Beginilah akibat bagi mereka yang Ingkar Sunnah dan hanya memakai al-Qur’an saja sebagai pegangan dalam hidup.
Jika meninggal tidak dimandikan, dikafani, diantar, dan tidak usah pula disholati. Orang yang Ingkar Sunnah jika mati maka ia cukup ditimbun ke dalam tanah. Hal ini berdasar kisah Qabil yang membunuh saudaranya Habil lalu menimbun Habil di dalam tanah.
“Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” QS. Al-Ma’idah (5): 31.
Tidak ada satu pun ayat di dalam al-Qur’an yang memerintahkan atau menuntun kita untuk merawat jenazah seorang muslim. Petunjuk perawatan jenazah bagi seorang muslim hanya akan kita dapatkan di dalam hadits. Oleh karena itu jika kita mengingkari hadits maka jika kita meninggal kelak kita akan dipendam sebagaimana seekor bangkai binatang yang mati. Mungkin karena dianggap seperti binatang itulah maka orang-orang Ingkar Sunnah tidak percaya dengan siksa kubur, bagaimana mungkin seekor bangkai kok disiksa? Begitu mungkin pikir mereka.
Begitulah indahnya Islam. Agama ini sangat menghormati manusia, tidak hanya ketika seorang muslim masih hidup bahkan ketika seorang muslim mati pun Islam sangat menghormatinya, maka Rasulullah mengajarkan perawatan jenazah. Oleh karena itu janganlah seorang muslim menentang sabda Nabi, “Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang kalian tidak akan tersesat selama-lamanya jika berpegang kepada keduanya, yakni al-Qur’an dan al-Hadits.” Siapa yang berpegang hanya kepada al-Qur’an saja jelas akan tersesat.
0 Komentar:
Poskan Komentar