Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

ADU CEPAT DENGAN TELEVISI



Oleh: Muhsin Suny M.[i]
Sejak menikah, kami sudah sepakat untuk tidak memasukkan televisi ke dalam rumah tangga kami. Alhamdulillah program ini mampu berjalan selama delapan tahun tanpa hambatan sama sekali. Namun, sejak kepindahan kami ke rumah dan lingkungan baru, mulai timbul masalah dengan anak-anak kami. Si sulung (perempuan) yang sudah kelas 1 SD memiliki hobi baru: menonton televisi di rumah tetangga. Jika sudah menonton, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam di rumah tetangga. Satu hal yang sangat membuat kami khawatir. Pertama, kami tidak bisa mengontrol tontonan apa saja yang dikonsumsi oleh anak kami tersebut. Kedua, kami takut akan terjadi sesuatu pada anak kami karena berada di rumah orang lain. Mengingat ada sekian kejadian pelecehan anak di bawah umur yang dilakukan oleh tetangga sendiri.
         Kami pun memulai berdiskusi. Istri menghendaki untuk mengakhiri saja program rumah tanpa televisi ini. Sedang saya tetap bersikukuh dan istiqomah untuk meneruskan program ini: tidak menyediakan televisi di rumah. Istri beralasan sejak anak kami hobi main ke rumah tetangga, ia merasa kehilangan anak dan selalu was-was dengan keamanan anak. Adanya televisi di rumah menurutnya  akan lebih aman karena ia bisa mengontrol tontonan anak-anak dan tidak khawatir terjadi sesuatu dengan mereka.
Adapun saya beralasan, tidak ada jaminan orangtua selalu bisa mengontrol tontonan televisi anak-anak. Jangankan televisi yang siarannya tidak ada matinya, film-film yang sudah saya sediakan untuk anak-anak di komputer pun, istri amat jarang menemani mereka menonton. Jadi saya pesismis jika ia kelak mau menemani dan sekaligus mengarahkan tontonan anak-anak. Kebanyakan orangtua punya kesibukan sendiri yang biasanya sangat jauh dari dunia anak-anak. Maka saya pun bertekad akan semakin memperbanyak film-film yang aman untuk anak-anak saya di komputer.
Saya pun memulai untuk adu cepat dengan program-program televisi. Berbagai usaha saya lakukan: download film-film dari internet, membeli saat ada Islamic book fair, pinjam dari teman-teman, dan mencari di rental film. Saya pun disibukkan dengan kegiatan baru: menonton terlebih dahulu film yang akan saya suguhkan untuk anak-anak saya. Jika ada adegan atau percakapan yang tidak layak tonton langsung saya potong dengan software pemotong film. Namun saya juga pernah harus membuang sekian gigabyte film yang berhari-hari saya download karena terlalu banyak negatifnya bagi anak sehingga susah dipotong. Pengalaman saya, ternyata tidak semua film yang ditujukan untuk anak, aman untuk dikonsumsi. Bahkan film yang masuk kategori religi sekalipun tidak ada jaminan aman dikonsumsi anak. Ambil contoh film Sang Pencerah.
Memang secara umum film Sang Pencerah cukup aman dikonsumsi oleh keluarga berbagai umur, akan tetapi di pertengahan film ada dialog yang diucapkan oleh Sujiwo Tejo yang menurut saya sangat kasar:
“Hahaha mendalami Islam? Berapa banyak kyai-kyai di Kauman itu yang pergi ke Mekah, sekali dua kali bahkan tiga kali pergi ke Mekkah tetapi tetap guoblok soal agama. Guoblok!!! Kalau kamu pergi ke Mekah tetapi tidak membawa perubahan apa-apa, malah semakin tunduk dengan ngarso dalem, apa bedamu dengan kyai-kyai majnun di Kauman itu! Apa?!” (DVD Film Sang Pencerah. File VTS_02_1.VOB pada menit ke 07:43 sampai 08:35)
Sejak menonton film tersebut, anak-anak saya fasih berbicara ‘goblok atau guoblok’. Sebuah kosakata kasar yang sama sekali tidak pernah keluar dari mulut mereka sebelum menonton film tersebut. Jadi, kita harus rela meluangkan waktu untuk menyeleksi film-film yang layak tonton untuk anak-anak kita. Jangan kita serahkan tarbiyah anak-anak kita kepada televisi.
Menjadi orangtua butuh perjuangan yang tidak mudah. Dan perjuangan ‘melawan’ siaran televisi ternyata sangat melelahkan. Ah, betapa bahagianya jika di negeri ini hadir televisi nasional yang aman untuk anak-anak. Semoga!




[i] Adalah penulis buku “Musuh Berwajah Ramah; Mewaspadai Pengaruh Negatif Televisi”

BNI Syariah: Simple Choice for a Better Life



Alhamdulillah semakin hari kehadiran bank syariah semakin menjamur. Ini menandakan bahwa perkembangan bisnis keuangan syariah semakin diminati oleh masyarakat kita. Kita patut bersyukur dengan perkembangan bagus ini. Hadirnya BNI Syariah juga menambah pilihan alternative bagi masyarakat muslim dalam berhubungan dengan jasa keuangan syariah.

Harus Beda
Bagi BNI Syariah sendiri, banyaknya bank syariah yang sudah ada di tanah air merupakan tantangan agar BNI Syariah tampil sebagai bank syariah yang berbeda dari yang lain. BNI Syariah harus berani bersaing ketat dengan bank syariah lainnya sehingga BNI Syariah menjadi bank pilihan utama masyarakat dalam melakukan simpan pinjam. Tentunya BNI Syariah perlu belajar bagaimana operasional bank-bank syariah yang sudah ada.
BNI Syariah janganlah seperti bank syariah yang lain yang tampil bermuka manis ketika didirikan namun bermuka ‘durja’ setelah merasa besar. Dari pengamatan saya pribadi, sebagai seorang nasabah, ada bank syariah yang ketika pada masa awal pendirian melakukan promosi yang sangat menggiurkan, seperti bebas administrasi, saldo bisa nol rupiah selama berbulan-bulan, bebas menarik uang di ATM Bersama, dan seterusnya. Tapi seiring waktu dengan semakin bertambahnya nasabah, maka bank syariah tersebut mulai berubah wajah menjadi bank yang sama sekali tidak pro-rakyat.
Bank berlabel syariah tersebut misalnya menetapkan bebas administrasi bagi nasabah yang memiliki saldo rata-rata tiga juta rupiah perbulan, namun menetapkan bea administrasi sekian ribu rupiah bagi nasabah yang saldonya di bawah itu. Alhasil, masyarakat kecil yang tentu saja saldonya minim lama kelamaan akan habis saldonya hanya untuk biaya administrasi bulanan. Jika demikian maka, benar kata Bang Haji Rhoma Irama, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Murabahah Emas
Salah satu produk BNI Syariah yang cukup bagus adalah produk kepemilikan logam mulia (KLM). Sudah menjadi rahasia umum bahwa memiliki emas tidak ada ruginya. Mengapa? Karena harga emas selalu di atas kenaikan inflasi. Harga emas diperkirakan selalu naik sekitar 20% pertahun. Maka produk KLM yang ditawarkan oleh BNI Syariah sangat tepat bagi masyarakat yang ingin ‘mengamankan’ hartanya dari inflasi.
Maksud dari sistem murabahah emas adalah BNI Syariah yang akan membelikan emas yang diinginkan nasabahnya, kemudian nasabah dapat melakukan angsuran untuk pembelian tersebut. Hampir mirip dengan produk KPR, namun murabahah emas ini lebih simple. Jika KPR menetapkan uang muka 30% maka murabahah emas ini hanya menetapkan uang muka 15%. Jika KPR menetapkan maksimal pembayaran kreditnya adalah 30% dari income bulanannya, maka murabahah emas ini menetapkan maksimal pembayaran kreditnya adalah 40% dari income bulanannya.
Sebenarnya program KLM ini juga dimiliki oleh jasa keuangan syariah lainnya, misalnya pegadaian syariah juga memiliki program ini. Namun program BNI Syariah lebih simple karena hanya menetapkan uang muka 15%, sedangkan di pegadaian syariah dalam produk yang sama menetapkan uang muka sebesar 25 – 45% tergantung jangka atau masa pembiayaan, semakin lama masa pembiayaan maka uang muka pun semakin besar.
Kesimpulan dari tulisan ini adalah, tidak ada ruginya menabung di bank syariah. Pilihlah bank syariah yang paling pro-rakyat. Dan BNISyariah adalah pilihan yang tepat karena simple. BNI Syariah: Simple Choice for a Better Life!
Selamat menabung!
(Artikel ini dibuat dalam rangka mengikuti lomba yang diadakan atas kerjasama antara Koran Republika dengan BNI Syariah yang bertemakan “MEMANFAATKAN PRODUK BNI Syariah UNTUK BISNIS ATAU KELUARGA ANDA”).

BENARKAH IBRAHIM MENEMUKAN TUHAN KARENA MEMAKAI AKAL?


Inilah yang sering digembar-gemborkan oleh sebagian orang yang menuhankan akal mereka. Mereka menjadikan kisah Nabi Ibrahim dalam menemukan Tuhan sebagai bemper alias pembenar bahwa kita harus menuhankan akal kita. Benarkah Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan karena menggunakan akal beliau? Coba kita simak secara lengkap dan teliti ayat-ayat Alloh yang berbicara tentang kisah Sang Nabi Bapak Tauhid ini dalam “menemukan” Tuhan.
“Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku" Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam".
Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. QS. Al-An’am (6): 76-79
Kalau kita baca secara sekilas ayat-ayat di atas memang seolah-olah Nabi Ibrahim sukses menemukan tuhannya karena mengoptimalkan akalnya. Namun, sangat aneh jika seseorang bisa mendapatkan hidayah HANYA karena ia menggunakan akal. Hidayah itu milik Alloh, dan akan diberikan kepada siapa saja YANG DIKEHENDAKINYA. Artinya jika Nabi Ibrahim mendapatkan hidayah HANYA karena menggunakan akal maka ini bertentangan dengan firman Allah. Lihatlah firman Allah berikut ini:
“DIA MEMBERI HIDAYAH kepada siapa yang DIKEHENDAKI-Nya ke jalan yang lurus.” QS. Al-Baqarah (2): 142
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang DIKEHENDAKI-Nya kepada jalan yang lurus. QS. Al-baqarah (2):213
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang DIKEHENDAKI-Nya. QS. Al-Baqarah (2): 272
Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang DIKEHENDAKI-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. QS. Al-An’am (6):88
Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi. QS. Al-A’raaf (7):178
Dan masih banyak lagi ayat yang menyatakan bahwa datangnya hidayah itu atas kehendak Allah, BUKAN atas kehendak manusia sendiri. Dan ternyata isyarat itupun sudah ditangkap oleh Nabi Ibrahim sendiri. Lihatlah di ayat itu terselip pernyataan Nabi Ibrahim bahwa ia menemukan tuhan adalah karena hidayah Allah. Ibrahim mengatakan, “"Sesungguhnya JIKA TUHANKU TIDAK MEMBERI HIDAYAH kepadaku, PASTILAH aku termasuk orang-orang yang SESAT".
Jadi amat sangat salah jika seseorang menggunakan kisah keberhasilan Ibrahim dalam menemukan Tuhan adalah berkat akalnya, bukan berkat hidayah Allah. Dan seharusnya, jika hanya akal yang berguna untuk keimanan seseorang, mestinya Fir’aun dan Qarun pun beriman kepada Allah dan Nabi Musa karena secara akal ia tidak bisa menolak hujjah dan mukjizat Nabi Musa. Demikian juga dengan Abu Lahab dan kawan-kawan. Meski kebenaran Muhammad sangat ma’kul dan bahkan maktub dalam kitab sebelumnya, mengapa mereka tidak beriman? Karena mereka belum dapat hidayah Allah. Dan bahkan paman Nabi sendiri pun gagal diislamkan sampai-sampai nabi pun bersedih, sehingga diingatkan oleh Allah:
“Sesungguhnya kamu TIDAK AKAN DAPAT memberi HIDAYAH kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang DIKEHENDAKI-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. QS. Al-Qashash (28):56
Persoalan ini lebih jelas ketika di ayat-ayat yang lain Ibrahim juga mengakui bahwa ia telah mendapatkan hidayah Allah, bukan karena penggunaan akalnya. Lihatlah ayat ini:
“Dan dia (Ibrahim) dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal sesungguhnya ALLAH TELAH MEMBERI HIDAYAH kepadaku. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya)?” QS. Al-An’am (6): 80
Ibrahim berkata: Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. QS. Maryam (19): 43
Dan sesungguhnya telah Kami ANUGERAHKAN KEPADA IBRAHIM HIDAYAH kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya. QS. Al-Anbiyaa’ (21):51
Sekali lagi dan sekali lagi, akal harus dipakai, namun jika akal sudah diletakkan di atas perintah al-Qur’an itu berarti mengebiri al-Qur’an sekaligus menjadikan akal sebagai tandingan sesembahan. Dengan kata lain siapa pun yang menolak perintah Allah karena diangga tidak masuk akal, maka ia telah menuhankan akal alias berbuat syirik. Naudzubillahi min dzalik…..!

IBLIS TERSESAT KARENA MENUHANKAN AKAL



Tentu kita sangat familiar dengan kisah Iblis yang menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s. Kisah itu dimuat di dalam al-Qur’an secara berulang-ulang, pertanda bahwa itu adalah peristiwa yang sangat penting. Mari kita tengok bagaimana al-Qur’an menceritakan kisah tersebut:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”. QS. 2:34
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis: "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". QS. 7:11-12
“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?" Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". QS. 15: 26-33
“Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?" QS. 17:61
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim. QS. 18:50
“Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. QS. 20:116
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". QS. 38:71-76
Jika kita perhatikan dengan seksama kisah tidak mau sujudnya Iblis kepada Adam maka dapat disimpulkan bahwa hal itu DIKARENAKAN IBLIS MENUHANKAN AKALNYA alias LOGIKAnya. Logika Iblis mengatakan bahwa bahan baku api (yang darinya Iblis diciptakan) itu lebih mulia dan lebih terhormat daripada bahan baku tanah liat (yang darinya Adam diciptakan). Padahal dalam pandangan Allah tidaklah begitu. Alloh sama sekali tidak memandang bahwa tanah liat itu lebih hina daripada api dan tidak memandang bahwa api itu lebih mulia daripada tanah liat.
Dalam pandangan Alloh, orang yang paling mulia adalah mereka yang paling bertakwa. Perhatikan ayat berikut:
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” QS. 49:13
Inilah yang terjadi jika kita terlalu menuhankan akal kita. Kita pun akan terperosok ke dalam kesesatan sebagaimana Iblis yang tersesat karena menuhankan akal. Padahal hanya Allah sajalah yang patut untuk dituhankan. Karena Iblis menuhankan akal, maka ia berani menentang perintah Allah yang tidak sesuai dengan akal atau logika berpikirnya. Logika Iblis berkata, “Masak api disuruh sujud sama tanah liat? Yang bener saja man!” begitulah kira-kira rasio Iblis.
Dan ternyata di dunia ini ada juga orang yang mengikuti langkah-langkah Iblis, yakni menuhankan akal. Mereka enggan melakukan perintah-perintah Allah, meskipun bunyi ayatnya JELAS sebuah perintah. Misalnya, di banyak ayat Allah jelas dan tegas menyuruh hamba-hambanya untuk mendirikan sholat, namun mereka justru menolak karena menuhankan akal mereka dengan mengatakan, “Masak sholat kok nungging begitu, makanya tidak bisa mencegah dari kemungkaran.”
Inilah bahayanya jika kita menuhankan akal kita. Mestinya perintah Allah harus diletakkan lebih tinggi daripada akal. Itulah agama Islam. Kata Islam sendiri mengandung arti “pasrah”. Selama kita tidak mau pasrah kepada Allah maka selamanya kita tidak akan bisa merasakan indahnya beragama Islam.
Memang dalam al-Qur’an terdapat sekian ayat yang menegaskan agar kita menggunakan akal kita untuk berpikir. Namun bukan berarti kita disuruh menuhankan akal kita. Bahkan malaikat sendiri pun hampir-hampir saja menuhankan akal mereka. Ketika Allah berfirman kepada malaikat akan menciptakan khalifah di atas bumi, para malaikat berkata dengan logika mereka: “Apakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan merusak bumi dan menumpahkan darah di sana? Padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji-Mu?” Namun ketika mendapatkan jawaban dari Allah, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Malaikat pun tersadar dan berkata, "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Berikut kutipan lengkap ayat tersebut:
“Dan Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!". Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” QS. 2:30-32
Semoga kita semua terhindar dari perilaku menuhankan akal. Menggunakan akal wajib hukumnya, namun jangan sampai berlebihan. Karena tidak semua hal bisa dicerna oleh akal. APALAGI MENGELIMINIR WAHYU ALLAH DENGAN AKAL. Sungguh akal manusia sangat terbatas. Tidak pantas bagi kita sombong menolak perintah Allah dengan keterbatasan akal itu. Semoga yg masih menuhankan akal segera tersadar. Amin…

7 Fakta Ilmiah Tentang Mu'jizat Hadits Rasulullah SAW


Salah satu peristiwa paling indah bagi seorang Mukmin adalah, ketika ia menyaksikan kemukjizatan dari perkataan atau hadits Rasulullah SAW. Bagaimana manusia yang hidup di zaman teknologi dan beragam penemuan ilmiah seperti saat ini, melalui berbagai penelitian terhadap hadits-hadits Rasulullah SAW menyingkap kebenaran atas ke-Rasulan Muhammad SAW. Penemuan-penemuan inilah yang bisa berkontribusi meluruskan paradigma Barat terhadap Nabi SAW yang sangat penyayang.

Fakta pertama
Rasulullah SAW bersabda, “Agama ini akan sampai (ke seluruh penjuru bumi) sebagaimana sampainya malam dan siang.” sekarang angka populasi umat Islam di seluruh dunia, menunjukkan bahwa umat Islam ada di setiap tempat dimana pun di bumi ini. Statistik menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Islam akan menempati peringkat pertama agama yang terbesar pemeluknya di seluruh dunia. Perkataan ini tidak berlebihan. Sebab ini merupakan hasil dari penelitian terhadap perkembangan jumlah umat Islam dari waktu ke waktu. Dan itu disimpulkan oleh para ilmuwan non-Muslim.

Para pakar statistik dunia menyebutkan bahwa agama Islam merupakan agama yang paling cepat pertumbuhan dan penyebarannya. Pemeluk Islam ada di seluruh dunia, dengan jumlah yang beragam. Umat Islam menyebar di seluruh pelosok bumi. Pertanyaannya: Bukankah ini yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW?

Fakta Kedua
Kemukjizatan ilmiah dalam sabda Nabi SAW: “Dijadikan bagiku bumi, sebagai tempat sujud dan suci”. (HR. Muslim). Para ilmuwan melalui ragam penelitian baru menemukan adanya unsur antibiotik dalam debu tanah, yang dapat membersihkan dan membunuh banyak jenis kuman. Bahkan disebutkan pula bahwa tanah yang termasuk materi desinfektan. Para ilmuwan mengatakan bahwa beberapa jenis tanah dapat menghilangkan bakteri yang sulit dimusnahkan. Karena itu, mereka saat ini berpikir untuk memproduksi antibiotik yang bisa membunuh bakteri, melalui hasil ekstrak dari tanah. Demikianlah, setelah pengalaman panjang di laboratorium mereka menemukan bahwa tanah dapat menghapus seluruh koloni bakteri dalam waktu 24 jam. Dan bila koloni bakteri itu tidak dilawan dengan unsur tanah, maka mereka akan berkembang biak sebanyak 45 kali lebih banyak.

Bagi para ilmuwan, kini semakin jelas bahwa tanah memiliki unsur antibiotik. Andai tanah tak memiliki unsur pembersih ini, niscaya tak kan ada kehidupan yang bisa berlangsung mengingat sangat banyak bakteri, kuman dan virus yang sampai pada manusia hingga bisa mematikan. Hanya karena rahmat Allah SWT saja, yang menempatkan unsur pembersih di dalam tanah sehingga kehidupan tetap berlangsung. Bukankah nikmat Allah SWT Yang Maha Kasih Sayang ini sangat patut kita syukuri?

Fakta Ketiga
Rasulullah SAW dengan sangat detail berbicara tentang fakta ilmiah yang bisa disingkap oleh para ilmuwan kecuali setelah mereka melakukan penelitian beberapa tahun. Rasul SAW bersabda: “Hari Kiamat tak akan terjadi sampai tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang rumput dan sungai-sungai.” (HR. Muslim). Saat ini secara ilmiah terbukti bahwa wilayah jazirah Arab pernah subur dan dialiri oleh sungai-sungai. Bekas-bekas aliran sungai itu ditemukan di zaman kita sekarang. Ini diperoleh melalui potret satelit yang mampu menyingkap kondisi bumi pada masa lampau. Dan di sana tampak jelas sejumlah sungai yang mengalir di pasir-pasir jazirah Arab. Para ilmuwan Barat melalui NASA menyatakan, “Foto yang diambil oleh radar terhadap padang pasir telah menunjukkan daerah padang pasir pernah dipenuhi danau dan sungai. Kondisi lingkungan itu serupa dengan yang kita lihat di Eropa, dan mereka akan kembali mengalami hal ini suatu hari nanti.”

Melalui foto satelit NASA, para ilmuwan menegaskan bahwa padang pasir di Rub' al-Khali (yang tak ditinggali manusia) dan jazirah Arab secara umum , pernah dipenuhi sungai dan hutan lebat yang subur. Kondisi alam itu menyebabkan banyak hewan yang hidup di tempat tersebut. Dan kelak menurut para ilmuwan, bumi ini akan kembali seperti dahulu di masa yang akan datang. Inilah yang sudah ditandaskan dalam hadits Rasulullah SAW.

Fakta Keempat
Saat Rasulullah SAW berbicara tentang ash-Shiraath (jembatan di Hari Kiamat), ternyata itu pun merupakan salah satu dari hadits-hadits yang mengandung mukjizat ilmiah. Hadits ini berbunyi, “Apakah kalian tidak melihat bagaimana kilat itu melesat dan kembali lagi dalam kedipan mata?” (HR. Muslim). Apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW ini, sangat selaras dengan apa yang ditemukan oleh para ilmuwan modern tentang bagaimana gerak dan kecepatan kilat. Para ulama menemukan bahwa kilatan petir tidak terjadi kecuali dengan turunnya sinar petir dari awan ke tanah dan kemudian kembali lagi. Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW telah berbicara tentang tahapan atau proses terjadinya petir dengan akurasi yang menakjubkan. Rasul SAW bahkan memilihkan kata-kata yang begitu tepat tentang waktu yang dibutuhkan oleh kilat petir tersebut, yakni kedipan mata. Inilah yang disampaikan oleh Nabi SAW.

Para ilmuwan menemukan bahwa petir terjadi melalui beberapa tahap. Yang terpenting adalah tahap turun dan kembali ke atas. Waktu atau kecepatan kilatan petir adalah 25 milidetik, yang hampir sama dengan kedipan mata. Bukankah ini yang telah disampaikan Rasulullah SAW sebelum empat belas abad?

Fakta Kelima
Para ilmuwan modern menemukan bahwa wilayah Nashiyah (tempat paling atas dan ada di depan otak, ubun-ubun) merupakan wilayah penting yang berfungsi menetapkan keputusan yang benar. Setiap kali wilayah ini mengalami interaksi lebih tinggi, lebih aktif dan lebih stabil, maka keputusan yang diambil akan lebih detail dan lebih bijak. Karena itulah salah satu do'a yang diucapkan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Ahmad adalah, “Nashiyatii biyadik.” (nashiyahku ada di dalam kekuasaan-Mu). Dalam do'a tersebut, Rasulullah SAW menyerahkan sepenuhnya segala urusan kepada Allah SWT. Allah lah yang menentukan semuanya sesuai Kehendak dan Keinginan-Nya. Sisi lain yang tersingkap dalam hadits ini adalah wilayah yang disebut nashiyah tadi. Sebagai lokasi organ yang memainkan peran penting dalam banyak aktifitas manusia, seperti mengetahui, mengarahkan, memecahkan masalah, berinovasi. Karena itulah Rasulullah SAW menyerahkan wilayah tersebut kepada Allah SWT sesuai dalam do'anya tersebut, “nashiyatii biyadik.” Demikialah, hadits Rasulullah SAW otomatis mengindikasikan pentingnya organ tubuh di wilayah itu.

Para ilmuwan baru-baru ini melakukan sjumlah kajian dalam rangka untuk menemukan kebohongan. Dan hasil dari kajian ini, mereka menemukan bahwa daerah yang bertanggungjawab atas kebohongan adalah otak manusia bagian depan yang terletak di bagian yang disebut “an-Nashiyah” (ubun-ubun). Yang mengagumkan adalah bahwa al-Qur'an sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl. “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (QS. Al-Alaq: 15-16).

Fakta Keenam
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah terjadinya kematian secara tiba-tiba.” (HR. Thabrani). Hadits ini jelas menunjukkan kemukjizatan ilmiah dalam hakikat medis yang tak mungkin bisa dibantah. Kemukjizatan ini telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW yang memang tak mengatakan sesuatu berlandaskan hawa nafsu, melainkan karena wahyu Allah SWT. Hal ini ditegaskan dari perhitungan detail oleh PBB, yang menyimpulkan adanya fenomena kematian secara tiba-tiba. Kematian seperti itu, menurut penelitian, akan terus terjadi tanpa bisa dihentikan meskipun beragam mekanisme pencegahan dilakukan.

Para dokter ahli jantung menegaskan bahwa kematian tiba-tiba semakin banyak dialami manusia pada tahun-tahun terakhir. Meski beragam perkembangan medis untuk menangkal penyakit ditemukan, tapi jumlah kematian secara tiba-tiba terus bertambah. Pertanyaannya: Bukankah ini yang secara jelas telah disampaikan dalam hadits Nabi SAW?

Fakta Ketujuh
Kebanyakan imuwan menyebtukan ketuaan adalah cara terbaik sebagai akhir kehidupan manusia secara alami. Upaya apapun untuk memanjangkan umur melewati batas yang telah ditetapkan, justru akan memunculkan penyakit baru, antara lain kanker. Profesor Lee Silver dari princton University di Amerika mengatakan, “Upaya apa saja yang dilakukan manusia untuk abadi, itu berlawanan dengan tabiat alam.” para ulama telah menyimpulkan bahwa uang sebesar apa pun tidak bisa digunakan untuk memanjangkan usia. Inilah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah tidak memberikan penyakit, kecuali diberikannya juga obat (bagi penyakit itu), kecuali satu penyakit: ketuaan.” (HR. Ahmad).

Inilah sebagian dari fakta-fakta ilmiah yang menegaskan kemukjizatan serta kebenaran Hadits-Hadits Rasulullah SAW. Jadi, bagi yang sampai saat ini masih senantiasa sombong dengan membuang hadits-hadits silahkan bertobat, mumpung dunia belum kiamat. Semoga Alloh memberi hidayah pada saudara-saudaraku yang masih tersesat di jalan Ingkar Sunnah. Amin..

Sumber: Majalah Tarbawi edisi 272 Tahun 2012

Benarkah Hadits Tidak ditulis pada Zaman Nabi?



Kebanyakan orang Ingkar Sunnah selalu memakai dalil dalam rangka menolak keberadaan hadits  dengan menyatakan bahwa Rasulullah  melarang penulisan hadits. Jadi siapa yang masih berpegang pada hadits berarti berkhianat pada Rasulullah SAW. Hadits pelarang yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut:
مسند أحمد - عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَكْتُبُوا عَنِّي شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ وَمَنْ كَتَبَ شَيْئًا سِوَى الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ.
Dari Abu Sa’id ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menulis sesuatu dariku selain al-Qur’an. Siapa yang menulis sesuatu dariku  selain al-Qur’an maka hendaklah ia menghapusnya.” (Musnad Ahmad Juz 22 Halaman 208 Nomor 10663)
Memang hadits ini menceritakan tentang larangan Rasulullah SAW terhadap penulisan kalimat yang keluar dari mulut beliau selain al-Qur’an. Namun dalam riwayat lain justru Rasulullah menyuruh kepada Abdullah bin Amr bin al-Ash untuk menulis apa saja yang keluar dari mulut beliau:
سنن أبى داود - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ كُنْتُ أَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ أَسْمَعُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيدُ حِفْظَهُ فَنَهَتْنِي قُرَيْشٌ وَقَالُوا أَتَكْتُبُ كُلَّ شَيْءٍ تَسْمَعُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشَرٌ يَتَكَلَّمُ فِي الْغَضَبِ وَالرِّضَا فَأَمْسَكْتُ عَنْ الْكِتَابِ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَوْمَأَ بِأُصْبُعِهِ إِلَى فِيهِ فَقَالَ اكْتُبْ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا يَخْرُجُ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr ia berkata: Aku menulis semua yang kudengar dari Rasulullah SAW untuk kuhafalkan lalu orang-orang Quraisy mencelaku dan mereka berkata: Apakah kamu menulis semua yang kamu dengar dari Rasulullah SAW? Padahal ia adalah manusia biasa yang berbicara dalam keadaan marah dan keadaan gembira? Maka aku pun berhenti menulis hingga aku menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah SAW. Maka beliau memberi isyarat dengan jari tangan ke mulut beliau sambil bersabda: “Tulislah! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulutku ini kecuali sesuatu yang benar.” (Sunan Abu Daud Juz 10 Halaman 55 Nomor 3161).
Hadits ini jelas menunjukkan bahwa Rasulullah menyuruh kepada ‘Abdullah bin ‘Amr agar menulis apa saja yang keluar dari mulut beliau. Menurut Dr. Izzuddin Husain as-Syekh, hadits ini juga menasakh atau membatalkan hadits pertama yang melarang menulis hadits. (Dr. Izzuddin Husain as-Syekh, Menyikapi Hadits-Hadits yang Saling Bertentangan”, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2004), hal. 114-116.
Nabi Saw. mengizinkan Abdullah bin Amr bin Ash menulis hadits karena ia telah bisa membaca dan menulis. Naskah Abdullah bin Amr dinamai Shahifah Shadiqah /Buku yang benar karena ditulis langsung dari Nabi Saw. Naskah ini berisi sebanyak 1000 hadis dan dihafal serta dipelihara oleh keluarganya sepeninggal penulisnya. Cucunya yang bernama ‘Amr bin Syu’aib meriwayatkan hadis-hadis tersebut sebanyak 500 hadis.
Bila naskah Shadiqah tidak sampai kepada kita menurut bentuk aslinya maka dapatlah kita temukan secara kutipan pada kitab Musnad Ahmad, Sunan Abu Dawud, Sunan An-Nasa’I, Sunan At-Tirmuzi dan Sunan Ibnu Majah.
Ibnu Taimiyah mengatakan: “Pada awalnya memang dilarang menulis hadits, akan tetapi setelah hadits-hadits Nabi SAW itu sangat banyak dan perlu dijaga dengan ditulis. Saat itu kekhawatiran hadits-hadits Nabi SAW itu akan bercampur baur dengan ayat-ayat al-Qur’an dan ucapan manusia biasa sudah dapat dijamin keterpeliharaannya. Terutama setelah turun ayat 9 Surah al-Hijr: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” Maka dibolehkanlah menulis hadits. Keperluan menulis hadits juga dilakukan dalam rangka menjaga adanya upaya pemalsuan hadits.

Akibat Ingkar Sunnah (2)

Di dalam al-Qur'an kita diperintahkan untuk berwudlu ketika hendak mengerjakan shalat. Perintah tersebut termaktub di dalam Surah al-Ma'idah Ayat 6:

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."


Namun di dalam al-Qur'an tidak dijelaskan perihal hal-hal yang membatalkan wudlu. Penjelesan tentang hal apa saja yang bisa membatalkan wudlu hanya bisa kita dapatkan di dalam al-Hadits. Maka orang yang hanya berpedoman kepada al-Qur'an saja akan kebingungan. Saya pernah dialog hal ini dengan salah satu orang Ingkar Sunnah,

Sy: "Berarti ketika Anda sholat, kemudian tiba-tiba Anda kentut dengan suara keras dan berbau pasti Anda akan terus melanjutkan sholat? Begitu? Kan al-Qur'an tidak menjelaskan kepada Anda bahwa kentut itu membatalkan Sholat?"

IS: "Ya, karena kentut itu tidak indah maka saya membatalkan sholat dan kemudian berwudlu lagi dong."

Sy: "Lho, katanya tidak mau melakukan sesuatu jika tidak ada dasarnya di dalam al-Qur'an. Masak sekarang pakai dalil "karena tidak indah". Berarti ada dalil seni (indah; tidak indah) selain al-Qur'an ya? Masak al-Hadits dibuang tapi seni yang tidak berdasar dalil dipakai?"

IS: "........"

Jadi siapapun sekarang yang masih HANYA memakai al-Qur'an saja dan membuang jauh-jauh al-Hadits silahkan introspeksi diri dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Allahumaghfir lahum. Amin.

Hamaas Kartasura desak kajian ingkar sunnah dihentikan

Solo Pos, Kamis Wage 23 November 2006

Kartasura (Espos)

Himpunan Masyarakat Anti Aliran Sesat (Hamaas), Perguruan Tapak Suci Putra Muhammasiyah Cabang Kartasura dan segenap elemen masyarakat muslim di wilayah Kartasura, Sukoharjo meminta kajian yang mereka nilai ingkar sunnah yang diusung Drs. Minardi Mursyid dari Yayasan tauhid Indonesia (Yatain) dihentikan.
Demikian dikemukakan Sekretaris Tapak Suci Putra Muhammadiyah Cabang Kartasura, Budi Santoso dalam dialog yang digelar di Kantor Desa Gumpang, Kartasura, Rabu (22/11).
Dalam dialog yang dimoderatori Camat Kartasura, Sumarsono, Budi menyatakan kemurnia ajaran Islam telah dilecehkan Minardi dengan menolak keberadaan al-Hadits sebagai sumber hukum agama Islam selain al-Qur'an.
"Akhir-akhir ini sedang terjadi pendangkalan akidah terhadap umar Islam yang dilakukan secara serius dan sistematis dengan mengadakan kajian-kajian di beberapa tempat di Solo dan sekitarnya. Pendangkalantersebut dilakukan sang pemateri yang sering dipanggil Mbah Min," ujar Budi.
Budi mengatakan, pada bulan Ramadhan lalu Minardi pernah mengisi acara kajian Ahad pagi di MQ FM Solo. Namun, lanjut Budi, kajian tersebut kemudian dihentikan manajemen MQ FM atas permintaan dari MUI Solo, masyarakat dan sebagian ustadz yang menilai isi kajian tersebut telah menyesatkan.
"Kajian tersebut dihentikan karena isi ceramahnya yang ngawur, tidak berpedoman pada ilmu fikih. Mbah Min telah menafsirkan ayat-ayat al-Qur'an dengan seenaknya tanpa menyitir pendapat para ulama besar. Kami mendesak ajaran tersebut dihentikan," papar Budi.
Sementara itu, dari pihak Yatain, Minardi membantah keras adanya penyalahtafsiran ayat-ayat al-Qur'an. Minardi mengemukakan hal itu hanya merupakan perbedaan pendapat yang menurutnya wajar terjadi pada penafsiran isi al-Qur'an. Setiap umat Islam, menurut Minardi, akan memiliki perbedaan pendapat dalam menafsirkan isi kitab suci.
"Untuk menanggapi permintaan dari segenap masyarakat yang hadir dalam dialog ini, dari pihak Yatain, dengan ini menyatakan tidak akan lagi mengadakan kajian al-Qur'an di wilayah Gumpang."
Merasa tidak puas dengan pernyataan yang diambil Minardi, Koordinator Hamaas Kartasura, Aris Adenata, meminta pihak Yatain untuk membuat pernyataan tertulis yang harus ditandatangani. Namun dari pihak Yatain menolak.
Pada akhir dialog, Sumarsono mengimbau kepada kedua belah pihak untuk mengadakan pendekatan secara persuasif, mengingat pada saat ini tengah berlangsung pemilihan kepada desa (Pilkades) di Kabupaten Sukoharjo.
"Kami berharap kedua belah pihak tetap menjaga kondisi yang kondusif. Bila ingin menyelesaikan permasalahan ini, hendaknya dicari solusi yang terbaik demi menjaga keamanan di lingkungan kartasura," tegas Sumarsono. (m46).


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger