Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Home » , , » TAFSIRAN SEMBRONO MINARDI MURSYID

TAFSIRAN SEMBRONO MINARDI MURSYID

Written By Guru Pintar on 12 Agustus 2011 | 15.31

Tanpa sengaja saya mendengarkan siaran radio YATAIN (lebih tepat diartikan sebagai: Yayasan Taklid Ingkar Nabi) pada gelombang 89.3 FM yang berisi kajian Drs. Minardi Mursyid sebagai guru tunggal spiritual YATAIN. Bagi pembaca (khusus masyarakat Solo dan sekitarnya) yang belum pernah mendengarkan siaran radio ini silahkan putar di gelombang 89.3 FM. Namun yang perlu diingat, Anda harus tetap kritis ketika mendengarkan kata-kata Mbah Min di sini. Jangan terima mentah-mentah apa kata-kata Mbah Min, tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu atau bacalah kitab-kitab tafsir yang mu’tabar. Karena jika tidak, maka anda pun bisa jadi akan ikut untuk menjadi pengingkar Sunnah Nabi SAW. Kalau sudah begini, maka kelak Anda tidak akan menerima syafaat dari beliau di Yaumil Qiyamah.
Sebenarnya saya sudah lama diberitahu tentang radio Yatain ini oleh mas Eko (aktivis Yatain) dan diminta untuk mendengarkan radio ini agar pemahaman saya tentang Yatain bisa merubah dan menerima pendapat Mbah Min. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, semakin saya mendengarkan siaran Yatain, maka saya semakin yakin bahwa mereka memang baru tersesat sebagaimana kata Nabi. Karena bagaimanapun Nabi adalah orang yang paling tahu dengan tafsir al-Qur’an. Tetapi mengapa justru yang menafsirkan adalah Mbah Min dengan akalnya sendiri?
Honestly, memang ada beberapa pendapat Mbah Min yang bisa diterima secara syar’i. Karena meskipun ia membuang hadits tetapi ada juga tafsiran yang tidak bertentangan dengan kaidah tafsir. Tetapi sebagian besar yang disampaikan jelas bertentangan dengan hadits karena hanya melihat ayat secara kasat mata. Ia sama sekali tidak melihat bagaimana asbabun nuzul ayat tersebut, apalagi melihat hadits yang berkaitan dengan ayat. 
Nah salah satu tafsiran Mbah Min yang sembrono dan sangat tendensius adalah ketika ia menafsirkan QS 3:78 yang artinya:
“Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: "Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah", padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran: 78).
Menurut Mbah Min, ayat ini menegaskan bahwa ada segolongan orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri (mengarang) dan mengatakan bahwa ini adalah dari Alloh. Mbah Min mengatakan bahwa mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah para penulis hadits. Inilah tafsir Mbah Min yang sangat tendensius. Dengan tafsirannya ini ia ingin mengajak kelompoknya untuk membenci para ahlus sunnah yang berpegang teguh pada al-Qur’an dan Sunnah.
Sekarang kita lihat bagaimana para mufassir menafsirkan ayat ini.
At-Thabary mengatakan: “Kata ‘minhum’ (mereka) dalam ayat tersebut adalah Ahlul Kitab (orang-orang Nashrani).
Tafsir Ibnu Katsir mengatakan bahwa ‘minhum’ di sini adalah orang-orang Yahudi.
Tafsir al-Maraghi lebih jelas mengatakan: “Mereka dalam ayat ini adalah ulama2 Yahudi yang berada di sekitar Madinah, serta orang yang mengikuti dan berjalan di jalan mereka. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa golongan (fariqan) itu merupakan orang2 Yahudi yang datang kepada Ka’ab ibnul Asyraf, yang dikenal sangat memusuhi Rasulullah SAW, banyak menyakiti, dan sering menghasutnya. Mereka merubah Taurat, kemudian menulis al-Kitab yang mengganti sifat Nabi SAW. Dan, Bani Quraidhah mengambifl apa yang mereka tulis, kemudian mencampuradukkannya dengan kitab yang ada pada mereka. Dan, mereka ketika membacanya memutarbalikkan bacaannya sampai orang-orang menduga bahwa itu dari Taurat.
Penafsiran ‘minhum’ dengan Yahudi sejalan dengan ayat di surah an-Nisa’ ayat 46 yang artinya:
“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula): "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): "Raa`ina", dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: "Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.”
Lebih jelas lagi bahwa kata ‘minhum’ di sini adalah benar-benar yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi adalah surah al-Baqarah: 79 yang artinya:
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (al-Baqarah: 79)
Ayat ini adalah rangkaian ayat yang bercerita tentang sifat jeleknya kaumnya Nabi Musa (orang-orang Yahudi) dari ayat sebelumnya yakni yang ke-67. Jadi adalah mengada-ada (alias berbohong) jika Mbah Min mengartikan ‘minhum’ sebagai orang-orang yang menulis hadits. Kalau benar kata Mbah Min, lalu ketika ayat ini diturunkan kepada Nabi saat itu apakah juga ‘minhum’ berarti orang-orang yang menulis hadits? Padahal saat itu hadits belum ditulis jadi sebuah kitab? Demikianlah telah jelas kesesatan mereka yang menafsirkan ayat dengan akalnya, dengan nafsunya dan tidak dengan petunjuk Rasul. Mudah-mudahan Alloh memberi hidayah kepada mereka. Amin. Amin. Amin. By: guruGO.blogspot.com
Share this post :

+ Komentar + 47 Komentar

Anonim
25 Agustus 2011 12.31

yah, kayanya ngga ada masalah yang besar.. wong ahli2 tafsir juga menafsirkan sesuai akal mereka sendiri.. kalau menafsirkan pakai akal orang lain, lha itu baru aneh.. emang bisa ya menafsirkan pakai akal orang lain?? :) guru pinter sendiri menulis pendapat ini menurut akal sendiri juga apa akal orang lain? pisss.. :)

Anonim
29 Agustus 2011 15.02

ga sah diprpanjang..pada intinya,al quran itu 100 persen benar,karena datangnya dari allah,...tp kalo hadist ga ada yng jamin 100 persen kebenarannya karena datangnya yang katanya dari nabi....ingat,sealim alimya orangsejujur jujurnya orang sepandai pandai orang,kalo yang disampaikan salah ya ttp salah......hadis itu yang nulis bukan nabi ataupun allah,hadis hnya tulian manusia,....kenapa kita harus percay dengan tulian mausia,padahal tulisan dr allah yang berupa al quran semunya sudah komplit....kalo ada suatu hadis,trus kita akan mencari kebenaran hadis tersebut klo benar2 hadis tersebut bersal dari nabi,..trus bagaimana kita tahu kalo hadis tersebut benar2 berasal dari nabi....la wong nabinya sudah meninggal...salah satu jalan ya kita tanya pada al quran...itu yang benar.karena nabi berbuat, berkata itu semua bersumber atau berlandaskan perintah allah melalui kalbunya,dan tulis didalam al quran,.maka semua perbuatan dan perkataan nabi, semua ada di al quran.......pada intinya,ga ada jaminan 100 persen kl hadis itu benar,..kl al quran sudah dijamin kebenarannya oleh allah,..karena allah sudah berfirman,.."aku yang menurunkan al quran,ak juga yang akan memeliharanya"

8 September 2011 09.43

di dunia ilmiah manapun sangat dipentingkan footnote, nah yg sy lakukan di atas juga pakai footnote. tidak seperti Mbah Min yg merasa pintar sendiri sehingga tdk butuh orang lain. Mbah Min serba bisa. :)

Memang al-Qur'an benar 100%. Saya pun setuju kok. YANG SALAH adalah Mbah Min-nya dan tafsirannya yang sembrono. al-Qur'annya tdk salah dan tdk mungkin salah karena dari Alloh. tapi yg salah adalah NAFSU Mbah Min yang dengan pongahnya menolak al-Hadits. ia berani berhadapan dengan Rasulullah. Astaghfirullah.....

21 September 2011 23.06

Anonim... wong banci ra wani nulis identitase. Itu buktine yen ra yakin pd keyakinane dewe. Apa bener dulunya mbah min itu karyawan bank bali yg nyambi penyalur TKI yg kena pengaruh milis Pengajian_Kantor (inkar sunnah)?

7 Oktober 2011 10.28

@Abdul aziz: setuju!!! Itulah kelakuan mereka. Liat saja group mrk d fesbuk yg bernama PQ Indonesia. Itu adalah close group, artinya grup khusus Ingkar Sunnah, saya sj daftar tdk diijinkan krn sudah tahu sy sangat benci dengan Ingkar Sunnah. Bbrapa person di situ juga ndak brani nulis identitas, salahsatunya yg sedang debat dg saya di inbox sy adalah Budi Santoso.

Anonim
14 Oktober 2011 08.06

Tlong mbah Min/murid2 stianya menjelaskan kronologi turunnya Al-Qur'an dari firman menjadi mushaf sekarng ini!

26 November 2011 13.20

minardi mursyid, mm, tahu sholaat
shubuh 2 rokaat,
dhuhur 4 "
asar 4 "
maghrib 3 "
isya' 4 ", dari mana?

tahunya sholaat harus baca alfaatihah, dari mana?

mengubur mayyit tahunya dari mana?

29 November 2011 09.50

pak guru…… sejak aku mendengarkan kajian pak min.. aku jadi penasaran pingin tau lebih jauh kemana arah kajian tersebut. namun setelah terlanjur ikut aku jagi agak bingung pak guru karena kajiannya memang luar biasa, namun yang gak habis pikir kok gak mau pake hadits. dan bahkan berani menyatakan lebih baik ingkar hadits dari pada alquran. …..pak guru terus terang aku ikuti terus komentar2 panjenengan tentang yatain tujuan ku untuk menjawab kebingunganku, terus terang aku masih dangkal dalam agama…. begini pak guru saya itu ada gagasan pingin ketemu sama ustadz muinudinillah untuk minta tanggapan beliau tentang Yatain…… pak guru mungkin aku bisa di bantu atau mingkin pag guru malah dah konsultasi ma ustadz muin. gimana tanggapan beliaau tenatang YATAIN. jazakumilloh khoiron klatsiron….

1 Desember 2011 07.52

mudah2an mbah min dan pengikutnya segera bertobat. amin

20 Desember 2011 09.53

Mbah Min itu bisa bahasa Arab tidak ya?

20 Desember 2011 10.13

@Wonogiri: Tidak cuma ustadz Mu'in, sy sudah konsultasi ke BANYAK USTADZ DI SOLO termasuk silaturrahim ke anggota2 MUI Solo dan semuanya SEPAKAT bahwa YATAIN adalah aliran Ingkar Sunnah yang SESAT dan MENYESATKAN.
@Dakwah Islam: Amin. Semoga sj mrk tobat.
@Cahbalapan: Tanya sj sendiri mas. Tapi mahir Bahasa Arab pun kalo sombong dan merasa benar sendiri akhirnya ya sesat juga. Karena mereka tdk memakai ajaran yg dicontohkan Rasulullah SAW. Maunya pake otaknya sendiri dan nafsunya sendiri, yah begitulah jadinya...

7 Januari 2012 23.18

Ya..memang di era dirasah al-Islamiyyah/Islamic Studies ini banyak ditemukan sesuatu yang barang kali dianggap baru. Dimana mereka menydodorkan epistemologi serta metodologi di luar mainstream interpretasi Muslim. Hanya sanya saja beberapa di antara mereka terjebak dengan proyek desakralisasi tafsir yang kemudian menuntut mereka untuk ikut-ikutan ke arah proyek rekonstruksi tafsir. Barang kali juga bener apa yang dikatakan @guru pintar: bahwa potnot merupakan legitimasi proposisi yang harus dikedepankan dan saya rasa tanpa itu, keilmuan kita ngawur jadinya..Dan itu juga merupakan kejujuran akademik kita sebagai pemerhati al-Quran. Dan memang mbah Min harus "dipertanyakan ulang"

Anonim
15 Januari 2012 15.19

saya judeg ngrasakke banyaknya aliran dalam agama. banyak pertanyaan muncul tak terjawab. dan... semua terjawab di bulan februari..maret 2011. (agus- ambarawa)

ekobodho
4 Februari 2012 10.13

Assalamu'alaikum,

Saya ingin ijin nimbrung.
Saya ingin bertanya kepada anda pernahkan anda membaca tentang ilmu hadits? Kalau mestinya anda tidak langsung menvonis bahwa semua hadits tidak benar berasal dari Rasul. Yang perlu diingat bahwa tradisi orang arab dg orang indonesia sangat jauh berbeda. Saya tidak bisa membayangkan kalau Al Qur'an diturunkan dalam bhs indonesia ???? pasti sekarang sdh jadi manuskrif. lihat saja bahasa indonesia jaman belanda dg sekarang sdh jauh berbeda.

Orang arab jaman dulu (dan sampai sekarang) mempunyai tradisi menjaga jalur nasab yg sangat kuat. Kalau kita org indonesia setelah mbah CANGGAH saja sdh tidak tahu.

Tradisi ini dan didukung ingatan yg kuat inilah yang menjadi dasar hadits. Rasul mengajar sahabat, lalu sahabat mengajar anaknya (generasi berikutnya), anak sahabat mengajar generasi berikutnya, demikian seterusnya sampai kepada jaman pembukuan hadits. sekali lagi pembukuan (bukan penulisan) karena kalau penulisan hadits jaman rasul juga sdh ada yg diperbolehkan.

Apa mbah min ketika menyampaikan ayat menerangkan dari siapa dia mendapatkannya dst.. sampai Nabi?

Kalau tidak ya kita mesti tanya supaya ilmu yg disampaikan murni dari Allah melalui lisan Rasul.

Untuk itu saran saya cobalah membaca ttf ilmu hadits, dah banyak bukunya terjemahn juga sdh ada tidak perlu takut terpengaruh? saya yakin anda juga pernah juga membaca berbagai macam buku.

selamat membaca

Anonim
8 Februari 2012 18.50

Mbah MIN, kajian Qur'an tematik, aku sering jg dengarin kajiannya. Cuma agak lucu ketikan jelaskan ttg shalat 5 waktu. Mosok, tatacara shalat disamakan jurus pencak silat turun-temurun.

28 Februari 2012 09.41

Alhadulillah akhirnya saya temukan juga orang yang merasa gundah spt saya. Sejak setahun lalu saya pendengar setia radio tauhid, terus terang saya kagum dan salut pada penguasaan ayat2 Al Qur'an Pak Min, tapi saya menemukan alamat dan mengikuti pengajiannya baru beberapa bulan ini. Sungguh saya merasa kaget luar biasa ternyata beliau sering melemahkan hadist spt yg disampaikan Pak Guru.
Bahkan tafsir AQ yang dari DEpagpun sering beliau koreksi, saya sempat terhanyut dengan pemikiran beliau karena saya kira beliau juga mengusai ilmu2 pendukung tafsir spt Balaghah, Mantik atau Nahwu Shorofnya ternyata beliau jarang2 menulis ayat dg khuruf arab-nya shg saya berkesimpulan bahwa beliau tidak lancar menulis huruf arab. Lantas saya berfikir berani betul beliau menafsirkan AQ dan mengkoreksi tafsir2 salaf yang selama ini dijunjung tinggi para mufasirin dunia spt tafsir Ibnu Katsir, Al Maroghi, dan mufasirin lokan spt Buya Hamka, Quarais Shibah dll.

Semoga teman2ku yang masih disana, menyadari kekeliruan ini paling tidak kembali ke aqidah dasar seorang muslim yakni AQ & Assunah apapun aliran dan mashabnya.... 28/02/2012

3 Maret 2012 14.15

yah begitulah. tahu kenapa dia berkata begitu? Supaya org2 tdk pake hadits ketika sholat. Padahal dalam ilmu silat sendiri pun banyak versinya, tergantung gurunya. kalo hadits kan jelas, meski ada versi tapi kita tidak mungkin bisa berkreasi sendiri

3 Maret 2012 14.17

Alhamdulillah ikut senang jika Anda sadar telah mengikuti kajian sesat. Kabar terbaru, seorang pentolan YATAIN di Karanganyar bertaubat dari YATAIN dan kembali kepada al-Qur'an dan al-Hadits. Allahu Akbar

4 Maret 2012 19.43

mau tanya Pak sebenernya tolak ukur hadits yg soheh atau ga dari mna seh

abdul aziz
5 Maret 2012 23.09

Yg pastinya (he...he...nirukan gayanya org inkar sunah)tolok ukurnya bkn spt org yatain...krn di Al-Qur'an tdk ada lafal "ikutilah spt org yatain..."

16 Mei 2012 10.02

Subhanallah

Anonim
29 Mei 2012 01.31

minta nomer hpnya pak guru,,sms ke nmer saya 085640939364

3 Juli 2012 01.35

assalamualaikum wa rohmatullah wa barakatuh...
salam sejahtera bagi kita semua, salam kenal.

saya hari ini baru dapat cerita tentang sebuah pengajian yang tidak mengutamakan sunnah rasul Muhammad SAW. lalu saya cari2, eh...ternyata disini sudah pada rame... btw, thank's buat guru pinter yang sudah membuat postingan ini.

kalau boleh saya sedikit berpendapat, bahwa (mohon maaf sebelumnya)siapapun yang komen disini mungkin jg salah...

tau kenapa?? karena kalian sudah menilai bahwa mbah min salah dan seolah-olah anda-lah yg lebih benar.

saya hanya mengingatkan bahwa kebenaran yang sesungguh-sungguhnya hanya milik Allah semata. tidak ada hak bagi manusia untuk menilai bahwa sesuatu telah salah atau benar tanpa kita tau secara pasti bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

MUNGKIN mbah min benar, atau MUNGKIN mbah min salah. MUNGKIN Guru Pinter benar, atau MUNGKIN Guru Pinter juga salah. Wallahualam, sesungguhnya kebenaran hanya ada di sisi Allah SWT.

tugas kita hanyalah untuk beribadah sebaik-baiknya, dan menggunakan akal kita untuk berfikir...sekali lagi B.E.R.F.I.K.I.R

kalau boleh berpendapat lagi, bahwa kita masih diperbolehkan untuk memilih. toh, apapun pilihan terakhir kita, minimal kita sudah menggunakan otak kita untuk berfikir....itu saja...

semoga Allah SWT memberikan petunjuk bagi kita semua.....aamin.
semoga.....
wassalam.....

12 Juli 2012 13.11

KEbenaran BUKAN hanya milik Allah. Silahkan baca tulisan saya di http://gurugo.blogspot.com/search/label/Kebenaran%20Hanya%20Milik%20Alloh%3F

12 Juli 2012 13.13

http://gurugo.blogspot.com/2010/10/benarkah-kebenaran-hanya-milik-alloh.html

Anonim
17 Juli 2012 11.58

saya browsing2 mengenai radio tauhid karena ada teman saya yang mulanya rutin mendengarkan radio tersebut lalu sekarang ingiiiin sekali ikut kajiannya dan mencari cari alamat tempat kajiannya. setelah ikut dan membanding-bandingkan kajian dari berbagai jama'ah, katanya kajian dari radio tauhid ini adalah yang paling benar dan paling sreg. semoga iniformasi ini berguna bagi beliau. terima kasih atas informasinya ustadz

Anonim
26 Juli 2012 12.52

Rachmat bilang: tugas kita hanyalah untuk beribadah sebaik-baiknya, dan menggunakan akal kita untuk berfikir...sekali lagi B.E.R.F.I.K.I.R
Tp banyak temannya Rachmat yang bilang "Al-Qur'an itu sdh jelas...tdk perlu penjelasan lain..."
Terus yg dipikir apa, mas?...Kan katanya Al-Qur'an sdh menjelaskan segala sesuatu, pdhal kalau msh ada yg perlu dipikir artinya kan ada yg belum jelas. B.e.r.p.i.k.i.r dan s.u.d.a.h j.e.l.a.s .....

Anonim
1 Agustus 2012 14.45

Ass. Wr. Wb.
pinjam tulisan guru pintar...Dan lagi-lagi saya kutipkan ungkapan bagus dari Aa Gym, “Orang yang paling celaka adalah orang yang ketika ditunjukkan bahwa ada ular di belakangnya ia langsung memukul. Tetapi bukan ularnya, melainkan orang yang memberitahu.” Mestinya jika ada seseorang mengatakan bahwa ajaran yang kita ikuti itu sesat maka kita harus berterimakasih padanya karena dia telah berempati pada kita, bukannya malah marah-marah."

26 Agustus 2012 23.08

saya sedang susun sanggahannya, contoh 1 saja.....dan saat nulis lgsg dengerkan radionya.....Tdk mengada ada....lgsg dg siarannya/ kebetulan di bawah persis Persada FM : ini pas di Jogja

Hamba Allah
31 Agustus 2012 16.01

nimbrung aja , trs klu Nabi Muhammad itu Umi yang Catat wahyu2 Allah siapa , apa Allah catat sendiri langsung jadi Alquran ?

1 September 2012 13.37

Assalamualaikum...
wah rame ya...pembahasan tentang pengajian di radio Tauhid. Dan seperti biasa-biasanya apabila ada suatu kajian baru (saya sebut kajian bukan ajaran karena apa yang disampaikan di radio Tauhid bukan membuat ajaran baru tapi mendalami Islam lewat pemahaman yang terkandung di dalam Al-Quran). Pasti rame-rame ditentang dinyatakan sesat dan menyesatkan tanpa terlebih dahulu melihat lebih dalam kajiannya tersebut. Ok lah mungkin ada beberapa hal yang disampaikannya keliru tapi apakah otomatis semua yang diajarkannya pasti keliru ? Kekeliruan itu tidak hanya milik Pak Min tapi jg pernah dilakukan ustadz-ustadz yang kita kenali, contoh kadang ustadz2 yang ada di TV tsb menyampaikan hadist-hadist doif atau maudu, tp apa lantas si ustadz tersebut langsung kita bilang SESAT....dan kalau dibilang Pak Min tidak bisa dibantah atau mau menang sendiri, kita jg kadang2 menyaksikan ada beberapa ustadz yang jg tidak mau dibantah argumennya atau mau menang sendiri, trmasuk jg si pengasuh blog inisy yakin anda jg akan melontarkan argumen2 apabila anda di bantah, bukan ? he...he. Sy jg pernah mendengarkan kajian ini tp saya tdk langsung menolak intinya yang baik kita terima yang menurut kita itu tdk baik ya jng diterima, menurut saya kadang-kadang sesuatu yang baru sulit kita untuk menerimanya kecuali kita open mind open heart dan melihat dengan hati yang bersih. Saya sangat menyayangkan sikap MUI Solo yang kata Guru Pintar menyatakan SESAT dan MENYESATKAN...sy ingin tanya apa MUI Solo sudah dialog dengan Pak min, apa pak min shahadatnya beda, sholatnya beda, zakat dan puasanya beda hajinya beda dan tdk mengaku Nabi Muhammad bukan Nabi Terakhir..? kalau semuanya ada pada pak min baru kita bisa mengatakan bahwa Pak Min membuat Ajaran Baru dan bisa dikatakan SESAT...

26 September 2012 10.22

hehe cerdas.... jzk

26 September 2012 10.23

Ya. setiap orang yg sudah kadung cintrong dan masuk ke aliran Ingkar Sunnah memang begitu. Bahkan ada kabar Mbah Min menjadi Nabi setelah Muhammad SAW. Semoga saja hanya kabar burung... Amin

26 September 2012 10.24

saya tunggu mas ngajimasbro sanggahan untuk Mbah Min. Jarang2 ada orang Islam yg peduli dengan aliran sesat... Salut sama anda, sy tunggu betul... jzk

26 September 2012 10.29

Ya betul. Sy akui bahwa tdk semua pemikiran Mbah Min bermasalah. Memang ada satu dua yg cocok dg pemikiran para salaf ash-shalih. Maka say pun menulis HANYA beberapa pemikiran beliau yg menruut sy menyimpang. Paling bermasalah adalah ttg tulisannya ttg Masyarakat Manusia di Planet Luar Bumi. Ini pemikiran yg mengada-ada dan membelokkan makna al-Qur'an shg perlu sy kritisi.
Sy pun tdk mustahil akan terpeleset dan sy nrima kritikan itu asalkan berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadits, BUKAN berdasarkan "kata Mbah Min". Krn dulu sering diskusi dg jama'ah Mbah Min dia selalu dan selalu saja bilang "SAbda Mbah Min....." Padahal Mbah Min BUKAN Nabi, ia tdk berhak menafsirkan al-Qur'an seenak nafsunya...

11 Oktober 2012 22.28

Betul, gempur saja si min yang sesat itu..

14 Oktober 2012 10.23

Alquran keluar dari Lisan NABI, Hadits keluar dari Lisan NABI, keduanya dihafal dan dicatat oleh generasi sesudahnya, dan sampailah kepada kita, ALQURAN dan HADITS.

14 Oktober 2012 17.47

ah pa guru pintarrrrrr beraninya cm di dunia maya.. gak berani tanya di forum langsung.. dialog n diskusi.. lempar batu sembunyi tangan..

17 Oktober 2012 09.07

Lha daripada ANDA? Di dunia maya SAJA tidak berani, apalagi kalo di dunia nyata? Dasar Ingkar Sunnah pengecut semua!!!!!

17 Oktober 2012 09.10

Cara-cara kekerasan biasanya tidak efektif. Coba saja digempur, mungkin di tempat itu hilang tp mereka akan gerilya dan cari tempat yg lain. Lbh baik laporkan ke pihak berwajib dg tuduhan: PENISTAAN AGAMA ISLAM! Biar diproses polisi dan Mbah Min dipenjara. Pasti berhenti kajiannya, wong pengikutnya itu pada ndak paham kok dg kajian Ingkar Sunnah ini.

Anonim
18 Oktober 2012 12.37

Apa ngga' terbalik pernyataannya? Berani ngga' Yatain datang ke MUI atau mngadakan diskusi terbuka dgn mngundang takmir2 msjd se-Solo Raya?

Anonim
20 Oktober 2012 22.26

Org2 yg sepaham dgn pak guru pintar sdh banyak yg berdialog dgn pengikut mbah min. Secara dialogis pengikut mbah min kalahpun toh tdk mau insyaf. Contoh pertanyaan yg tdk bisa dijwb "Bgmn cara penjelasan secara detail shalat jenazah dlm Al-Qur'an?" Ini tdk bisa dijwb, pdhal kata pengikut mbah min Al-Qur'an itu menjelaskan segala sesuatu. Para pengikut mbah min yg lain bisakah menjawab?

Anonim
5 November 2012 12.22

Haikal bilang "...sy ingin tanya apa MUI Solo sudah dialog dengan Pak min, apa pak min shahadatnya beda, sholatnya beda, zakat dan puasanya beda hajinya beda dan tdk mengaku Nabi Muhammad bukan Nabi Terakhir..?" Di penghujung bln Oktober sdh ada ajakan mui dan kemenag kpd pak min utk berdialog. Dipenuhikah ajakan tsb? Tentang shahadat, shalat, zakat, dan puasa pak min dgn yg tdk sepaham dgnnya mmg tdk beda. Coba bandingkan dgn berikut. Ayam punya mulut, babi punya mulut,haikal punya mulut...maaf apa boleh disimpulkan ketiganya sama. Satu lg ttg haji, bgmn org yatain bisa berhaji dgn benar, adakah penjelasan manasik haji di dlm Al-Qur'an...krn itu sy tdk heran jk ada org yatain yg beranggapan haji itu spt acara mudik lebaran. Monggo silahkn direnungi mas haikal.

6 Desember 2012 11.23

Bismillah untuk Mbah Min dan para pengikutnya :ketahuilah bahwa kita disuruh pake hadits jg atas perintah Alloh "wa maa aatakukumurrosuulu fakhudzuuhu wamaa nahaakum anhu fantahuu" artinya apa-apa yang datang dr Rosul maka ambillah dan apa-apa yang dilarang maka hentikanlah"هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ
"Dia-lah yang mengutus kepada umat yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membaca ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya berada dalam kesesatan yang nyata. [Al Jumu’ah : 2]".Jadi beratubatlah kpd Alloh dan kembalilah kpd ajaran Islam yang benar sebelum kematian menjemput anda.Penyesalan di akhir tiada guna.

Anonim
25 Desember 2012 12.16

Yatain wis bubar suwe......
lppa tauhid di gruduk....kon mandhek ngajine...
sing dulunya biasa - biasa, malah pada penasaran jadinya, termasuk saya.....pingin tuku cdnya bahkan pingin dengerin pengajiannya. kan koyo pasar tiban biasane pancen rame......pingin datang,
publikasinya gratis.....sudah panjenengan wara -warakne, sayange pasare wis bubar...
kecewa......tenan

Anonim
25 Desember 2012 12.21

jenengan sing dadi jenazah tak jelaske py carane sholat jenazah. rasah dadak ngannggo alquran,ribet....
aku we iso jo meneh alquran....

Anonim
29 Januari 2013 21.58

Orang yg mengaku2 sbg pengikut Al-Qur'an tetapi menolak hadits yg shahih, pada hakikatnya mereka belum menjadi pengikut Al-Qur'an. Mengapa? Karena di dalam Al-Qur'an sendiri Allah menyuruh untuk menerima semua yg datang dari Nabi. Allah berfirman: "Apa-apa yang disampaikan Rasul terimalah, dan apa-apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)

Poskan Komentar

Anda merasa mendapatkan KEBAIKAN dari postingan ini? SILAHKAN BERKOMENTAR secara santun, bijak, dan tidak menghakimi. TERIMAKASIH telah sudi meninggalkan komentar di sini. Semoga hidup Anda bermakna. amin...

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger