Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

BENARKAH IBRAHIM MENEMUKAN TUHAN KARENA MEMAKAI AKAL?


Inilah yang sering digembar-gemborkan oleh sebagian orang yang menuhankan akal mereka. Mereka menjadikan kisah Nabi Ibrahim dalam menemukan Tuhan sebagai bemper alias pembenar bahwa kita harus menuhankan akal kita. Benarkah Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan karena menggunakan akal beliau? Coba kita simak secara lengkap dan teliti ayat-ayat Alloh yang berbicara tentang kisah Sang Nabi Bapak Tauhid ini dalam “menemukan” Tuhan.
“Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. QS. Al-An’am (6): 76-79
Kalau kita baca secara sekilas ayat-ayat di atas memang seolah-olah Nabi Ibrahim sukses menemukan tuhannya karena mengoptimalkan akalnya. Namun, sangat aneh jika seseorang bisa mendapatkan hidayah HANYA karena ia menggunakan akal. Hidayah itu milik Alloh, dan akan diberikan kepada siapa saja YANG DIKEHENDAKINYA. Artinya jika Nabi Ibrahim mendapatkan hidayah HANYA karena menggunakan akal maka ini bertentangan dengan firman Allah. Lihatlah firman Allah berikut ini:
“DIA MEMBERI HIDAYAH kepada siapa yang DIKEHENDAKI-Nya ke jalan yang lurus.” QS. Al-Baqarah (2): 142
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang DIKEHENDAKI-Nya kepada jalan yang lurus. QS. Al-baqarah (2):213
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang DIKEHENDAKI-Nya. QS. Al-Baqarah (2): 272
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang DIKEHENDAKI-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. QS. Al-An’am (6):88
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi. QS. Al-A’raaf (7):178
Dan masih banyak lagi ayat yang menyatakan bahwa datangnya hidayah itu atas kehendak Allah, BUKAN atas kehendak manusia sendiri. Dan ternyata isyarat itupun sudah ditangkap oleh Nabi Ibrahim sendiri. Lihatlah di ayat itu terselip pernyataan Nabi Ibrahim bahwa ia menemukan tuhan adalah karena hidayah Allah. Ibrahim mengatakan, “"Sesungguhnya JIKA TUHANKU TIDAK MEMBERI HIDAYAH kepadaku, PASTILAH aku termasuk orang-orang yang SESAT".
Jadi amat sangat salah jika seseorang menggunakan kisah keberhasilan Ibrahim dalam menemukan Tuhan adalah berkat akalnya, bukan berkat hidayah Allah. Dan seharusnya, jika hanya akal yang berguna untuk keimanan seseorang, mestinya Fir’aun dan Qarun pun beriman kepada Allah dan Nabi Musa karena secara akal ia tidak bisa menolak hujjah dan mukjizat Nabi Musa. Demikian juga dengan Abu Lahab dan kawan-kawan. Meski kebenaran Muhammad sangat ma’kul dan bahkan maktub dalam kitab sebelumnya, mengapa mereka tidak beriman? Karena mereka belum dapat hidayah Allah. Dan bahkan paman Nabi sendiri pun gagal diislamkan sampai-sampai nabi pun bersedih, sehingga diingatkan oleh Allah:
“Sesungguhnya kamu TIDAK AKAN DAPAT memberi HIDAYAH kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang DIKEHENDAKI-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. QS. Al-Qashash (28):56
Persoalan ini lebih jelas ketika di ayat-ayat yang lain Ibrahim juga mengakui bahwa ia telah mendapatkan hidayah Allah, bukan karena penggunaan akalnya. Lihatlah ayat ini:
“Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya ALLAH TELAH MEMBERI HIDAYAH kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” QS. Al-An’am (6): 80
Ibrahim berkata: Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. QS. Maryam (19): 43
Dan sesungguhnya telah Kami ANUGERAHKAN KEPADA IBRAHIM HIDAYAH kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya. QS. Al-Anbiyaa’ (21):51
Sekali lagi dan sekali lagi, akal harus dipakai, namun jika akal sudah diletakkan di atas perintah al-Qur’an itu berarti mengebiri al-Qur’an sekaligus menjadikan akal sebagai tandingan sesembahan. Dengan kata lain siapa pun yang menolak perintah Allah karena diangga tidak masuk akal, maka ia telah menuhankan akal alias berbuat syirik. Naudzubillahi min dzalik…..!

IBLIS TERSESAT KARENA MENUHANKAN AKAL



Tentu kita sangat familiar dengan kisah Iblis yang menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s. Kisah itu dimuat di dalam al-Qur’an secara berulang-ulang, pertanda bahwa itu adalah peristiwa yang sangat penting. Mari kita tengok bagaimana al-Qur’an menceritakan kisah tersebut:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. QS. 2:34
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". QS. 7:11-12
“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?" Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". QS. 15: 26-33
“Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" QS. 17:61
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim. QS. 18:50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. QS. 20:116
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". QS. 38:71-76
Jika kita perhatikan dengan seksama kisah tidak mau sujudnya Iblis kepada Adam maka dapat disimpulkan bahwa hal itu DIKARENAKAN IBLIS MENUHANKAN AKALNYA alias LOGIKAnya. Logika Iblis mengatakan bahwa bahan baku api (yang darinya Iblis diciptakan) itu lebih mulia dan lebih terhormat daripada bahan baku tanah liat (yang darinya Adam diciptakan). Padahal dalam pandangan Allah tidaklah begitu. Alloh sama sekali tidak memandang bahwa tanah liat itu lebih hina daripada api dan tidak memandang bahwa api itu lebih mulia daripada tanah liat.
Dalam pandangan Alloh, orang yang paling mulia adalah mereka yang paling bertakwa. Perhatikan ayat berikut:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” QS. 49:13
Inilah yang terjadi jika kita terlalu menuhankan akal kita. Kita pun akan terperosok ke dalam kesesatan sebagaimana Iblis yang tersesat karena menuhankan akal. Padahal hanya Allah sajalah yang patut untuk dituhankan. Karena Iblis menuhankan akal, maka ia berani menentang perintah Allah yang tidak sesuai dengan akal atau logika berpikirnya. Logika Iblis berkata, “Masak api disuruh sujud sama tanah liat? Yang bener saja man!” begitulah kira-kira rasio Iblis.
Dan ternyata di dunia ini ada juga orang yang mengikuti langkah-langkah Iblis, yakni menuhankan akal. Mereka enggan melakukan perintah-perintah Allah, meskipun bunyi ayatnya JELAS sebuah perintah. Misalnya, di banyak ayat Allah jelas dan tegas menyuruh hamba-hambanya untuk mendirikan sholat, namun mereka justru menolak karena menuhankan akal mereka dengan mengatakan, “Masak sholat kok nungging begitu, makanya tidak bisa mencegah dari kemungkaran.”
Inilah bahayanya jika kita menuhankan akal kita. Mestinya perintah Allah harus diletakkan lebih tinggi daripada akal. Itulah agama Islam. Kata Islam sendiri mengandung arti “pasrah”. Selama kita tidak mau pasrah kepada Allah maka selamanya kita tidak akan bisa merasakan indahnya beragama Islam.
Memang dalam al-Qur’an terdapat sekian ayat yang menegaskan agar kita menggunakan akal kita untuk berpikir. Namun bukan berarti kita disuruh menuhankan akal kita. Bahkan malaikat sendiri pun hampir-hampir saja menuhankan akal mereka. Ketika Allah berfirman kepada malaikat akan menciptakan khalifah di atas bumi, para malaikat berkata dengan logika mereka: “Apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan merusak bumi dan menumpahkan darah di sana? Padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu?” Namun ketika mendapatkan jawaban dari Allah, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Malaikat pun tersadar dan berkata, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Berikut kutipan lengkap ayat tersebut:
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” QS. 2:30-32
Semoga kita semua terhindar dari perilaku menuhankan akal. Menggunakan akal wajib hukumnya, namun jangan sampai berlebihan. Karena tidak semua hal bisa dicerna oleh akal. APALAGI MENGELIMINIR WAHYU ALLAH DENGAN AKAL. Sungguh akal manusia sangat terbatas. Tidak pantas bagi kita sombong menolak perintah Allah dengan keterbatasan akal itu. Semoga yg masih menuhankan akal segera tersadar. Amin…
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger