertutup
sesuatu sehingga bentuknya aja gak tahu. Kalau penjenengan orang yang fair tolong cari tahu yang sejelas-jelasnya kalo emang menyesatkan ya lupakan aja. tp belum tahu semuanya kok udah menyimpulkan bahwa sesat. jangan jangan yang sesat kamu sendiri. takid buta yang tak pernah mepertimbangkan apapun. semua dapat diketahui itu menyesatkan kalo udah tahu dalam isinya dong. baru tahu kulit luarnya yang belum jelasaja kok sangat ironis banget kamu muluk-muluk berdalil. RIFa

Anonim
15 Mei 2010 16.45

Sekarang tolong buka 3/19, bahwa Diin di sisi Allah adalah Islam, sejak kapan ayat tersebut berlaku??? pastinya sejak Nabi Adam bukan truz bagaimana Islam di Zaman Nabi Adam pastinyakan sama, coba saja buka Al Qur'an ttg semua Nabi Shalat, apa Shalat setiap Nabi itu berbeda padahal Allahnya satu?? Sudah jelas disurat 41/3 bahwa Al Qur'an yg diturunkan dalam bahasa Arab bagi kaum yg berilmu, lalu 57/17 Bahwa Al Qur'an adl Ayat yg Untuk dipikirkan, berarti yg tidak mau menerimanya adl yg tidak punya Ilmu dan tidak mau berfikir, dan jangan pernah membatah AL qur'an tanpa Ilmu, Tanpa Kitab dan Tanpa Petunjuk,22/8 bila anda membantah maka termasuk 31/7 ttg mengikuti rasul 3/32 sekarang buka dulu 33/40 bahwa Nabi Muhammad adl seorang rasul dan Khataman Nabi, bila anda menggunakan kata rasul lalu hnya anda tujukan pada Nabi Muhammad maka anda keliru, buka dahulu 4/150-151,org yg mengimaian sebagian dari rasul dan mengingkari sebagian maka disebut sesat, jangan membedakan para rasul 4/152, lalu 4/136semua rasul harus diimani,bila anda menggunakan ayat 3/32 dan anda hanya menyebut bahwa rasul itu hanya Nabi Muhammad maka keliru bagaimana dg Nabi sebelumnya??? apa merea bukan rasul??? Nabi Adam- Nabi Muhammad adl seorg Nabi selaku Rasul, Bila ada kata rasul di Al Qur'an lalu hanya anda tujukan pd Nabi Muhammad maka keliru, asul yg harus diikuti ya semuanya,

Lho lalu bagaimana cara mengukuti mereka, buka 10/15 yg disampaikan Nabi selaku Rasul adl Al Qur'an bukan yg lain, alu 2/129,2/151,/3/164/,62/2 yg disampaikan rasul hanya Al Qur'an bukan yg lain, lalu apa sunnah itu??? saya mau tny anda tahu tidak arti sunnah???

buka 48/23, 33/62, Sunnah Allah yg berlaku atas org yg dahulu dan tidak ada perubahan! Bila Hukum Allah dahulu Al Qur'an dan dan setelah Nabi Muhammad meninggal menjadi Al Qur'an Dan Hadist yg katanya dari Nabi Muhammad apa tidak membatalkan ayat tersebut? lalu apa arti Sunnah itu???

Sekarang ttg Taqwa Nabi Nuh (26/106-107) Luth (26/161-163) Nabi Isa (43/63-64) Nabi Muhammad (43/43) apa taqwa setiap Nabi itu berbeda?

3/31 bahwa kita diperitah u/ mengikuti Nabi selaku Rasul, Nabi Isa 43/63, Ibrahim 19/43 71/2-3, Hud 26/126-127, Shaleh 26/144-145, luth 26/163-164, kalau kata Ikutilah Aku digeser jd Hadist maka bagaimana dg Org beriman yg mengatakan sama 40/38 Ikutilah aku,lalu bagaimana dg Hadist org beriman??? lalu apa yg harus diikuti dari mereka, yg diikuti Nabi dan Org beriman pastinyakan sama yaitu Al Qur'an.

lalu Bagaimana dg shalat. Nabi Adam 19/58-59, Nabi Ibrahim 14/40, Ismail 19/54-55, Isqaq 2/132, Yakub 2/133, Musa 10/87, Isa 19/31, Maryam 3/43, Nuh 71/3 lalu bagaimana dg Shalat mereka??? apa berbeda?? Ingat 2/136 bahwa Allah tidak membeda2kan diantara Nabi. lalu Allah menciptakan Jin & Manusia diciptakan u/ menyembah Allah, lalu bagaimana Jin menyembah Allah??? secara kita tahu bahwa menyembah Allah itu dg Shalat. lalu bagaimana dg Shalat yg Jin lakukan???

Lalu berarti 3/19 Diin Di sisi Allah itu Islam dan Islam menyembah Allah itu dg Shalat maka bila ayat ini baru berlaku dari Nabi Muhammad apap Nabi sebelumnya bukan Islam?

lalu Apa yg Nabi Muhammad lakukan ketika Mi'raj?? apa benar menjemput perintah Shalat??? kalau nabi2 sebelumnya sudah melakukan shalat dan Nabi Muhammad sendiri mengikuti Millah Ibrahim masa harus pergi Mi'raj dahulu baru shalat?

This is No 1.... next ... No 2 in the bellow

Anonim
15 Mei 2010 16.46

No 2... it the next from no 1


Peristiwa Mi'raj Nabi Muhammad Ini telah diterangkan dalam Al Qur'an secara rinci dan mengandung Ilmu yg sangat luar biasa. bila anda hanya mengikuti cerita yg selama ini anda pahami maka anda tidak akan sampai kemana2, karena saya yakin Nabi Muhammad Mi'raj itu bukan asal2an. lalu kenapa harus malam hari kok tidak siang hari saja??? lalu kenapa dikatakan Mi'raj(Naik) kok bukan turun??? penjelasan ini ada dlm Al Qur'an yg diIkuti Nabi Muhammad sebagai petunjuk dari Allah. karena Al Qur'an itu telah menerangkan atas tiap sesuatu 11/1, 16,89.

nabi Muhammad hanya diperintah u/ menyapaikan dan tidak diperintah membuat Hadist, dan Al Qu'an adl penerangan seluruh manusia & petunjuk serta pelajaran 3/138.

lalu sejak kapan Hukum Allah terdiri dari Al Qur'an dan Hadist itukan sejak Nabi Muhammad Meniggal bukan, yg menulis saja 200 th setelah Nabi meninggal, bahwa Nabi Muhammab bersabda 2 perkara yaitu Al Qur'an dan Hadist, lalu bagaimana Nabi yg dahulu, tolong berikan Hadist2 dari Nabi yg sebelumnya :) Sejak kapan Nabi Berani menbuat 2 Hukum Al Qur'an dan Hadist!

Bukan masalah dilogika atau tidak, buka saja 41/3, bagi kaum yg berilmu!57/17,ayat yg harus dipikirkan!!! apa itu kurang jelas!!! 69/51 Al Qur'an itu Haq(logis), Al Qur'an dimudahkan 54/17, 54/22, 54/32, 54/40 kalau tidak taw tanya pada Ahli Dzikir 16/43, 21/7, bukan dijawab dg asal2an. Apa itu kurang jelas Maksudnya!!!

21 Mei 2010 15.53

@Abas: Nah bingung sendiri kan? Itulah kalau orang sudah neko2, kemaki, sombong, merasa paling pintar, merasa paling bisa berpikir, sehingga meninggalkan ajaran Islam yang benar. Tidak pernah saya menemui orang2 yang sombong2 seperti kelompoknya mbah Min di YATAIN ini. Sepintar apapun orang, mereka pasti akan menyitir pendapat orang lain. Menyitir ulama sholih dan tentu saja menyitir hadits. Sedangkan Mbah Min selalu berkata menurut pendapatnya sendiri. One man shwo! Apa yang begini tdak bs disebut somse?
Coba saja kalian semua baca buku2 ilmiah(selain karya Mbah Min yang selalu kalian sembah2 itu). Buku2 karya ulama2 yang lain. Pasti mereka menyitir kata2 RASULULLAH sahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in dan tentu saja hadits nabi. TIDAK seperti Mbah Min, yang super pintar dan menafsirkan semuanya sendiri!!! Tanpa bantuan ilmu apapun, selain karangan nafsunya semuanya. Jangankan menyitir pendapat ulama lha yang ucapan Rasulullah saja TIDAK DIPAKAI! Apa ini tidak cermin kesombongan?
Nah, kalau bang abas pakai hadits tidak akan bingung seperti ini. Kalau ingin sholat seperti nabi yang mesti lihat di hadits! Nabi bersabda: “Sollu kama roaitumuuni usholli…!” Sholatlah kalian sebagaimana kalian lihat aku sholat. Jadi jelas tuntunannya dari diawali dengan takbirotul ikhrom dan diakhiri dengan salam. Nah, baca hadits yang banyak bang Abas supaya Anda tidak tersesat seperti Mbah Min itu
Sudahlah, buat apa sih mengikuti Mbah Min? Apa ia akan menjamin Anda masuk surga? Apa ia telah memberi uang Anda untuk ikut kajiannya? Apa hanya karena harta dunia yang kecil itu Anda RELA meninggalkan SURGA yang dijanjikan Alloh untuk hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa? Demi Alloh! Jika anda tidak BERTOBAT pasti anda akan menyesal kelak. Sekarang begini saja, jika memang pendapat Mbah Min dengan mengingkari hadits itu benar, beranikah Anda bersumpah begini: “Demi Alloh! Saya berani masuk NERAKA jika percaya pada Hadits nabi! Demi Alloh! Saya berani masuk NERAKA jika beriman pada Hadits! Demi Alloh! Semua hadits Nabi itu PALSU!” atau "Demi Alloh pendapat Mbah Min adalah YANG PALING BENAR, dan pendapat orang2 Islam lain SEMUANYA SALAH!"
Coba katakan! Kalau memang Anda benar! Matur nuwun...

21 Mei 2010 15.59

Matur nuwun mbak Rifa. Silahkan nimbrung, siapa tahu setelah membaca semua tulisan ini (tentunya dengan nurani terdalam Anda dan tidak taklid buta pada Mbah Min seorang) mudah2an Anda mendapatkan hidayah dan keluar dari YATAIN yang sesat itu. Mohon maaf sebelumnya ya mbak Rifa. Saya sudah pernah ikut kajian YATAIN, mungkin Anda belum kenal saya saja. Karena memang saya tidak banyak bertanya di pengajian (baca: penyesatan) Mbah Min itu. Saya punya banyak VCD Mbah Min mbak. Ada juga banyak teman yang pernah ngaji (baca: nyesat) di YATAIN. Semuanya sudah saya pelajari dengan matang. Sudah saya konsultasikan ke banyak Ustadz yang sholih. Dan semuanya SEPAKAT menyatakan bahwa Mbah Min adalah orang Ingkarus Sunnah. Artinya ya memang SESAT. Jangan sakit hati jika dikatakan sesat. Harusnya berterima kasih. Orang yang paling celaka adalah yang MARAH2 jika dinasehati. Makanya tidak mendapatkan hidayah.
Saya taklid? Kepada siapa? Apa tidak salah nih? Bukannya orang2 YATAIN yang taklid buta? Saya ada seorang teman (namanya pak Joko) yang setelah ikut YATAIN tidak mau ngaji di tempat lain. Ia mengatakan Mbah Min-lah yang paling benar! Padahal ia tidak pernah membandingkan dengan yang lain. Ia hanya berkata: menurut Mbah Min dan menurut Mbah Min, dan seterusnya. Ia dibodohi Mbah Min dengan fitnah2 yang menjelek-jelekkan Ulama2 lain. Apa orang seperti ini pantas diikuti?
Satu lagi mbak Rifa. Alloh itu menurunkan al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw apa kepada Mbah Min? Kalau diturunkan kepada Nabi Muhammad, mengapa justru Mbah Min yang menafsirkan? Ini kan ANEH! Al-Qur’an itu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dan Nabi sendirilah yang harusnya menjelaskan kepada ummatnya bukan Mbah Min. Baca QS. 16:64
“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) ini, melainkan agar kamu (Muhammad) dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” QS. 16:64
Jadi ikuti cara Nabi Muhammad saw menjelaskan al-Qur’an. Jangan ikuti Mbah Min! Caranya bagaimana? Baca hadits-hadits Nabi…!

21 Mei 2010 16.07

Alhamdulillah. Selamat datang Mbah Min! Jangan MARAH2 sama saya Mbah. Kalau Mbah tidak berkenan dengan blog ini, ya ndak usah digubris! Ndak usah dibaca, wong Anda merasa paling pinter, paling berilmu, dan paling bisa berpikir, ya kan? Anda khawatir kehilangan pengikut ya Mbah? Semua hidayah datangnya dari Alloh Mbah. Betapapun logisnya tulisan saya, tapi kalau Alloh menutup mata, telinga, dan hati yang membaca maka tidak akan bisa keluar dari YATAIN (lihat 2:7). Jadi tidak perlu risau dengan hilangnya pengikut panjenengan. Kalau Alloh menghendaki, tidak perlu lewat tulisan saya, Alloh akan menyelamatkan anggota YATAIN semuanya. Dan tinggallah Anda sendiri duduk terbengong-bengong. Amin ya robbal ‘alamin.
Jangankan kelompok YATAIN, lha yang melihat Nabi secara langsung saja kafir kok. Mbah tahu kan paman Nabi yang bernama Abu Thalib? Ia itu mati dalam keadaan kafir. Kenapa? Karena gengsi. Anda juga, saya yakin, sebenarnya Anda itu beriman pada Hadits Nabi. Akan tetapi karena nafsu Anda dan gengsi Anda sehingga Anda menolak Hadits. Anda pasti berkata: “Apa kata dunia jika saya tiba2 saja percaya hadits gara2 tulisan seorang guru eSDe?” Begitu kan? Ya sudah Mbah. Kalau Mbah mau kafir, silahkan!
Tetapi kalau mau SESAT dan kafir ya mbok jangan ngajak2 orang lain dong? Kalau mau SESAT ya silahkan sesat sendiri gitu. Masuk neraka sendiri, jangan ngajak2 orang Islam yang lurus, yang baik-baik, yang masih ingin masuk surga. Kasihan mereka Mbah. Tega betul Anda ya, menyesatkan banyak orang. Apa tidak ada pekerjaan yang lain Mbah?Kalau mau cari uang ya yang halal begitu, tapi tidak menjerumuskan banyak orang ke neraka. Kasihan mereka Mbah. Mereka sudah percaya kepada Anda bahkan melebihi iman mereka kepada Alloh dan Rasul-Nya. Ini kan sudah syirik Mbah. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada dosa syirik (4:116).
Mbah Min yang saya cintai dan sayangi. Saya sangat kasihan dengan Anda. Eman-eman kepandaian yang Anda miliki itu hanya untuk sesuatu yang sangat tidak berguna (baca 18: 103-104). Seandainya Anda menggunakan kepandaian yang Anda miliki di jalan yang benar, saya yakin Anda pasti akan jadi Ulama’ terkenal. Bahkan mungkin akan mengalahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Ayo Mbah, jangan hanya karena Anda mendengar kebenaran dari anak kecil seperti saya lalu Anda bersikukuh pada kesesatan. Sabda Nabi: “Qulil haqqa wain kaana murron”, katakanlah yang benar itu benar meskipun terasa pahit. Tinggalkan gengsi Anda Mbah. Ingat Mbah Min, umur Anda hanya tinggal beberapa tahun lagi. Anda sudah tua, sudah saatnya tidak neko-neko. Apa susahnya sih beriman dengan hadits? Justru urusan Anda semakin mudah jika Anda memakai hadits. Tapi kalau Anda hanya pakai al-Qur’an, Anda kerepotan sendiri kan? Akhirnya menghubung-hubungkan antar ayat yang mestinya tidak ada hubungannya. Ayo masih ada waktu untuk bertobat Mbah!
Mbah Min yang saya cintai, al-Qur’an dan Hadits itu ibarat telor yang berisi kuning dan putih telor. Kuning adalah al-Qur’annya, dan putih telor adalah hadits-nya. Ia dibungkus dengan cangkang (kulit) telor supaya tidak dipisahkan. Fungsi putih telor adalah melindungi kuning telor. Persis dengan fungsi hadits yakni melindungi penafsiran al-Qur’an supaya tidak keluar dari petunjuk Nabi. Nah, kalau Anda tidak percaya hadits itu sama saja Anda berkata begini: “Mana sih putih telornya? Kok saya tidak melihat? Nih, telor saya yang ada hanya kuningnya saja kok. Tidak ada putih telornya. Bohong kalau ada orang yang mengatakan bahwa telor itu ada putih telornya!!! Semua telor itu isinya ya cuma kuning saja!!!”
Jadi al-Qur’an dan Hadits itu tidak bisa dipisahkan. Sebagaimana putih dan kuning telor itu. Kecuali kalau telor yang Mbah Min punya memang hanya kuning saja, terserah. Tapi mana ada ya? Oh iya kecuali kalau Mbah Min buta (2:18, 2:171, 6:104, 17:72, 17:97, 20:124-125, 30:53). Jadi tidak bisa melihat isi telor. Begitu mbah!

21 Mei 2010 16.15

Nah kalau soal sholat pada masa Nabi Muhammad dan Nabi-Nabi sebelumnya ya jelas BEDA mbah. Lha ini pertanyaan ANEH. Apa Mbah tidak tahu kalau al-Qur’an juga diturunkan HANYA kepada Nabi Muhammad? Tunjukkan kepada saya, bahwa al-Qur’an diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya. Apa Mbah lupa bahwa bahwa Nabi Isa diberi Injil (baca 5:46, 19:30, 57:27) dan bukan al-Qur’an?, Nabi Musa dan Harun diberi Taurat (baca 2:53, 2:87, 3:65, 6:91, 6:154, 7:145, 11:110, 17:2, 21:48, 23:49, 25:35, 28:43, 32:23, 40:53, 41:45) bukan al-Qur’an. Nabi Daud diberi Zabur (4:163) dan seterusnya. Kalau Sholat para Nabi itu sama ya lucu mbah! Apa Nabi Adam dulu ketika sholat juga membaca tasyahud saat duduk tahiyat? (Asyhadu alla ilaaha illa allah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah). Apa Nabi Muhammad sudah ada pada zaman Nabi Adam? Trus, mana mungkin Nabi Adam bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad utusan Alloh? Lha buyutnya Nabi Muhammad saja belum lahir, apa lagi Nabi Muhammadnya?
Kalau sholatnya Nabi Adam dan Nabi Muhammad sama, apa ya Nabi Adam disuruh pakai baju juga? Lha benang saja belum ada kok disuruh pakai baju! Terus apa juga baca al-fatichah dan surat-surat pendek? Lha al-Qur’an pada masa nabi Adam saja belum turun kok! Setiap Nabi itu punya syari’atnya sendiri2 Mbah. Maksudnya tidak boleh membeda-bedakan antara Nabi itu bahwa mereka semua itu menyembah Alloh dan tidak menyekutukannya dengan yang lain. Dan tidak mengangkat manusia sebagai Tuhan.(baca 2:133, 2:136, 3:64, 3:84, 7:65, 7:67, 11:50, 12:38, 46:21, 6:84)
Nabi Ibrahim memberantas syirik dengan menghancurkan patung2 namrudz (14:35-36), sama (dan tidak beda dalam hal ini) dengan Nabi Muhammad yang menghancurkan patung2 di Ka’bah saat futuh mekkah. Kalau kita perhatikan sejarah para Nabi, semuanya mengajak untuk menyembah Alloh yang satu. Nabi Musa mengajak Fir’aun yang mengaku Tuhan agar menyembah Alloh. Metode dakwah (dan juga syari’at) mereka berbeda-beda, tapi tujuannya sama: menegakkan tauhid (bukan menegakkan Yayasan Tauhid Indonesia yang jelas SESAT). Nah, sebagai penutup para Nabi dan sebagai penyempurna syari’at, maka diturunkanlah Nabi Muhammad. Makanya bunyi ayatnya adalah: “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kalian agama kalian.(baca 5:3)” Jadi syari’at yang ada pada nabi-nabi yang dulu disempurnakan oleh Nabi Muhammad yang awalnya memang belum sempurna.
Nabi-Nabi itu punya tuntunan sendiri-sendiri Mbah. Lha kiblatnya saja beda2 lho mbah. Anda tahu tidak? Nabi Ibrahim, Ismail dan Nabi Muhammad menghadap ke arah Ka’bah. Orang2 Bani Isra’il (umat Musa) dan Shabi’in menghadap ke Baitul Maqdis. Orang2 Nashara (umat Isa) menghadap ke arah Timur (baca 2:148). Lihatlah juga bahwa masing-masing mereka diberi kitab sendiri-sendiri (jadi bukan al-Qur’an). Baca 2: 136 : “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan (berupa kitab) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.". Atau baca di 4:163 bahwa semua Nabi itu mendapatkan wahyu, meski tidak disebut nama kitabnya kecuali nabi Daud.
Yang perlu dicatat Mbah “tidak membeda-bedakan” itu bukan berarti mereka sama! Kalau saya berkata begini: “Saya tidak membeda-bedakan anak saya yang satu dengan yang lain”. Apa berarti anak saya sama semua? Apa mereka kembar semua? Kalau ada seorang pemimpin berkata: “Saya tidak akan membeda-bedakan anak buah saya.” Apa berarti anak buahnya sama semua? TIDAK Mbah! Mereka TIDAK SAMA! Tidak membeda-bedakan itu artinya berbuat adil. MENDUDUKKAN mereka sama dan SETARA. TIDAK MELEBIHKAN nabi yang satu dengan nabi yang lain. Mereka semua sama-sama Nabi utusan Alloh. Ini adalah dalil sebagai jawaban Alloh kepada orang Yahudi dan Nashrani yang menolak kenabian Muhammad. Orang Yahudi MELEBIHKAN Uzair sebagai anak Alloh dan orang-orang Nashrani MELEBIHKAN Isa sebagai anak Alloh juga. (baca 9:30) sementara mereka menolak Muhammad sebagai nabi.

21 Mei 2010 16.18

Lha syahadatnya saja beda kan Mbah? Kalau ummat Nabi Muhammad syahadatnya ya “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan Muhammad adalah utusan Alloh”. Kalau umat nabi Musa syahadatnya ya, “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh dan Musa (serta Harun) adalah utusan Alloh.” Kalau umat Nabi Isa ya harus bersaksi bahwa “Tiada Tuhan selain Alloh dan Isa adalah utusan Alloh.” Begitu seterusnya. Jadi tidak sama!
Mukjizatnya juga beda Mbah. Tidak sama! Musa diberi tongkat (baca 2:60, 7:107, 7:117, 7:160, 20:20, 26:32, 26:45, 26:63, 27:10, 28:31). Nabi Isa diberi mukjizat beda (yang tidak diberikan kepada nabi yang lain), yakni berbicara waktu masih bayi, bisa menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, membuat burung hidup dari tanah liat (5:110). Nabi Yusuf mukjizatnya lain lagi, yakni bisa menafsirkan mimpi (12:6, 12:21, 12:41). Nabi Daud dimudahkan dalam membuat baju besi dan bertasbih bersama gunung (21:80, 34:10, 38:18). Nabi Sulaiman diberi kekuasaan atas jin , menundukkan angin, dan paham bahasa binatang (21:81-82, 27:16-17, 34:12-13) dan seterusnya.
JIKA para nabi itu sama, mengapa ada anak nabi yang jadi nabi dan malah ada yang jadi musuh? Anak Nabi Daud, Ibrahim, Ya’kub, Zakaria semuanya jadi nabi. Tetapi mengapa anak nabi Nuh yakni Kan’an malah jadi musuh bapaknya? Anak Nabi Muhammad yang laki-laki malah meninggal semuanya. Jadi BEDA Mbah!
Nabi Musa bisa langsung berbicara dengan Alloh, mengapa yang lain tidak bisa? Bahkan Nabi Ibrahim, yang katanya bapaknya para Nabi, pun tidak bisa berbicara secara langsung dengan Alloh. Mengapa Mbah? Karena Alloh mem-BEDA-kan mereka Mbah!
Tidak ada Nabi yang mendapatkan sholawat dari Alloh dan para malaikat kecuali (hanya) Nabi Muhammad saja. Baca 33:56 “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi (Muhammad) dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” Dan kelebihan yang lain adalah bahwa Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia, sedangkan Nabi yang lain HANYA diutus untuk ummat tertentu saja. Mengapa Mbah? Karena Alloh mem-BEDA-kan mereka Mbah!
Jadi para Nabi itu tidak sama Mbah. Bahkan Alloh sendiri yang mengatakannya di 17:55 yakni: “Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami LEBIH-kan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain)”. Atau baca yang satu ini di 2:253 : “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus.” Jadi BEDA Mbah. Apa setelah membaca ini Anda masih menganggap bahwa mereka semua sama? Pikirkan!

21 Mei 2010 16.19

Lalu pertanyaan Anda tentang mengapa Isra’ harus malam hari? Mengapa “naik” kok tidak “turun”? Ini pertanyaan yang sia-sia Mbah. Tidak ada gunanya sama sekali! Mengapa sekalian saja tidak bertanya: “Mengapa naik bouroq?, Mengapa bertemu para nabi?,” dan seterusnya. Ini sia-sia Mbah. Sama jika Anda bertanya: “Mengapa Matahari terbit dari Timur?”. Orang kalau sudah ada di hatinya penyakit, pasti mencari-cari alasan untuk menjelekkan Nabi. Maka Alloh akan semakin menambah penyakit dalam hati Anda (baca 2:10). Contohlah sahabat Abu Bakar Mbah. Ketika mendengar peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi ia langsung beriman (tidak banyak tanya seperti Anda karena sok pemikir, sok serba tahu). Bahkan Abu Bakar berkata: “Demi Alloh! Seandainya Rasulullah menceritakan yang lebih aneh lagi (lebih luarbiasa) pasti saya percaya. Asalkan ia keluar dari mulut Rasulullah.” Wajar jika setelah itu Rasulullah menjulukinya Ash-Shiddieq, yang membenarkan. Peristiwa Isra’ Mi’raj ini adalah peristiwa luarbiasa yang dengannya Alloh menguji keimanan hamba-hamba-Nya. Wajar jika banyak orang yang kafir dengannya, termasuk orang-orang Inkar Sunnah seperti YATAIN.
Jika ini bukan peristiwa luar biasa, mustahil Alloh mengawali ayat itu dengan “Subhanal ladzi”, Maha Suci Dzat, yang memperjalankan hambanya…dst. (17:1). Dan kalau Anda membaca kitab-kitab tafsir peristiwa isra’ mi’raj ini sudah dikabarkan di Taurat. Dan satu-satunya Nabi yang mengalami hal ini hanyalah Muhamamad. Bukan nabi-nabi yang lain.!!
Sekali lagi Mbah Min yang saya cintai. Segeralah Anda bertobat. Mudah kok. Apa Anda malu dengan anggota YATAIN? Memang mengatakan yang benar itu sulit Mbah. Susah. Barangkali setelah Anda tobat, Anda tidak punya penghasilan lagi. (Juga kepada anggota YATAIN yg ikut “ngaji” karena terpaksa/dipaksa atasan/bos atau relasinya). Tapi itu lebih baik dan lebih aman daripada Anda terlunta-lunta di neraka. Buat apa hidup mewah di dunia dengan mengingkari hadits, sedangkan Anda terlunta-lunta di neraka kelak? Semoga Alloh melembutkan hati Anda sehingga menerima kebenaran ini. Jika tidak berarti hati Anda sudah keras melebihi batu (2:74). Karena diantara batu-batu ada yang bisa mengalirkan air, ada yang terbelah, dan ada yang meluncur jatuh karena takut kepada Alloh.
Kata Anda hadits itu ditulis 200 tahun setelah Nabi meninggal. Darimana Anda tahu? Mengapa Anda percaya begitu saja Mbah? Apa Anda sudah hidup saat penulisan itu? Atau mungkin Anda bisa menunjukkan ayatnya kepada saya tentang hal itu. Kata Anda kan al-Qur’an menjelaskan tiap segala sesuatu? Kata Anda kan al-Qur’an itu sempurna, menyangkut segala informasi? Mana ayatnya yang menyatakan bahwa hadits itu ditulis 200 tahun sejak Nabi meninggal? 

21 Mei 2010 16.21

Mbah Min tercinta, Demi Alloh! Demi Alloh! Demi Alloh! Meskipun saya tidak yakin bahwa saya akan masuk surga, tetapi saya yakin seyakin yakinnya seratus per seratus bahwa siapapun yang menolak hadits Nabi pastilah akan masuk neraka. Itu pasti!!! Karena Rasul sudah jelas mengatakan bahwa : “Aku wariskan kepada kalian dua hal yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya: yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunnah rasulnya (hadits).”
Al-Qur’an sendiri juga menyatakan bahwa kita harus merujuk kepada al-Qur’an dan hadits nabi. Baca 4:59 yakni: “Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” Jadi menurut ayat ini jika YATAIN tidak beriman kepada hadits berarti kafir kepada Alloh.
Logika sederhananya begini Mbah. Jika ada sekian juta orang pergi haji bersama Nabi. Kemudian sekian juta itu menyaksikan bahwa mereka melihat Rasulullah mencium Hajar Aswad. Tetapi tiba2 ada seseorang yang dengan percaya diri (padahal ia buta) mengatakan: “Saya ikut haji bersama Rasul, tetapi saya tidak melihat Rasul mencium Hajar Aswad. Lagi pula wong cuma batu kok dicium. Tidak masuk akal!”
Apakah Anda akan mengikuti seorang itu atau sekian juta orang yang lain? Apakah tidak aneh jika Anda mengikuti satu orang itu? Anda menerima kesaksian 1 orang dan menolak kesaksian jutaan orang? Hanya karena 1 orang itu lebih masuk akal (lebih pintar berpikir dalam bahasa Anda) daripada jutaan lain yang Anda anggap bodoh? Wah hebat sekali Anda ya? Padahal Sahabat Umar r.a juga ikut mencium Hajar Aswad. Setelah mencium Hajar Aswad beliau berkata: “Wahai batu! Sesungguhnya engkau hanyalah sebuah batu! Seandainya saya tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya saya tidak akan menciummu!”
Orang yang tidak menerima hadits nabi akan menjadi orang yang TIDAK BERADAB. Karena ia tidak akan mengucapkan salam kepada saudaranya sesama muslim, tidak akan menengok orang sakit, tidak akan mengantar jenazah ke kuburan, tidak akan mendoakan orang bersin, tidak akan menghormati tamu, tidak akan menghormati tetangga, tidak akan bersilaturrahim, tidak akan menepati janji, tidak akan wakaf, tidak akan berdo’a ketika bangun tidur, makan, sesudah makan, bepergian, masuk kamar mandi, keluar kamar mandi, memakai baju, melepas baju, masuk masjid, keluar masjid, naik kendaraan, dan mau tidur lagi, tidak akan mencium anaknya, tidak akan memenuhi undangan, tidak akan sholat berjama’ah, tidak akan sholat sunnah, tidak akan menyingkirkan duri (rintangan) di jalan, tidak akan berkata jujur, dan seterusnya dan seterusnya. Karena semua hal itu hanya diperintahkan di DALAM HADITS NABI dan tidak ada di al-Qur’an!
Mbah Min yang saya cintai, hadits Nabi sudah diterima oleh trilliunan orang Islam di dunia. Dari sejak Nabi sampai sekarang dan sampai akhir zaman tentunya. Tetapi Anda mengambil jalan sendiri dengan menolaknya. Karena Anda merasa pintar, merasa pandai berpikir, merasa paling berilmu sehingga tidak butuh hadits. Apakah Anda menganggap trilliunan orang Islam itu bodoh? Astaghfirullahal ‘adzim…..

31 Mei 2010 07.14

subhanallah,.,

ilmu saya masih sangat sedikit,,
semoga bisa mengambil manfaat,

Anonim
24 Agustus 2010 12.46

Pak Guru, saya dulu pernah mengikuti pengajian YATAIN di Karanganyar, pada awalnya kajian itu biasa saja, tapi lama kelamaan, kajian itu aneh dan nyleneh. Karena nyleneh dan aneh saya ikuti terus, bukan berarti saya mengiyakan keterangan dari pemberi materi, hanya ingin tahu lebih dalam. Akhir tahun 2007, saya putuskan keluar dari kajian itu. Dan dari materi yang saya dapatkan, saya konsultasikan kpd ustad-ustad yang lain. ee... ternyata jawabannya sama yaitu kajian itu sudah tergolong SESAT dan MENYESATKAN (INGKARUS SUNNAH). Kepada ummat Islam sebaiknya hati-hati dengan tipu daya mereka.

Anonim
24 Agustus 2010 16.15

Yaa Allah, semoga Engkau beri hidayah dan petunjuk bagi pengikut-pengikut Ingkarus Sunnah.
Wahai MUI segeralah bertindak karena Islam telah dilecehkan YATAIN dan bala tentaranya.

27 Agustus 2010 15.08

Jazakumullah atas infonya. Kalau sudah sesat akan tampak jelas kok. Hanya orang yang hatinya tertutup saja yang mengatakan Mbah Min dan YATAIN-nya tidak sesat. Mudah-mudahan Allah melindungi kita, saudara kita, keluarga kita dan teman-teman kita semua dari aliran ini. Amiinn

Ahmad
31 Agustus 2010 15.35

Wahai saudara-saudara pengikut YATAIN, sebaiknya kalian cepat-cepat bertaubat, mumpung masih ada kesempatan dan nyawa belum sampai di tenggorokan, dan sebelum matahari terbit dari barat. Menujulah Islam sesuai tuntunan Rasulullah saw.

ABU ZAHRA
1 September 2010 11.23

Ternyata dakwahnya YATAIN di Karanganyar dengan cara menjelekkan aktivis masjid, dan menganggap masjid dhiror dsb. Yang lebih parah lagi menganggap para ulama salafush sholeh adalah pendusta.
Tapi kenapa MUI, DEPAG, KUA yang sudah tahu dengan penodaan dan penistaan Islam masih diam saja. Masih kurangkah bukti yang kami sampaikan kepada Lembaga itu.
Ataukah Lembaga yang terhormat itu menunggu reaksi para aktivis untuk maju sebagai bemper. Kalau memang yang dikendaki demikian, jangan salahkan aktivis jika terjadi pelurusan aqidah dengan cara peringatan menggunakan tangan, karena dengan mulut sudah tidak di gubris lagi.
Isy Kariman au Mut Syahidan. ISLAM BERSATU TAK MUNGKIN DIKALAHKAN. ALLAHU AKBAR.

Dwi
1 September 2010 11.28

Wahai MUI, DEPAG dan KUA dimanakah taringmu, ataukah kalian takut untuk menegakkan yang Haq. Untuk Ormas MUHAMMADIYAH, Engkau adalah Organisasi yag bergerak sebagai penegak Amar Ma'ruf Nahi Munkar, mari bersama bergandengan tangan meluruskan aqidah. Jangan biarkan YATAIN merajalela sebagai gerakan Ingkar Sunnah

ABU SYIFA'
2 September 2010 08.43

YATAIN sudah berani mengudara melalui Radio 98,5 FM. Kepada Ummat yang beriman, berhati-hatilah. Dakwah mereka menggunakan logika yang mudah diterima untuk orang awam, dan yang pasti bila berbicara menggunakan logika-logika bodoh, untuk membodohi umat. Tolong dipikirkan, 99,98% ummat Islam mengakui Rasulullah Muhammad saw sebagai penutup para rasul dan nabi. Tapi hanya 0,01% yaitu YATAIN dengan sombongnya walaupun secara tidak tersirat dan tersurat, sudah mengikrarkan diri sebagai RASUL. Saya mendengar dan melihat sendiri siapa yang ngomong. Apakah YATAIN masih bisa mengelak dikatakan SESAT dan MENYESATKAN. Sebaiknya kalian (pengikut YATAIN) segera bertaubat dan mengikuti ajaran yang lurus, sebelum malaikat maut menjemputmu dengan kasar dan keras

Anonim
3 September 2010 16.33

abdul haq..
Al ihwan...
ingatlah saudara ku....kita ini seiman dan seagama..jika terjadi perselisihan kembalikanlah pada hukum AlloH..
janganlah suka mengolok2,belum tentu kita lebih baek dari yg diolok2....
kita akan semakin kelihatan rapuh dilihat dari umat selain muslim..kelihatan terjadi perpecahan..apakah memang demikian yg diajarkan oleh agama kita untuk saling menjelek2kan???duduklah bersama,selesaikan dengan kepala dingin.. dan segeralah untuk beristighfar...

Anonim
3 September 2010 16.36

JGN MUNDUR MBAH MIN.... TERUS LAH BERDAKWAH...YATAIN TANGERANG SELALU SIAP,JIHAD FI SABILILLAH...ALLAHU AKBAR 3X..!!!BUDI UMS

6 September 2010 14.31

haduh ini jelas sesat
sbenanrya terlalu mudah memperlihatkan kesalahannya, coba komentar ini :
"bagaimana dengan nabi-nabi terdahulu, apakah mereka juga sesat krn tidak menggunakan hadist Nabi Muhammad SAW"

pertanyaannya aja salah : gimana yg terdahulu mau pakai yg kemudian? Logika berpikirnya terlalu lemah. Jadi, sebaiknya jangan dijawab, tapi suruh aja memahami kesalahan pertanyaannya.
* kalau belum paham, gimana nabi Adam mau pakai hadits Nabi muhammad? wong belum lahir

duuuh, susah nih hatiku....

Anonim
6 September 2010 16.52

orang2 mu'min, orang2 yahudi, orang2 nasrani dan orang2 shobi'in itu dihadapan allah adalah sama derajatnya, lalu kenapa kalian teriak2 saling tuding sana -sini sesat? Allah lebih tahu siapa yang bertaqwa dan siapa yg sesat karena memang Allah lah yg menyesatkan mereka sedang mereka tidak sadar

7 September 2010 09.58

@Ahmad: Amin. Semoga mereka segera bertobat.
@Abu Zahra: Sabar pak, koordinasikan dengan sesama muslim lain yang aqidahnya masih lurus untuk menangani aliran sesat YATAIN ini. Sebagaimana yang saya lakukan di Gumpang Kartasura. Alhamdulillah mereka pergi dari Gumpang dan BERJANJI tidak akan mengadakan pengajian di Gumpang lagi selama-lamanya.
@Dwi: Jangan begitu. Saya membubarkan YATAIN di Gumpang juga bersama dengan elemen Muhammadiyah dan ortom-ortom-nya kok pak. Lakukan hal yang sama di masing-masing daerah biar YATAIN pergi dari atas Bumi Allaoh ini dan mengadakan pengajian di PLANET...:)
@Abu Syifa: Itu radio apa pak? Tolong sy diberitahu. Dulu Mbah Min pernah membeli siaran di MQ FM juga (sekarang MH FM) meski harga siarnya mahal. Tapi mereka sanggup membelinya. Ini berarti backing dananya besar sekali. Saya dengar salah satu sponsornya adalah pemilik sebuah toko komputer besar di Solo.

7 September 2010 10.02

@Eko SW: Memang jelas kok sesatnya pak. Anehnya mereka mau saja dikibulin sama Mbah Min. Apa Mbah Min pake hipnotis ya? Atau mungkin ia bekerjasama dengan Jin atau bagaimana gitu. Saya ketika menyadarkan salah seorang jama'ah saya di Masjid al-Kautsar juga agak kerepotan. Karena ia selalu 'ndemimil' mengatakan 'fatwa2' Mbah Min. Saya butuh diskusi panjang dengannya. Dan syukurlah akhirnya ia pun keluar dari pengajian (baca: penyesatan) Mbah Min dan YATAIN.

dwi
7 September 2010 13.51

iya pak guru, kalau di Gumpang seperti itu, tapi di karanganyar saya bersama, Abu Zahra dan ikhwan2 yang lain ke MUI dan ketua MUI KAranganyar itu juga orang Muhammadiyah, dan sebagain besar yang saya lapori itu juga orang Muhammadiyah. katanya suruh buat surat pengaduan, dan saya sudah lakukan itu, sampai saya kesana 6 kali lho. but belum ada respon. Beliau cuma bisa comment "biarkan saja dan jangan beri tempat di masjid". Itu sdh kami lakukan juga, eee ternyata dianya malah gerilya. Mohon sarannya... (lewat email jg bisa aa61x@yahoo.co.id)

Abu Syifa
7 September 2010 13.57

iya saya kurang tahu nama radionya, tapi yang jelas di gelombang 89,5 FM. dan itu sering saya dengar mbah Minardi sedang menularkan virusnya.

8 September 2010 13.12

@Eko SW, eh komen disini juga to..he


@Gurugo,
Omong2 penjelasan anda diatas amat gamblang n jelas banget..^_^d

salam kenal..

n sekedar urun rembug buat yang diatas yang tidak mengakui hadist..
yang tidak mengakui Rasul yang harus ditaati adalah Nabi Muhammad saw..

1. MengIMANi tidak sama dengan MenTAATi
2. PERINTAH tidak sama dengan BERITA
3. KATA JAMAK tidak sama dengan KATA TUNGGAL
4. KAUM tidak sama dengan MANUSIA

dari hal2 tersebut mari kita perhatikan, ayat2 yang meMERINTAHkan untuk TAAT kepada Rasul menggunakan kata "rasuulu" yang merupakan KATA TUNGGAL..atau berati 1 (satu) Rasul..
berarti jelas maksudnya taati seorang Rasul saja..bukan rasul-rasul atau semua rasul..

pertanyaannya pada Rasul yang mana..
maka perhatikanlah BERITA yang dikabarkan dalam Al Quran tentang Rasul-Rasul sebelum Nabi Muhammad saw..

Mereka selalu diBERITAkan mengatakan "Hai KAUMku..." Bukan "Hai MANUSIA"
kita taukan kalau kita bukan KAUM Tsamud, KAUM Israil, KAUM 'Ad, KAUM Ibrahimm, KAUM Nuh dan KAUM rasul2 (sebelum Nabi Muhammad saw) lainnya..

lalu siapakan yang diutus untuk seluruh MANUSIA?

Jawabannya ada dalam QS 34:28, QS 13:30, QS 7:158..

QS 34:28
Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

"kamu" di ayat diatas jelas bermaksud Nabi Muhammad saw..karena Al Quran turun kepada Beliau..

dan terahir sebagai renungan kita semua,
QS 43:3 Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).

maka jika ingin memahami Al Qur'an, pahamilah bahasanya..bahasa Arab..

wallohua'lamu

Anonim
9 September 2010 06.35

ass..
terima kasih guru pintar atas segala komentarnya.
bwt temen2 yang kurang setuju dengan komentar sang guru pintar dimohon tidak usah menanggapi,cukup sebagai informasi.
wassalam.

10 September 2010 20.34

owh begitu ya?
wah, smg sy jg berhasil menyadarkan teman saya ini.
ini link yg sudah mas lihat jg? http://infompi3.wordpress.com/2009/11/20/mencari-bukti-kesesatan-pemikiran-minardi-mursyid/

saya komentar disitu.

rodo susah sekali menjelaskan ke teman saya.
smg ada perubahan hati

* lha sampai ada kata2 gini, "terus, alam semesta yg sebesar itu dulunya dimana?". ya saya jawab, "ya jelas belum ada dunk!". saya paparkan, kalau mau memahami sains di Islam, ga boleh pakai asumsi. Kalau asumsi2 aja, ya tergantung kadar kedalaman pengetahuannya. dan sptnya Drs. Min ini tidak dalam pengetahuannya.

penjelasan paling mendekati ttg alam semesta adalah Big Bang, yang mennyimpulkan persis spt di Qur'an : bahwa langit dan bumi dulu satu padu, dan dipisahkan oleh kekuatan, kita beri nama big bang. Penjelasan matematika di titik 0 ini tidk ada, karena alam belum lagi tercipta. Hal ini mudah kita terima dengan iman. Namun dengan akal yg tidak dalam pengetahuannya? wah, bisa ditolak ini.

Ya mas, saya pikir jin ikut2an membantu kalau urusan2nya sudah ttg sesat/penyesatan. Mungkin tanpa disadari Drs. Min.

Ayo dibantu, duh, smg MUI Solo mau proaktif turun tangan ini. Amin

10 September 2010 20.58

mas, pernah ketemuan dng Drs. Min?
smg kapan2 sy berkesempatan ini.
Amin.

pingin liat langsung makhluknya... ^^

12 September 2010 23.34

saya habis chat langsung dengan teman saya itu
so far, saya nyerah... :(

Tanya sama pak guru
19 September 2010 13.51

kalau menurut pak guru, ada gak manusia diplanet lain/diluar bumi? Kalau pak guru menjawab tidak tahu, kenapa pak guru bisa menyesatkan orang lain la wong pak guru ndak tahu?

20 September 2010 09.25

@Susilo: Jazakallah atas tambahan pencerahannya. Sy kira antum Susilo yang aktivis YATAIN Kartasura.
@Eko SW: Saya pernah bertemu dengan Mbah Min, ikut pengajiannya, menonton VCD-nya, membaca tulisan2-nya, dan berdialog dengannya secara langsung di Balai Desa Gumpang Kartasura yang difasilitasi oleh Bapak Camat Kartasura. Sayangnya dia tidak gentle mengatakan "Betul saya adalah pengikut Ingkar Sunnah!" Yang dikatakan selalu apologi dan muter2. Kasihan orang2 yang sudah disesatkan. Betapa besar siksa yang akan diterima Mbah Min nanti. Teman antum namanya siapa? Mungkin sy bisa membantu menjelaskan duduk kesesatan Mbah Min dan YATAIN-nya. Amin

22 September 2010 00.46

ow begitu. iya, tidak bs tegas mengatakan ingkar sunnah. haduh, melas iki karo temenku. hm, piye iki yo? aku ngerasa putus asa.
nanti tak message fb aja mas. jangan disini ah. :)

nuwun

27 September 2010 09.02

Yah. Begitu lah kalau orang sudah merasa beraslah pasti takut jika ketahuan. Lihat saja maling kalau ketangkep pasti ndak mau ngaku bahwa ia maling. Ariel-Luna juga begitu kan? Ketangkep basah ber-ZINA eh masih ndak punya malu karena ndal mau ngaku. Kasihan deh...

itong
14 Oktober 2010 01.32

kedua pihak ini sama-sama "pintar" ... wkwkwkwk
ya Alloh .. ampunilah kami ...

14 Oktober 2010 10.12

Sebenarnya mudah kok pak guru untuk menetukan siapa yang sesat dan yang bukan. Lihatlah koment2 di atas. Yang pake nama tidak jelas bahkan anonim pasti dialah yang salah karena tidak gentle and takut diketahui orang lain akan kesalahannya.
Saya ingat kata Nabi: "Perbuatan dosa adalah perbuatan yang kamu lakukan dan kamu takut hal itu diketahui oleh orang lain." Contohnya maling. Mengapa maling sembunyi2? Karena ia tahu apa yg ia lakukan itu dosa alias salah. Makanya sembunyi. Korupsi, zina juga sama dan seterusnya.
Kalau memang benar, mestinya mereka menunjukkan jati diri mereka sejelas-jelasnya seperti yg dilakukan pak guru kita ini. Namanya jelas, acount FB-nya jelas, emailnya jelas, fotonya juga jelas (senyumnya he..3x). jadi gampang kalau mau dilabrak. he...3x
Tapi kan pak guru dalam posisi yg benar, jadi tidak takut sama siapa pun yang mau melabraknya. Wong benar kok takut. He..3x Pasti kan pak guru siap dilabrak. Malah mungkin siap mati syahid. Amin... :)

PARNO
15 Oktober 2010 18.18

Sikat saja YATAIN di muka bumi ini, darah kalian adalah halal hukumnya, karena kalian telah menodai Al Qur'an dan As Sunnah. Serta melecehkan para sahabat, tabiin dan ulama salafush sholeh.
Kepada orang yang masih bisa berfikir jernih, bentengi aqidah kalian dari bahaya YATAIN.

Anonim
15 Oktober 2010 18.20

Segeralah bertaubat wahai pengikut YATAIN. sebelum ruh sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat.

16 Oktober 2010 07.20

@MP3: Yah. Begitulah. Makanya beberapa koment dri YATAIN tdk sy munculkan krn isinya LAGU LAMA. Sy sdh paham betul logika mereka. Sy ada bukunya mbah min kok. Bgm mrk membentengi diri agar tdk dikatakan sesat. Pdhal logika di buku itu amburadul. Tp wong namanya blm dpt hidayah ya begitulah. Mdh2an mereka semua segera tobat Amin...!
@Pak Parno: Sabar pak. Kl masih bs diluruskan ya diluruskan dg hikmah dan mau'idhah khasanah saja siapa tau bs tobat. Amin

23 Oktober 2010 10.11

wah hebat tenan ada orang merasa dirinya benar dan masuk surga,selain pemahaman dia pasti sesat dan perlu tobat.aku tidak bela siapapun karena aku seorang muslim yang biasa saja.apa sih perbedaan hadist dan sunnah rosul? klo mau pakai hadist menurutku adalah apa-apa yang melekat pada nabi muhammad SAW dan yang dilakukan yang diucapkan segala sesuatu yang menyangkut nabi muhammad adalah HADIST tapi klo sunah rosullullah beda dengan HADIST, sunnah adalah ketetapan. jadi sunah rosul adalah ketetapan rosul,yang diwariskan rosul adalah sunah nabi dan al qur'an bukan hadist dan al qur'an!!!!!!!memang kita harus menunggu orang barat menemukan mahluk hidup di planet lain,dan kita selalu ketinggalan klo masih mempercayai bahwa manusia atau mahluk hidup itu hanya di bumi,dulu copernicus dan gallileo di bunuh dan di penjara gara2 mengatakan bahwa bumi itu bulat.apakah kita juga akan mengatakan minardi maupun yang lainnya sesat dan perlu diberantas ajarannya? gara2 pandangan dan pemikiran mereka beda dengan kita,sungguh kita akan menjadi dholim.dulu nabi muhammad waktu pertama kali banyak yang menentang walaupun konsteknya beda maksud saya bahwa minardi dan yang lainnya pasti banyak yang menentang karena pandangannya, seperti juga nabi dulu juga banyak yang menentang karena ajarannya. bagi saya ternyata masih banyak orang islam yang mengambil abunya dari pada api ajaran pada islam, banyak orang berjenggot,celana tomprang dll saya usul klo pergi-pergi umat islam naik onta/kuda karena nabi tidak naik mobil/motor,karena ini sesuai dengan hadist nabi yaitu bahwa nabi jika perjalanan naik kuda/onta.saya berpikir janganlah mengatakan orang lain sesat dan perlu tobat tapi instropeksilah diri sendiri apakah kita sudah benar????dan selalu menjalankan ajaran nabi maupun ibadah kita pasti diterima allah, aku yakin ormas-ormas islam itu banyak anggotanya yg sholatnya bolong-bolong,di indonesia yang benar2 islam dan menjalankan syariatnya hanya dikit tak ada 30%. untuk itu janganlah kita mengatakan si a sesat,si b wah hebat amalannya,si c sesat dan dholim perlu tobat!memangnya surga hanya untuk dirimu dan pengikutmu tok????hanya Allah yang tahu siapa benar siapa sesat......akupun pengin masuk surga juga.......ntar kamu bilang,jangan itu termasuk orang yang percaya dengan mahluk lain yang ada di planet lain,emangnya surga itu milik mbahmu ya????beda pendapat jangan dibesar2kan,ntar bisa2 orang NU bilang orang muhammadiyah sesat dan orang2 muhammadiyah bilang orang NU tuh hanya taunya tahlilan dan slametan aja gitu kog mau masuk surga? bisa-bisa sesama orang islam saling bermusuhan.apakah anda yakin klo pikiran dan ajaran/ibadah anda paling benar????????anda klo sholat ikut hadist yang mana?bacaan yang mana?klo beda gerakan tangan/bacaannya dengan anda sholat orang lain juga tidah sah???emangnya anda tuhan yang tahu sah dan tidaknya ibadah seseorang diterima?????

29 Oktober 2010 17.02

Mbak Imelda yang mudah2an segera bertobat. Jangan marah2 gitu dong. Wajah anda jadi jelek kalo marah2 begitu. Sing sabar. Org sabar disayang Allah. Org marah disayang Syetan. Mengapa anda tdk berterimakasih sama saya? Sy kan cuma mengingatkan kl mbah min dan kelompoknya itu salah dan sesat. Kl anda tdk trima ya sudah. Ndak usah marah2 gitu. Sebagai seorang muslim, kl ada saudaranya tersesat wajib hukumnya utk mengingatkan. Kl yg diingatkan tdk mau ya ndak usah marah2.
Belajar lg ttg sejarah Copernicus dan Galileo ya mbak, jgn asal ngomong. Sy menentang Mbah Min bukan krn dia beda pandangan dg sy. Sy menentangnya krn dia telah melecehkan Islam! Krn dia melecehkan Rasulullah! Krn dia melecehkan para sahabat! Sy ndak peduli dia mau ngomong bhw di planet ada manusia; di planet ada hewan; di planet ada kakeknya mbah Min; dan seterusnya. Sy tdk peduli! Asalkan dia tdk bawa2 al-Qur’an yg dipake utk men-justifikasi pendapatnya itu.
Dan anda jgn memfitnah sembarangan mbak. Bgm anda bs yakin org Islam yg di ormas sholatnya bolong2? Bgm anda yakin syariat Islam hanya y dikerjakan hanya 30%? Anda punya data? Kl tdk punya data itu namanya fitnah. Dan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Artinya anda sudah MEMUTILASI banyak orang Islam. Hati2 kl bicara mbak. Kl tdk bs bicara yg baik2 lebih baik anda diam sj.
Anda sdh baca tulisan sy belum? Silahkan bc di http://gurugo.blogspot.com/2010/10/benarkah-kebenaran-hanya-milik-alloh.html Kalau kebenaran hanya milik Allah, buat apa Allah mengirim utusan ke bumi ini? Buat apa Allah menyediakan Surga dan Neraka? Toh manusia tdk tahu benar apa salah. Berarti Allah berbuat dlolim dong kalau qt tdk diberitahu mana yg benar dan mana yg salah, tapi tb2 qt masuk neraka. Sekali lagi mudah2an anda semua bertobat. Aminnn…

ABU RAIHAN
18 November 2010 09.20

Seharusnya MUI dan pengawas aliran kepercayaan segera bertindak sebelum Yatain ini menggurita. Di Karanganyar sudah sangat meresahkan dan sudah hampir memecah belah persatuan ummat lho ! Nanti kalau sudah kayak Al Qiyadahnya Mushadek baru kelimpungan. Apalagi kalau sudah segedhe Ahmadiah ! Mumpung baru Stadium awal Ayo segera di SMACK DOWN !!! Ummat juga sudah menahan tangan yang segera pingin maju nonjok nih ! Jangan salahkan ummat kalau ada tindakan anarkis karena lelah menunggu tindakan pihak berwenang yang terkesan LEBAY !

Novita Kusuma
25 November 2010 13.37

Saya seorang guru juga, trus terang sangat suka dgn ilmu pengetahuan, apalagi menjelang usia tua begini rindu akan pengetahuan agama, dari SD hingga s1 belajar agama tetap tak begitu paham tentang asyiknya belajar agama shg bisa dijadikan hobby, tapi setelah saya menemukan beberapa buku karangan Nazwar Syamsu tokoh Islam kontroversi tahun delapa puluhan yang diterbitkan oleh PT.Ghalia Bandung, saya baru merasa asyik bahkan banyak sekali hal-hal yang kadang saya bingung benar-tidaknya, dan saya coba untuk belajar lagi dan membuka Alqur'an dan benar-benar minta petunjuk pada Allah tentang suatu hal tidak lama kemudian saya dapatkan informasi itu. Maha suci Allah. Bapak Minardi Mursyid saya sering mendengarkan siarannya di radio FM 95,6 fullday berhenti ketika menjelang waktu sholad. Ada banyak kesamaan ajaran Bapak Minardi Mursyid dengan Nazwar Syamsyu bahkan mencermati komentar-komentar anda seperti Isra' Miraj dan Masyarakat di luar planet penjelasannya mirip dengan NS (Nazwar Syamsu). Tetapi apakah saya juga menjadi sesat karena saya belajar Al-Qur'an seperti dua tokoh tersebut,..saya senantiasa berdoa memohon perlindungan dan minta pentunjuk dari Allah, terus terang Pak Guru,, usia saya sudah terlalu tua untuk belajar Hadist juga..karena itu saya tidak bermaksud mengesampingkan atau bahkan ingkar sunnah tetapi memang saya lebih fokuskan belajar Al-Qur'an, ternyata banyak hal-hal yang masya Allah tak terlukiskan kitab Allah itu ilmu yang sangat luar biasa, semoga Allah memanjangkan umur kita untuk lebih banyak belajar. Untuk memudahkan saya belajar saya memang mengikuti cara seperti Bp. Minardi Mursyid (dengar dari radio) yaitu dengan pembelajaran tematik biasa pak guru buat pendidikan dasar kan pembelajarannya tematik, misalnya tentang Puasa, yah dikumpulkan ayat-ayat yang berhubungan dengan puasa semuanya lalu dianalisakan, melalui siaran radio saya kira tidak dipaksakan pendapatnya Bapak Minardi Mursyid toh sebenarnya banyak ayat yang disampaikan dengan terjemahan apa adanya. Saya baru tahu kalau ternyata pengajian yang disampaikan Bapak Minardi Mursyid itu dianggap sesat oleh banyak kalangan dan pernah diusir kata kasarnya gitu dari Gumpang Kartasura, wah...saya tak tahu apakah harus applaus pada anda atau justru prihatin. Yang jelas sebagai sesama profesi guru saya hanya berpesan "Rajinlah selalu tentu kau dapat, Hormati gurumu, sayangi teman,itulah tandanya kau murid budiman".

26 November 2010 10.35

Ya bu. matursuwun telah masuk ke sini. Nazwar Syamsu ya gurunya Mbah Min bu. Sama2 Ingkar Sunnah or ingkar hadits. Justru karena sy sayang sama mbah min maka sy ingatkan beliau bahwa beliau di jln yang sesat sesuai hadits Rasulullah yg sy ulang2 di atas. Sayang sungguh sayang surga yang betapa indahnya hanya ditukar dg keangkuhan menolak hadits dan menjelek-jelekkan shahabat nabi. Apa panjenengan mau mengikuti org yg jelas2 menghina shahabat nabi? Org yg imannya betul dan islamnya benar adalah yang mencintai Nabi dan juga para shahabat beliau. Menyakiti shahabat sama saja dg menyakit Nabi SAW. Mudah2an Anda segera sadar dan meninggalkan ajaran Mbah Min. Jgn bilang tdk ada usia untuk belajar. Wong utk belajar sama Mbah Min yg jelas sesat saja Anda mau kok? Kenapa utk belajar Islam yg benar justru Anda ogah2an? Mudah2an Alloh memberi hidayah kepada Anda sehingga segera bertobat dan kembali mendalamai al-Qur'an dan Sunnah yg sudah diterima oleh jutaan manusia sejak Rasulullah sampai sekarang. Amin. Amin. Amin.

11 Desember 2010 06.08

hmmm, saya setuju dengan pak min, anda semua berpikiran dangkal yang tertutup hatinya. al quran tidak memerlukan hadis karena al quran adalah ciptaan allah sendiri yang pasti sempurna, jd anda semua meragukan kitab yang dibuat oleh allah sendiri?? dasar..
dan malah memilih hadis yang merupakan buatan manusia yang penuh dengan kesalahan..

ADJI
13 Desember 2010 08.20

MEREKA TELAH TERANG-TERANGAN BIKIN BLOG DI YATAIN.BLOGSPOT.COM
SEMAKIN BERANI AJA SETELAH SIARAN LEWAT RADIO

roni
13 Desember 2010 16.13

saya lihat dan baca dari komentar diatas, nampaknya pak guru mudah sekali menyatakan bahwa orang itu sesat, orang itu kafir, sesama soudara semuslim hendaklah saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan hendaklah dilakukan dengan cara yang santun, silahkan diingatkan mereka kalau tidak mau ya sudah bagimu agamamu dan bagi ku agamaku,saya teringat suatu hadis yang berbunyi
Hadis shahih Bukhari no 1709
Dari Abu Zar ra, ia mendengar Nabi saw bersabda, “Seorang pria yang menuduh pria lain jahat, atau menuduhnya kafir, maka tuduhan itu berbalik kepadanya, jika orang yang dituduhkannya itu tidak seperti itu.”
jangan sampai pak guru termakan hadis ini
terima kasih

15 Desember 2010 09.33

Pak Guru yang juga keminter...

Janganlah menjelekkan Mbah Min sebagai keminter kalau Pak Guru sendiri menyatakan sebagai Guru Pintar.

Bukankah di dalam Islam bila ada perbedaan pemahaman dikembalikan kepada Al Qur'an.

Jangan saling merasa pintar. Mengkaji Al Qur'an pun harus dengan cara yang benar menafsirkannya. Kumpulkan para ahli tafsir Al Qur'an dan membahas permasalahan yang rujukannya Al Qur'an.

17 Desember 2010 09.20

@pamuwesa: al-Qur'an diturunkan Alloh kepada manusia. dan pengumpulannya juga dilakukan oleh manusia. sama2 dikumpulkan oleh manusia mengapa anda meragukan kebenaran al-hadits? sama2 ada campur tangan manusia mengapa anda hanya menrima al-Qur'an. sama2 berasal dari nabi SAW mengapa anda hanya menerima al-Qur'an? Buktikan kalau al-Qur'an tidak membutuhkan al-hadits!
Tidak ada sesuatu yg sempurna di dunia ini selain Alloh sendiri!

17 Desember 2010 09.23

@roni: sy sama sekali tdk menyatakan mbah min dan pengikutnya kafir. Sy hanya COPY PASTE dari sabda Nabi bhw yg tdk menerima al-hadits berarti dalam kesesatan. Jadi yang menyatakan mbah Min dan pengikutnya sesat bukan saya tetapi RASUL SENDIRI. Apa anda mau melawan Rasul?

17 Desember 2010 09.32

@gurumutan: sy tdk merasa pintar om. ID Guru Pintar hanyalah do'a. Apa tdk boleh berdo'a? Nabi diberi nama Muhammad yg artinya yg terpuji. Itu juga do'a. Adik sy namanya istiqomah. apa dia sombong mengaku selalu istiqomah? Tidak! itu cuma do'a. Kak sy namanya zakiyah, artinya suci. Apa dia sombong mengaku-aku sbg org suci? Tidak! itu juga do'a.
Mbah Min nama belakangnya "mursyid" yg artinya menunjukkan. itu juga sebuah do'a. Mudah2an terkabul shg ia betul2 bisa menunjukkan jalan yg benar bukan malah menyesatkan banyak orang. Amin

17 Desember 2010 09.36

satu lagi. betul kata anda mbah min harus mengumpulkan para ahli tafsir. dan bukan bicara seenak perutnya sendiri. dlm kajian2 di YATAIN sy tdk pernah melihat atau mendengar Mbah Min berkata: "Menurut Ibn Katsir arti ayat ini begini, menurut al-Alusi begini, menurut HAMKA begini, menurut Quraish Syihab begini, dst...." Tidak pernah! Semua tafsiran murni hasil pengawuran mbah min sndiri.

Asbad pujakesuma
18 Desember 2010 14.36

Aslm'alkm p gugu pinter,pengn ikut nmbrung ni?daripada kita pusing2 ngomongin org sesat mndingan ambil yg terbaik aja?contohnya panggil smua klwarga anda,santri2@pengikut2anda!trus mbah min jg demikian terus mohon kpd Allah untuk memutuskan siapa yg pling benar antara anda dan mbahmin.(disumpah gitu mksutnya?berani gak pak guru yg pinter?

13 Januari 2011 09.20

ya kl kasih komentar bc dulu koment2 di atas. Jngan asal koment sj. Mbah Min sudah sy tantang untuk bersumpah bahwa pahamnya benar dan dia akan masuk surga tp ternyata dia pengecut. tdk brani. kl sy, sesuai sabda Nabi, dah bersumpah bahwa dia memang sesat. Allohu Akbar!

Abu Syifa
14 Januari 2011 15.49

Akhi Muhsin, ni kayaknya semakin seru aja comen2nya. Allah telah menjelaskan bahwa sesuatu yang haq pasti tidak bisa tercampuri dengan yang bathil. Dan yang haq pasti akan menjumpai kemenangan. Lha sesuatu yang haq itu yang bagaimana? tentulah itu berdasarkan Qur'an dan Sunah. Jika hanya berpedoman Qur'an itu bathil, sebagai contoh Allah tidak mengutus Rasulullah sebagai uswatun hasanah kita yang lebih pasnya lagi mengapa Allah tidak mencontohkan langsung? untuk itu diutuslah Rasulullah, Beliau di utus selain menyampaikan Al Qur'an juga sebagai contoh atau panutan kita. Jadi mohon maaf saja, kecenderungan YATAIN adalah menjadikan mr. minardi sebagai RASUL, mengapa demikian? karena pernah saya dengar secara langsung dari murid mr. minardi di karanganyar. wallahu'alam bishowab.

15 Januari 2011 13.55

lha iya itulah masalahnya akh. Krn mungkin menurut org2 YATAIN al-Qur'an itu diturunkan kepada Mbah Min bukan kepada Rasulullah. Nyatanya Mbah Min menafsirkan al-Qur'an dg perutnya sendiri tidak merujuk kepada Nabi bagaimana cara menafsirkan al-Qur'an yang benar.

Abu Syifa
31 Januari 2011 15.48

Akh, ni di Karanganyar di mulai kajian sesat itu lagi, si pemberi materi sesat duduk dikursi sambil membuka laptop dan pengikutnya duduk dibawah beralaskan tikar, lumayan juga pengikutnya. Sungguh miris klo melihat itu, yang lebih menghebohkan lagi yang jadi pemateri orang PNS Depag berstatus guru dengan titel SAg dan pengikutnyapun juga ada yang SAg. Luar Biasa, setan kalao mau menyesatkan nggak pandang bulu.

Abu Syifa
18 Februari 2011 17.42

Kayaknya pengikut YATAIN ini perlu di ruqyah masal, masalahnya sudah kemasukkan jin punyanya mr. minardi. Di tempat saya itu klo ada suara adzan, nggak segera sholat, tapi malah ada yang pergi, ada yang jagongan, ada yang cekakaan dll, heboh deh. Apa mata, hati dan telinganya sdh ketutup semua ya. Naudzubillah....

solo raya
5 Maret 2011 15.21

yang penasaran pengen liat mukanya minardi, search aja di youtube MINARDI MURSYID

Anonim
17 Maret 2011 12.55

Pak guru pintar, terus kan perjuangan mu, untuk melindungi dan mejaga kebenaran ISLAM di muka bumi.

22 Maret 2011 11.24

Aslm. afwan jiddan lama tdk memoderasi komentar yg masuk di blog saya ini. @Abu Syifa: Jangankan bertitel S.Ag, lha pamannya Nabi yg bernama Abu Thalib saja kafir kok. Padahal melihat dan mendengarkan langsung sabda-sabda Nabi. Apalagi mereka yg HANYA bertitel S.Ag. Tp memang disayangkan. Sarjana yg harus membela ISLAM tp justru MERUNTUHKAN Islam. Astaghfirullah.

Abu Syifa
30 Maret 2011 09.06

Akh, tlg antum buka di websitenya yatain, makin muak mbacanya www.yatain.blogspot.com

8 April 2011 10.56

Ya sudah akh. Ane jg sdh koment di sana kok. Bagitulah org kalau menolak hadits. SEMAKIN JELAS kesesatannya. diantaranya mencari-cari kejelekan hadits. memang muaranya ya mengajak org utk menolak hadits yg berarti menolak Nabi Muhammad SAW.

Anonim
10 April 2011 13.14

kalian ini orang orang bodoh yang giginya besar besar

Anonim
10 April 2011 13.17

tenang.... sudah banyak diaplud di yutub....anjing menggonggong kami berlalu

Anonim
12 April 2011 22.53

guru pintar saking pinternya pantes masuk RSJ,sebelum msk neraka.....

16 April 2011 10.03

Nah. Jelas kan akhlaq pengikut Mbah Min. Mana ada kajian yang BENAR tapi merusak akhlaq seeprti itu? Misuh2 tapi tidak berani menunjukkan jati diri. Masya Alloh! Mudah2an Alloh memberi hidayah kepada Mbah Min dan pengikutnya ke jalan yang benar: jalan al-Qur'an dan Sunnah. Amin...

16 April 2011 10.15

Silahkan sj diupload di youtube. Toh yg tersesat pasti orang2 yang kurang ilmu dan terkooptasi oleh olah pikir Mbah Min. Tapi mereka yg berislam dengan benar pasti akan memilih jalan yang BENAR: jalan al-Qur'an dan Sunnah Nabi SAW. Bukan jalan yang bengkok karena tafsiran sepihak Mbah Min tanpa mau mengikuti jalan atau cara menafsirkan yang dipakai oleh Rasulullah SAW.
Itulah jalan sesat yang sudah SANGAT JELAS disabdakan oleh Nabi: "Aku wariskan kepada kalian semua dua perkara yang jika kalian berpegang teguh dengan keduanya maka kalian TIDAK AKAN TERSESAT SELAMA-LAMANYA, yakni al-Qur'an dan Sunnah-ku."

Anonim
17 September 2011 10.46

justru yang terjadi sekarang yatain makin lama makin banyak anggotanya....makin banyak fasilitas yang bisa diadakan ....makin banyak teknologi tersedia yang mampu dipakai untuk sarana syiar dan seterusnya dan seterusnya.....guru pinter dan konco2nya yang sangat sombong yang saya tahu gak ada apa2nya yang berarti...kalian sangat kecil untuk bisa kami bahas di forum kami...

7 Oktober 2011 10.30

hehehe kalo dibaca dr koment anda, siapa sesungguhnya yg sombong bang anonim? Ngaca saja dech...!!!

28 Oktober 2011 08.36

Na'uzubillahi min zdalid

Masih ada aja Ingkaru Sunah ini...
Bener2 akhir jaman...

Pk Guru, di Colomadu juga udah bibrantas YATAIN ini....semoga Allah SWT memberi Taufik pada kita semua dan tidak ada lagi yg di SESATKAN mbah Min alias mbah Minus Banget...

31 Oktober 2011 09.01

assalamualaikum.....saya mau ikut ngomen, boleh mas...?

Anonim
4 November 2011 13.36

astaghfirullahaladzim

nur hikmah
25 November 2011 10.30

Nur hikmah

akhir zaman...Yatain datang bawa ancaman...waspadalah kaum muslimin dan muslimat yang berikrar Ashadu anlaailahailallah wa ashadu anna muhammadar rasulullah...

26 November 2011 20.53

minardi mursyid kalau sholaat, jumlah rokaatnya mengikuti siapa?
di Qur-aan kan tak ada jumlah rokaat sholaat.
apa kita sholaat dg jumlah rokaat sendiri2.

denbagus tapi bodho
8 Februari 2012 20.52

Aku sangat sering mendengar kajian Tauhid FM yg bbrp kali pindah gelombang.

LOGIKA ku mengatakan "Pak MIN tidak mampu menafsirkan SEMUA AYAT al-Qur'an". Dan apalagi mempraktekan dgn tafisrnya sendiri.

LOGIKA KU BERKATA:

Mengapa Allah memakai bahasa Arab? tentu agar kaumnya faham, bs dimengerti umat Rasulullah saat itu berbahasa Arab, itulah Firman Allah. "Catat agar faham !! agar mengerti!! agar mudah!!".

LOGIKA KU BERKATA: Krn Pak Min juga sering pake Logika.

Bgm jika mushaf AL-QUR'AN kita paket ke pedalaman IRIAN JAYA, terus kita kasih pesan pake bhs mereka "silakan baca dan praktekan" cara shalat, zakat, puasa, cara menyembelih, cara mengubur jenazah, dll. Sesuai Al-Qur'an yg bahasa arab ini. Tentu lebih bijaksana kita kirim buku tatacara shalat, zakat, dll bahasa mereka.

LOGIKA KU BERKATA:

Al-Qur'an turun bertahap, pake bhs arab, agar mudah dipraktekan Rasulullah kmd dicontohkan kepada umat jaman itu. Tujuan Allah memudahkan, "Itu hanya teknis" spy umat faham. Hadits2 yg berisi praktek rasulullah "itu jg teknis" ditulis supaya cepat dan awet bs sampe generasi kita... tahun 2012 dan akhir jaman.

LOGIKA KU BERKATA:

Ada orang pintar, ada orang bodoh, ada org bisa baca ada yg tdk bis baca... ada orang kota ada orang desa.. ada yg tuli ada yg bisu.. ada yg buta.. ada yg dekat rasulullah ada yg jauh... ada sejaman rasulullah ada yg ribuan tahun kemudian... ada yg bisa bhs arab ada yg hanya bisa cina...

Bisakan org buta menfasirkan al-qur'an yg berbahasa arab tertulis dalam kertas?


LOGIKA KU BERKATA:

Tdk ada yg salah berpedoman hadits2.. bahkan berpedoman buku2 pelajaran agama.. juga berpedoman tausiyah2 guru2... Itu kan TEKNIS agar aku bs cepat fahami ayat2 Allah.

LOGIKA KU BERKATA:

Sebagai penutup, lebih mudah mana "mencopy otak manusia" dengan "mengcopy tulisan manusia"? lebih cepat mana "mengirim manusia yg bisa mendemokan/mempraktekan Al-Qur'an" dengan "mengirim tulisan berisi praktek Al-Qur'an".

ALhamdulillah, ada TULISAN yg berisi parktek2 Rasulullah dan sahabat2nya... kemudian ditulis dan akhirnya sampai kepada kita... "agar cepat disebarkan dan mudah diparktekan" selama "isi praktek tersebut merujuk kepada Al-Qur'an dan diketahui sumber2 si pemabawa kabar"... karena itulah gunanya kajian, penafsiran, dan itulah ilmu.

LOGIKA KU BERKATA:

Bbrp hadits berisi Asbabul Nuzul menceritakan "teknis" dan "kronologis" mengapa "ayat" itu turun. Lbih mudah memahami ayat Allah "dengan bantuan teknis" berupa "asbabbulnuzul" atau dengan menafsirkan sendiri ayat Allah?...

Anonim
17 Februari 2012 00.17

Musa
Mbah min ndak punya rak'at, dia hanya punya tadabbur alam, makan tu karangan dia

Abu Syifa
1 Maret 2012 08.37

Alhamdulillah, dedengkotnya YATAIN di Karanganyar sudah insaf dan keluar dari YATAIN. Semoga hidayah Allah senantiasa terlimpah kepada orang2 yg mau menjemput hidayah-Nya. Aamiin.

3 Maret 2012 14.23

Alhamdulillah. Mudah2an pada taubat semua yg masih tersisa di Yatain. Amin

3 Maret 2012 14.25

Baarakallahu fiikum akh...

3 Maret 2012 14.28

Alhamdulillah. Allahu Akbar!!! Kalau dia sempat menyesatkan orang lain harus bertanggungjawab narik mereka kembali k jalan yang benar: al-Qur'an dan al-Hadits.

Anonim
13 Maret 2012 07.01

Alhamdulillah, saya banyak mendapatkan ilmu dari pembahasan di sini.
Kalo boleh tahu "dedengkot" itu siapa? Alangkah baiknya beliau mengungkapkan pengalamannya dari awal masuk hingga keluar YATAIN.

Semoga tidak hanya dedengkot, pendirinya pun sadar. Amin.

14 Maret 2012 08.35

walau telat, nimbrung baca...

17 Mei 2012 19.07

ikut nyimak......

Abu Syifa
16 Agustus 2012 12.54

Naudzubillah... afwan... memang dedengkotnya keluar dr yatain, tp ternyata dia ngembangkan sendiri aliran sesatnya... cuma yg ini tanpa nama, tp ya tetap ingkar sunnah

16 September 2012 07.33

orang merasa benar itu sudah pasti salah, jangan mudah menyalahkan /mengira ira semua itu sesat, belum tentu itu semua sesat, dan belum tentu pendapat anda itu benar,berpendapat boleh, tapi gak usah mencerca yang lain,kita belajar itu sifatnya untuk mencari ilmu/ persamaan, bukan mencari perbedaan, dan kita belajar itu pakai nalar jangan cuma dg mimpi" khayalan belaka, anda boleh statmen kayak gt, tp gak usah memfonis orang itu sesat, yang dipelajari itu alqur`an mas bukan yang lain. di alqur`an sudah banyak dijelasin kalau dari banyak umat islam itu, hanya sedikit kaum yang bisa berfikir/mengetahui, itu yang bilang alqur`an, dan alquran itu sifatnya pasti..., saya percaya itu, mudah"an kita termasuk didalamnya, amin....

20 September 2012 12.29

Tdk perlu diperdebatkan ttg al-Qur'annya, tdk ada yg salah karena al-Qur'an pasti benar. MASALAHNYA adalah pada penafsiran sembarangan Mbah Min yg tdk merujuk pada kaidah2 tafsir dan hanya mengandalkan otak atik sj. Parahnya penafsiran ini diikuti secara TAKLID BUTA yg sangat berlebihan oleh para pengikutnya, sampai seolah lebih diterima daripada Nabi Muhammad sndiri sbg penerima wahyu. Mbah Min sdh jadi nabinya Ingkar Sunnah Solo. Itu yg jd masalah...

MTAUHID
24 September 2012 12.44

SESAT, SEANDAINYA, MENGHINA PARA SAHABAT : -SESAT, istilah ini banyak kita temukan di ayat ayat suci al qur'an, dan anda pasti menemukan banyak kesulitan untuk menemukan semua ayat yang mengandung kata sesat dalam alqur'an, jadi tidak pernah tau apa sebenarnya kriteria sesat menurut ALLOOH, ya kan? KAMI SUDAH MENEMUKAN AYAT AYAT ITU DENGAN BELAJAR DARI PAK GURU "Minardi Mursyid".Kalau sudah tahu seseorang atau segolongan itu SESAT,apa yang harus kita perbuat menurut petunjuk ALLOOH. saya yakin anda belum tahu pasti tantang itu.

-SEANDAINYA,itu pemikiran orang yang suka pikir dan omong kosong, buang2 waktu, mubadzir! NAUDZUBILLAAH MIN DZALIK.

-MENGHINA PARA SAHABAT, "FITNAH LEBIH BERBAHAYA DARI MEMBUNUH"

Anonim
20 Oktober 2012 22.03

Hari Jum`at 18 Oktober 2012 masjid YATAIN di Tegalasri yang biasa untuk kajian Yatain sudah ditutuo / disegel oleh EUIS (Elemen Ummat Islam Solo. Perdebatan di blog ini tidak akan bertemu pada persamaanm Karena istilah Sunnah dan Hadits di Yatain berbeda dengan pemahaman Ahlus sunah wal jama`ah. Memurut Yatain Sunnah itu Ketentan Hukum Allah, sehingga tidak ada Sunnah Rasul.Hadits itu kabar,sedamg kabar yang dibawa para Rasul itu wahyu Allah (kitab suci).Semua ini tujuannya mengagungkan Allah jangan sampai meremehkan Allah. Masih banyak lagi contoh yang "berbeda" dg yg lain.

27 Oktober 2012 18.45

Guru Pintar............
Saya mau tanya, tetangga saya ada tiga orang yang mengikuti ajaran yatain mbah minardi/minus, mereka taunya dari dvd dan radio saja, tapi mereka sudah seperti ustad, mempengaruhi tetangga2 yang lain, bagaimana cara kita untuk menyadarkan mereka dengan dalil Al-Quran, masalahnya mereka mempunyai watak yang keras. gitu aja Terimakasih

30 Oktober 2012 11.19

Membaca komentar dalam halaman blog ini semakin tampak lebih terlihat sebuah debat kusir daripada "tawasaubilhaq tawasaubish-shabr".
Saya hanya ingin berbagi, semoga ada manfaatnya. Dalam halaman ini sepertinya ada yang berpendapat ingin membenturkan vis a vis antara Al-Qur'an dan Hadits. Sebelum membahas lebih dalam tentang bagaimana seharusnya kita memposisikan keduanya, ada sebuah prolog berikut :
Umpamakan anda seorang warga asing yang ingin menjadi warga negara indonesia yang baik, tentu yang dilakukan adalah mengikuti persyaratan administratif sebagai awal langkah, yaitu mengurus status admnistratif kewarganegaraan hingga kita mendapatkan KTP. Cukupkah? belum. Kita Juga harus mulai belajar Bahasa Indonesia. Cukupkah? Belum. Kita juga mesti mulai belajar sejarah dan budaya Indonesia.Tapi apakah kita juga harus bisa mempraktekkan tarian Kecak, Serimpi, Piring dan lainnya? tidak harus. Apalagi, kita juga perlu tahu sistem hukum di Indonesia, ada norma keagamaan, adat, dan hukum positif seperti UUD 1945 dan Pancasila. derivasinya ada Undang-Undang, Keppres,Inpres, Perpu,Keputusan menteri, perda, dll.

Pertanyaannya, Apakah kita harus mempertentangkan antara UUD 1945, Pancasila, Undang-Undang?

Analog dengan prolog di atas, begitu juga dengan ISlam, tidak semestinya membenturkan Al Qur'an dan Hadits. kalau kita terjebak dengan hal ini berarti ada yang tidak benar dengan sistem logika berpikir kita.

Islam dari Zaman Nabi Adam hingga Rasulullah, saw pun hingga saat ini sama, yaitu agar manusia meng-esakan Allah sebagai satu-satunya Ilah. Yang berbeda dari tiap zaman kenabian adalah syaria't nya. dan yang terakhir adalah syari'at yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad,saw.

Contoh 1 :
Dalam Al Qur'an ada ayat : "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat." (Qs. Al Baqarah [2]: 45)

pun ada ayat berikut : Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." (Qs. Al `Ankabuut [29]: 45)

Lalu bagaimana mengamalkan shalat seperti diperintahkan ayat AlQur'an di atas? Waktunya kapan saja? berapa kali dalam sehari? berapa rakaat? kalimah dan doa yang dibaca dalam shalat seperti apa?
tentu bukankah kita harus mengikuti bagaimana Rasulullah melaksanakan shalat bukan? pertanyaanya? kita saat ini hidup 15 abad setelah Rasulullah, saw kan tidak mungkin kita bertanya pada Rasulullah tentang tatacara praktek shalat? Itulah posisi pentingnya hadits.

Bagi yang menolak hadits semestinya ia pun harus menolak praktek shalat, puasa, khitan, zakat, haji dll. karena secara detail tatacara itu hanya dimuat dalam hadits. Karena hadits adalah kisah hidup Rasululah, saw dalam beribadah dan bermuamalah semasa hidupnya.

Mengenai keterbelakangan umat saat ini sehingga tertinggal jauh dari bangsa Barat, jangan disimpulkan secara sederhana dan kerdil bahwa sebabnya hanya karena berkiblat pada kitab-kitab klasik saja. Bukankah sebenarnya persoalannya kompleks?

masih ada lanjutannya .........

30 Oktober 2012 11.21

lanjutan....

Menjadi seorang muslim yang baik bukan hanya mempelajari Al Qur'an (dalam makna yang sempit), tetapi bagaimana agar ayat-ayat Al Qur'an itu membumi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, secara syariat praktik ibadah dijalankan seperti shalat, puasa, zakat, haji. pun semangat Al Qur'an dalam bermuamalah membumi, seperti keadilan, transparansi/kejujuran, kesejahteraan.

Membumikan Al Qur'an jangan disempitkan menjadi mempelajari Al Qur'an dengan logika an sich. banyak cabang keilmuan yang kita perlukan untuk membumikan Al-Qur'an dalam ber-ekonomi/berbisnis, mengelola pemerintahan, mengembangkan ilmu pengetahuan eksakta dan teknologi, mengembangkan ilmu sosial.

Sayang kalau energi kita dihabiskan hanya untuk berdebat dan berkonflik untuk hal seperti ini, bisa jadi ini adalah sebuah infiltrasi dari luar Islam untuk membuat riak-riak di dalam masyarakat Islam, hingga melupakan pada pekerjaan-pekerjaan besar peradaban agar umat Islam tidak terasing dari dirinya sendiri dan mampu memberikan alternatif peradaban yang elegan dan bermartabat, adil dan mensejahterakan.

Bagi anda yang sedang semangat-semangat nya mempelajari Islam. Subhanallah sebuah aktifitas yang InsyaAllah diridhoi Allah. tetapi jangan mudah terprovokasi oleh pikiran-pikiran yang sekilas terlihat logis dan manis.
Ada sebuah analogi berpikir begini : dalam dunia penelitian, apabila kita menemukan sebuah penemuan baru, maka yang perlu diuji, apakah itu benar-benar penemuan baru, atau pada masa-masa sebelumnya pernah ada?
=====================================
SEBUAH kisah menarik ketika suatu hari Rasulullah SAW seperti hari-hari biasanya melakukan kajian agama Islam di Majelis Taklim Rasulullah.

Sahabat Abu Bakar yang biasanya hadir lebih awal, pada kesempatan itu belum hadir padahal acara sudah dimulai.

Tiba-tiba Abu Bakar datang dengan tergopoh-gopoh karena merasa tidak enak terlambat datang ke Majelis Rasulullah.

Belum sempat duduk, Rasulullah langsung bertanya kepada Abu Bakar dengan nada keheranan, "Wahai Abu Bakar, apa gerangan yang menyebabkan engkau terlambat, padahal pada hari-hari biasanya engkau selalu datang lebih awal?"

Abu Bakar menjawab, "Mohon maaf, ya Rasulullah, dalam perjalanan menuju majelis engkau, aku mendapati seseorang yang sedang salat dengan khusyuk kemudian membaca Alquran sangat merdu."

Rasulullah berkata, "Wahai Abu Bakar kembalilah engkau kepada orang itu dan bunuhlah dia!"

Abu Bakar kebingungan mendengar perintah tersebut dan bertanya, "Apa saya tidak salah dengar ya Rasulullah, mengapa orang yang sedang salat khusyuk dan membaca Alquran dengan merdu engkau perintahkan untuk dibunuh!" Rasul menjawab, "Wahai Abu Bakar, berangkatlah turuti perintahku!"

Abu Bakar, sambil menahan rasa heran, berangkat ke tempat orang itu dan mendapatinya sedang salat sangat khusyuk. Abu Bakar tidak tega membunuhnya dan kembali ke Majelis Rasulullah.

Rasulullah bertanya, "Wahai Abu Bakar, sudahkah engkau membunuh orang tersebut?"

Abu Bakar menjawab, "Mohon maaf ya Rasulullah, saya tidak tega membunuhnya karena dia sedang salat dengan sangat khusyuk." Rasulullah berkata, "Tidak masalah. Sekarang aku memerintahkan engkau Umar untuk membunuh orang itu!" Umar bertandang ke tempat itu untuk membunuh orang tersebut. Namun Umar juga tidak tega membunuhnya.

Maka Rasulullah memerintahkan Sahabat Ustman untuk melakukan hal yang sama. Utsman juga tidak berhasil, dengan alasan serupa. Sampailah pada giliran Ali bin Abu Thalib. Ketika Ali bin Abu Thalib sampai ketempat tersebut, orang bersangkutan sudah tidak ada.
=====================
Dari Kisah di atas kita bisa mengambil ibrah, bahwa menjadi muslim yang baik bukan hanya identik pengamalan ibadah kepada Allah semata tapi bagaimana juga agar diri kita menjadi bagian agar Islam itu menjadi rahmat bagi semesta alam, dalam artian semangat Al Quran membumi dalam kehidupan umat.

Wallaahu a'lam bish-shawab

8 November 2012 12.52

sebenarnya yang mengikuti aliran YATAIN ini ada dampak positif...paling tidak jadi lebih tahu mengenai Al-Qur'an...seperti dibuka akal pikirannya....padahal dalam beragama yang pertama adalah iman dulu...bukan yang masuk logika...contoh..kenapa solat zuhur 4 rokaat??apa agar sambil istirahat???itu kan jawaban asal menurut logika kita...gak ada nashnya juga dalam Al-Qur'an. orang yang sesta...maka apa yang dikatakannya juga sesat...nah...sebenarnya jika kita hanya memakai Al-Qur'an..maka otomatis kita juga makai hadits...lah.....Al-Qur'an dibukukan oleh siapa...zaman usman to...atas dasar apa....yo catatan para sahabat to....lah kita percaya pada sahabat berarti pakai hadits....kenapa al fatikhah di surat pertama???al ikhlas di surat terakhir????itu semua dari sahabat to berdasar sabda nabi Muhammad....jika pakai Al-Qur'an thok...ya buat susunan Al-Qur'an sendiri dong.....tapi emang...jika mengikuti YATAIN ini jadi seolah benar sendiri...seolah jadi tahu yang belum diketahui orang...jadi benar sendiri...nabi seolah cuma TOA masjid yang mengeluarkan suara dan anda punya alat untuk merekam suara TOA tsbt. saat TOA tsbt rusak anda tidak memakainya...tidak peduli...jadi nabi sama aja ma orang lain cuma pas aja dikasih wahyu...gak perduli pribadi beliau...itulah anggapan dari para YATAIN. semoga pada bertobat

8 November 2012 12.59

bahasa indonesia aja bung

8 November 2012 13.06

gaya menafsirkan mbah minardi tu pake gaya bahasa indonesia....anak sma juga bisa....pake software computer terus cari kata misalnya "sesat" maka muncul tu surat dan ayatnya...terus digathuk2ke dewe...jadi dewh...gampang to...ha...kok le enak men nafsirke Al-Qur'an. padahal menafsirkan Al-Qur'an tu ya harus ada ilmu dan tahapannya....misalkan dari segi bahasa...tata kalimat...dan sebagainya...misal kata kafir tu sebenarnya berasal dari kata apa???setelah jadi istilah bermakna apa...jika terletak pada kalimat tertentu apakah maknanya sama???ini yang pada membela YATAIN kan karena dapat mainan baru istilah anak2 tu...karena saya juga mengalami itu...dan untung tidak terjerumus...semua yang meninggalkan sunnah pasti SESAT...gak usah takut bilang itu...ibaratnya...kita menserviskan motor ke bengkel TV...yo mesti salah....sesat..apapun yang dibilang oleh tukang servis TV itu tentang motor karena tidak punya ilmunya...

ahmad
8 November 2012 15.10

waduh jadi penasaran, kenapa nabi menyuruh membunuhnya? siapa dia?

Anonim
6 Januari 2014 11.57

mbah min ini jan-jane dari pesantren mana to ?

Poskan Komentar

Anda merasa mendapatkan KEBAIKAN dari postingan ini? SILAHKAN BERKOMENTAR secara santun, bijak, dan tidak menghakimi. TERIMAKASIH telah sudi meninggalkan komentar di sini. Semoga hidup Anda bermakna. amin...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger