Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

Download Buku Pedoman Penulisan Tesis UMS

Assalamu'alaikum saya ucapkan buat para pengunjung setia blog  saya..... 
Sejak selesai dari segala ubo rampe tesis dan alhamdulillah sukses ujian tesis, banyak teman-teman yang bertanya kepada  saya tentang pedoman penulisan tesis, kebanyakan mereka ingin meminjam buku pedoman penulisan tesis UMS pada saya. Dengan menyesal saya tidak bisa memenuhi permintaan teman-teman kuliah saya tersebut. Karena,  honestly, saya sendiri tidak punya buku tersebut, karena memang tidak membelinya. Dalam proses pengerjaan tesis, saya meminjam Buku Pedoman Penulisan Tesis UMS di Perpustakaan Pascasarjana saat pergi ke Solo. 
Memang cukup merepotkan karena tidak bisa dibaca setiap saat. Mengingat banyak mahasiswa S2 yang berdomisili di luar Solo, bahkan di luar Propinsi Jawa Tengah, maka Buku Pedoman Penulisan Tesis UMS versi PDF ini saya ketik ulang. Tidak ada maksud apapun selain demi memudahkan mereka dalam menyelesaikan tesis sesuai dengan aturan  yang berlaku di UMS. Pembuatan Buku Pedoman Penulisan Tesis UMS  versi PDF ini mutlak diperlukan karena saat ini adalah era digital. 
Bagi siapa saja yang memanfaatkan versi PDF ini dan ingin berterima kasih kepada saya silahkan mengirimkan sekian rupiah uang “sukarela” untuk dakwah saya dan teman-teman di daerah Tayu Pati Jawa Tengah. Kebetulan saat ini kami sedang merintis sebuah lembaga pendidikan (sementara yang sudah berjalan TKIT Salman al-Farisi) di daerah tersebut. Karena belum ada dana untuk membangun gedung maka untuk sementara waktu kami meminjam sebuah ruko di Perumahan Tayu Kulon Sejahtera Pati. Dana bisa ditransfer ke rekening Bank Muamalat Cabang Pati nomor 015-0297-482  atas nama Yayasan Pendidikan Dakwah Sosial “Roja’ul Ummah” Tayu Pati.
Silahkan klik link di bawah ini:
 
Download Buku Pedoman Penulisan Tesis UMS Versi PDF

Wassalamu'alaikum.....

ABSTRAKSI TESIS "SYAR'I RULES IN MOVIES" (An Analytical Study of Nine Indonesian Islamic Movies)



SYAR'I RULES IN MOVIES


ABSTRACT

Muhsin SM's thesis on Syar'i Rules in Movies (An Analytical Study of Nine Indonesian Islamic Movies). Master Program in Islamic Thought, Graduate Program in Muhammadiyah University of Surakarta. 2011
The Islamic mission (dakwah) plays an important role in the religious life. In the teachings of Islam, preaching is an obligation imposed by a religion to its followers. According to the rules of fiqhiyah “mâ lâ yatimmul wâjibu illâ bihi fahuwa wâjib”, then a movie as a means of dakwah is a duty. However,  it is not considered a sin if Muslims do not preach through movies. Movie is just one of many ways to preach.
This research is focused on the study of Islamic movies in Indonesia. Up till now some researches on movies tends to confine  the side of semiotics, the messages (social, cultural, political, and religious), and the structures. There aren't any researches that discuss movies from the review of syar'i’s.
A movie that contained messages has been started since 1959. But its  journey did not as interesting as other commercial movies. The movies of this category began to bloom again since it lifted the Ayat-Ayat Cinta novel to the big screen. The film makers also make a similar film as a race.
This research is considered important, because: First, Islam is often negatively portrayed  on Western movies. Secondly, there is a percentage of Muslims that they can only be touched by the movie because they are allergic to the study. Third, sometimes a movie is able to provide a deeper understanding than propaganda through lectures. Fourth, there are some movies that are considered un-Islamic movie but it turned out to discredit Islam.
This research is wanted to answer the questions: (1) What aspects is considered to make  Islamic movies? (2) are the movies which  are labeled as  Islamic movies meets the criteria of Islamic Shariah? (3) What movies are awarded as Islamic movies but found it insulting Islam?
The Research is carried out on nine Islamic movies in Indonesia. The nine movies were chosen because it produced and distributed by nine different producers and distributors. By making nine movies are expected to represent the entire genre movies of religion in Indonesia.
In this research was found that (1) There are many things that must be considered in making Islamic movies. (2) Not all the movies that get the label of Islamic movie meets the criteria Islamic shariah. (3) The movies that get labeled Islamic movie but insulting Islam are 3 Do’a 3 Cinta (3 Prayer 3 Love) and Perempuan Berkalung Sorban (Women with a Turbans).

KAIDAH-KAIDAH SYAR'I DALAM PERFILMAN (Studi Analisis Terhadap 9 Film Religi Indonesia)


ABSTRAK

Muhsin SM. Kaidah-Kaidah Syar’i Dalam Perfilman (Studi Analisis Terhadap 9 Film Religi Indonesia). Tesis. Program Studi Magister Pemikiran Islam, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2011
Dakwah merupakan satu bagian yang pasti ada dalam kehidupan umat beragama. Dalam ajaran Islam, dakwah merupakan suatu kewajiban yang dibebankan oleh agama kepada pemeluknya. Sesuai kaidah fiqhiyah mâ lâ yatimmul wâjibu illâ bihi fahuwa wâjib, maka film sebagai sarana dakwah adalah sebuah kewajiban. Namun bukan berarti jika umat islam tidak berdakwah lewat film akan berdosa. Karena wasilah dakwah banyak sekali macamnya dan film hanyalah salah satu diantaranya.
Studi ini memfokuskan diri dalam penelitian film-film religi di Indonesia. Selama ini penelitian atas sebuah film hanya terbatas pada sisi semiotik, nilai pesan (sosial, budaya, politik, dan agama), dan struktur sebuah film. Belum ada penelitian yang membahas film dari tinjauan syar’i.
Perjalanan film sebagai penyampai pesan dakwah sudah dimulai sejak tahun 1959. Namun perjalanannya tidak semeriah film-film komersial lainnya. Film-film kategori ini mulai marak kembali sejak diangkatnya novel Ayat-Ayat Cinta ke layar lebar. Para sineas pun seolah berlomba membuat film serupa.
Penelitian ini menjadi penting mengingat: Pertama, agama Islam seringkali digambarkan secara negatif dalam film-film Barat. Kedua, ada sekian persen ummat Islam yang hanya bisa disentuh dengan film karena mereka alergi dengan pengajian. Ketiga, terkadang sebuah film mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam daripada dakwah lewat ceramah. Keempat, ada beberapa film yang dianggap film islami tetapi ternyata justru menjelekkan Islam.
Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan: (1) Apa saja hal yang harus diperhatikan untuk membuat film islami? (2) Apakah film-film yang mendapatkan label islami sudah memenuhi kriteria syari’ah? (3) Film apa saja yang mendapatkan predikat sebagai film islami tetapi ternyata justru melecehkan Islam?
Penelitian dilakukan terhadap 9 film religi di Indonesia. Kesembilan film ini dipilih karena diproduksi dan didistribusikan oleh sembilan produser dan distributor yang berbeda. Dengan pengambilan sembilan film ini diharapkan mampu mewakili seluruh aliran (genre) perfilman religi di Indonesia.
Di dalam penelitian ini ditemukan bahwa ternyata (1) ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam membuat film islami. (2) tidak semua film yang mendapatkan label islami sudah memenuhi kriteria syar’i. (3) film-film yang mendapatkan label film islami tetapi melecehkan Islam adalah film 3 Do’a 3 Cinta dan film Perempuan Berkalung Sorban.

TAFSIRAN SEMBRONO MINARDI MURSYID

Tanpa sengaja saya mendengarkan siaran radio YATAIN (lebih tepat diartikan sebagai: Yayasan Taklid Ingkar Nabi) pada gelombang 89.3 FM yang berisi kajian Drs. Minardi Mursyid sebagai guru tunggal spiritual YATAIN. Bagi pembaca (khusus masyarakat Solo dan sekitarnya) yang belum pernah mendengarkan siaran radio ini silahkan putar di gelombang 89.3 FM. Namun yang perlu diingat, Anda harus tetap kritis ketika mendengarkan kata-kata Mbah Min di sini. Jangan terima mentah-mentah apa kata-kata Mbah Min, tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu atau bacalah kitab-kitab tafsir yang mu’tabar. Karena jika tidak, maka anda pun bisa jadi akan ikut untuk menjadi pengingkar Sunnah Nabi SAW. Kalau sudah begini, maka kelak Anda tidak akan menerima syafaat dari beliau di Yaumil Qiyamah.
Sebenarnya saya sudah lama diberitahu tentang radio Yatain ini oleh mas Eko (aktivis Yatain) dan diminta untuk mendengarkan radio ini agar pemahaman saya tentang Yatain bisa merubah dan menerima pendapat Mbah Min. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, semakin saya mendengarkan siaran Yatain, maka saya semakin yakin bahwa mereka memang baru tersesat sebagaimana kata Nabi. Karena bagaimanapun Nabi adalah orang yang paling tahu dengan tafsir al-Qur’an. Tetapi mengapa justru yang menafsirkan adalah Mbah Min dengan akalnya sendiri?
Honestly, memang ada beberapa pendapat Mbah Min yang bisa diterima secara syar’i. Karena meskipun ia membuang hadits tetapi ada juga tafsiran yang tidak bertentangan dengan kaidah tafsir. Tetapi sebagian besar yang disampaikan jelas bertentangan dengan hadits karena hanya melihat ayat secara kasat mata. Ia sama sekali tidak melihat bagaimana asbabun nuzul ayat tersebut, apalagi melihat hadits yang berkaitan dengan ayat. 
Nah salah satu tafsiran Mbah Min yang sembrono dan sangat tendensius adalah ketika ia menafsirkan QS 3:78 yang artinya:
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran: 78).
Menurut Mbah Min, ayat ini menegaskan bahwa ada segolongan orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri (mengarang) dan mengatakan bahwa ini adalah dari Alloh. Mbah Min mengatakan bahwa mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah para penulis hadits. Inilah tafsir Mbah Min yang sangat tendensius. Dengan tafsirannya ini ia ingin mengajak kelompoknya untuk membenci para ahlus sunnah yang berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah.
Sekarang kita lihat bagaimana para mufassir menafsirkan ayat ini.
At-Thabary mengatakan: “Kata ‘minhum’ (mereka) dalam ayat tersebut adalah Ahlul Kitab (orang-orang Nashrani).
Tafsir Ibnu Katsir mengatakan bahwa ‘minhum’ di sini adalah orang-orang Yahudi.
Tafsir al-Maraghi lebih jelas mengatakan: “Mereka dalam ayat ini adalah ulama2 Yahudi yang berada di sekitar Madinah, serta orang yang mengikuti dan berjalan di jalan mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa golongan (fariqan) itu merupakan orang2 Yahudi yang datang kepada Ka’ab ibnul Asyraf, yang dikenal sangat memusuhi Rasulullah SAW, banyak menyakiti, dan sering menghasutnya. Mereka merubah Taurat, kemudian menulis al-Kitab yang mengganti sifat Nabi SAW. Dan, Bani Quraidhah mengambifl apa yang mereka tulis, kemudian mencampuradukkannya dengan kitab yang ada pada mereka. Dan, mereka ketika membacanya memutarbalikkan bacaannya sampai orang-orang menduga bahwa itu dari Taurat.
Penafsiran ‘minhum’ dengan Yahudi sejalan dengan ayat di surah an-Nisa’ ayat 46 yang artinya:
“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa`ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.”
Lebih jelas lagi bahwa kata ‘minhum’ di sini adalah benar-benar yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi adalah surah al-Baqarah: 79 yang artinya:
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (al-Baqarah: 79)
Ayat ini adalah rangkaian ayat yang bercerita tentang sifat jeleknya kaumnya Nabi Musa (orang-orang Yahudi) dari ayat sebelumnya yakni yang ke-67. Jadi adalah mengada-ada (alias berbohong) jika Mbah Min mengartikan ‘minhum’ sebagai orang-orang yang menulis hadits. Kalau benar kata Mbah Min, lalu ketika ayat ini diturunkan kepada Nabi saat itu apakah juga ‘minhum’ berarti orang-orang yang menulis hadits? Padahal saat itu hadits belum ditulis jadi sebuah kitab? Demikianlah telah jelas kesesatan mereka yang menafsirkan ayat dengan akalnya, dengan nafsunya dan tidak dengan petunjuk Rasul. Mudah-mudahan Alloh memberi hidayah kepada mereka. Amin. Amin. Amin. By: guruGO.blogspot.com

INDONESIA IS THE BEST COUNTRY


Suatu pagi, kami menjemput seorang klien di bandara.Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dengan logat bicara gaya Melayu dan Inggris. Beliau menceritakan pengalaman-pengalaman hidupnya kepada kami yang masih muda. Beliau berkata, "Your country is so rich!" Ah biasa banget dengar kata-kata seperti itu. Tapi tunggu dulu. "Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia," lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia, You don't need the world."

"Mudah saja, Indonesia paru-paru dunia.Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti "kiamat". Dunia yang butuh Indonesia! Singapura is nothing, we can't be rich without Indonesia. Lima ratus ribu orang Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami. Apartemen-apartemen terbaru kami yang beli orang-orang Indonesia. Tidak peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah Rumah Sakit kami. Orang Indonesia semua yang berobat."

"Terus, kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk? Ya,benar-benar panik. Sangat terasa, we are nothing. Kalian tahu, kan kalau Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di Singapura dan Malaysia? Kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras. Lihatlah negara kalian, air bersih dimana-mana. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari Malaysia."

"Saya ke Kalimantan pun dalam rangka bisnis, karena pasirnya mengandung permata. Terlihat glitter kalau ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3000/kg ke pabrik Cina, si pabrik jual kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya lihat ini sebagai peluang."

"Kalian sadar tidak kalau negara-negara lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak diembargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dari petani-petani kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik-pabrik sendiri. Tak perlu impor kalau bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!"
(dikutip dari milis tetangga)

AKIBAT INGKAR SUNNAH


Beginilah akibat bagi mereka yang Ingkar Sunnah dan hanya memakai al-Qur’an saja sebagai pegangan dalam hidup.
Jika meninggal tidak dimandikan, dikafani, diantar, dan tidak usah pula disholati. Orang yang Ingkar Sunnah jika mati maka ia cukup ditimbun ke dalam tanah. Hal ini berdasar kisah Qabil yang membunuh saudaranya Habil lalu menimbun Habil di dalam tanah.
“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” QS. Al-Ma’idah (5): 31.
Tidak ada satu pun ayat di dalam al-Qur’an yang memerintahkan atau menuntun kita untuk merawat jenazah seorang muslim. Petunjuk perawatan jenazah bagi seorang muslim hanya akan kita dapatkan di dalam hadits. Oleh karena itu jika kita mengingkari hadits maka jika kita meninggal kelak kita akan dipendam sebagaimana seekor bangkai binatang yang mati. Mungkin karena dianggap seperti binatang itulah maka orang-orang Ingkar Sunnah tidak percaya dengan siksa kubur, bagaimana mungkin seekor bangkai kok disiksa? Begitu mungkin pikir mereka.
Begitulah indahnya Islam. Agama ini sangat menghormati manusia, tidak hanya ketika seorang muslim masih hidup bahkan ketika seorang muslim mati pun Islam sangat menghormatinya, maka Rasulullah mengajarkan perawatan jenazah. Oleh karena itu janganlah seorang muslim menentang sabda Nabi, “Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika berpegang kepada keduanya, yakni al-Qur’an dan al-Hadits.” Siapa yang berpegang hanya kepada al-Qur’an saja jelas akan tersesat.

ANTARA NGAWURISME DAN RADIKALISME


Bom meledak lagi. Kali ini sasaranya adalah para polisi. Banyak pihak yang mengecam tindakan bom bunuh diri ini. Salah satunya adalah komentar dari ketua PBNU Said Agil Siradj yang mengatakan bahwa aliran dana dari Timur Tengah perlu dicurigai karena telah memberikan dana untuk operasi paham radikalisme. Bagi saya, ini bukanlah tindak radikalisme, ini adalah tindakan NGAWURISME. Alias membunuh orang tanpa pertimbangan. Dipandang dari sudut manapun membunuh orang-orang muslim yang sedang menjalankan ibadahnya adalah tindakan ngawur alias tidak berperikemanusiaan.

Radikal itu penting!
Jangan salah! Radikal itu sangat penting. Untuk menjadi muslim yang militan kita butuh pemahaman radikal. Bukan paham liberal yang justru akan menghilangkan ghirah keislaman kita. Lihatlah mereka orang-orang liberal yang justru bingung dengan kebenaran agamanya sendiri. Mereka tidak yakin dengan kebenaran agamanya Islam, apalagi untuk meyakini kebenaran agama orang lain.

Radikal itu penting! Muslim yang tidak radikal akan mlempem jika melihat agamanya dicoreng-moreng oleh orang lain. Ia 'ikhlas' jika al-Qur'an diinjak-injak karena dinyatakan tidak suci, ia 'rela' jika pondok-pondok diawasi 24 jam oleh intel, ia 'santai saja' jika Nabi Muhammad dilecehkan. Itulah muslim yang tidak militan.

Muslim yang tidak radikal akan santai-santai saja jika melihat saudaranya sesama muslim di Palestina dibantai oleh Israel laknatulloh alaih. Muslim yang tidak radikal akan enak-enakan nonton bola meski saudaranya di belahan bumi lain diambil hak-haknya secara paksa. Jadi jangan hilangkan radikalisme! Yang diperlukan adalah menata pemahaman yang salah bahwa jihad bisa dilakukan dimana pun tempat, termasuk di masjid sekalipun. Allahummansur ummata muhammad!
 By: guruGo.blogspot.com
(Tulisan ini ditulis spontan setelah membaca berita bom bunuh diri di Cirebon).

Cara Mudah Menyelami Pemikiran Liberal

Selama ini buku-buku yang membahas tentang kesesatan pemikiran liberal disajikan dalam format ilmiah yang cukup berat untuk dibaca, apalagi untuk kalangan awam. Adian Husaini, sebagai salah seorang cendekiawan yang konsentrasi dalam menangkis pemikiran liberal, membuat terobosan baru yang cukup unik: menulis sebuah novel. Barangkali ini adalah novel pertama yang ditulisnya.

Adian mengangkat dua orang santri yang bernama Kemi dan Rahmat sebagai tokoh sentral dalam novel ini. Keduanya adalah santri di Pesantren Minhajul Abidin dibawah asuhan Kyai Aminuddin Rois. Mereka adalah santri teladan di pesantren sehingga mendapatkan tugas dari Kyai Rois untuk mengabdi mengajar beberapa tahun di pesantren.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger