Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'

Google+ Followers

Hidayat Nur Wahid: Perdekatan Persuasif tak Tepat untuk Kasus Makar di Minahasa


Jakarta. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan, makar yang terjadi di Minahasa memanfaatkan isu penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut dia, kondisi perpecahan tersebut, adalah lanjutan bentuk provokasi atas vonis yang diterima Ahok.

“Ini sebuah kondisi yang menunggangi isu Ahok, karena dilakukan dengan provokasi (jika) Ahok ditahan, ya (maka) Minahasa merdeka,” ujarnya Selasa (16/5).

Menurut HNW, masalah yang dibawa Ahok dijadikan alasan untuk melakukan sparatisme. Makar dengan menunggangi isu vonis Ahok, dia mengatakan, merupakan sebuah kejahatan. “Menunggangi kasus Ahok untuk kepentingan separatisme adalah sebuah kejahatan,” jelasnya.

Seharusnya, kata dia, polisi betul-betul meluruskan tindakan makar demi tegaknya hukum di NKRI. “Ini sudah jelas-jelas akan melakukan tindakan kemerdekaan, tapi justru Kapolri malah mengatakan akan melakukan pendekatan persuasif,” tegas HNW.

HNW menilai, pendekatan persuasif yang dipilih Polri untuk kasus makar Minahasa adalah langkah yang tidak tepat. Pendekatan tersebut, kata dia, justru satu pendekatan yang tidak mencerminkan tentang adanya keadilan. Dilansir republika.co.id
 

Psywar di Balik Pembubaran HTI


Psywar di Balik Pembubaran HTI
By:Nandang Burhanudin
(1) Saya tidak terlalu serius menanggapi pernyataan Wiranto soal pembubaran HTI. Sebab di era rezim raisoopo-opo, apapun tidak ada yang perlu dianggap serius, selain operasi menjual Indonesia dan patuh sepenuhnya pada Asing-Aseng.
(2) Jika mau jujur, kehandiran HTI sebenarnya menguntungkan kalangan Islamis. Terutama di pengajian marhalah 1-2. Tapi menguntungkan kalangan Liberal, Sekuler, dan Islamophobia di marhalah 3 dan selanjutnya. Mengapa?
(3) Marhalah awal di HTI, sangat bagus untuk shock theraphy pemikiran. Terutama di bab kajian problematika umat. Tapi biasanya akan mentok di permasalahan solusi. Terutama jika dikaitkan dengan pendirian khilafah.
(4) Di fase selanjutnya, HT yang sangat antipati dengan apapun yang berbau demokrasi. Tentu sangat menguntungkan kalangan Islamphobia, terutama dalam kondisi lomba perolehan suara. Paham antidemokrasi menyuburkan golput di kalangan Islamis.
(5) Kendati demikian, saya tidak mendukung cara pemerintah yang tidak demokratis dalam wacana pembubaran HTI. Maka patut dicurigai, ada apa sebenarnya di balik sandiwara pembubaran HTI?
(6) Saya menemukan jawabannya, pemerintah Jokowi dan timnya sedang meniru langkah Korea Utara saat membunuh 1000 tentara AS, ketika perang berkecamuk di semenanjung Korea.
(7) Cara yang ditempuh Korut, sangat unik. Para tawanan diberikan fasilitas mewah. Logistik cukup. Penjara yang luas, tanpa pagar tinggi. Bahkan semua diberi kebebasan berkomunikasi. Lalu apa yang dilakukan?
(8) Hanya 3 poin saja. Pertama: Semua penghuni penjara dijejali berita buruk dan busuk. Kedua: Semua diberi kesempatan mengungkapkan pengkhianatan masing-masing di hadapan umum. Ketiga: Sesama penghuni penjara diberi kebebasan memata-matai.
(9) Menjejali berita buruk adalah perang psikologi untuk menjatuhkan mentalitas rakyat, terutama kalangan Islamis. Mulai dari isu korupsi, pelanggaran seks, hingga penista Al-Qur’an yang diperlakukan istimewa.
(10) Semua menjadi bumbu pedas di samping berita penembakan polisi saat razia, kenaikan harga-harga, listrik meroket, premium hilang, gas mahal, pajak mencekik, pelanggaran rezim terhadap konstitusi, dll.
(11) Kemudian cara mengungkap kebusukan di hadapan publik. Bahkan semua dipertontonkan secara gratis. Pesan yang ingin disampaikan, jadilah penjilat jika mau selamat. Menjilatlah, anda jadi hebat!
(12) Adapun operasi saling meng-inteli, adalah cara ampuh mengobarkan proxy war antar sesama ormas. Politik belah bambu, politik yang membuat Belanda dan penjajah sukses mengangkangi negeri Muslim.
(13) Jadi, wacana pembubaran HTI sebenarnya sinyal bahwa Islamis tidak akan diberi ruang dan peran saat rezim raisoopo-opo ini berkuasa. Lalu mengapa HTI yang menjadi korban? Sebab HTI adalah paling lemah.
(14) HTI menunda jihad sebelum tegaknya khilafah. HTI menjadi organisasi yang senang mencubit saudara-saudara sesama Islamis. Sebut saja kalangan Tarbiyah pro demokrasi, selalu menjadi korban kegenitan HTI.
(15) HTI juga minim teman dari kalangan ormas semisal Muhammadiyah, NU, Persis, PUI, Al-Irsyad. Jenis kelamin HTI juga sedikit ambigu. Hizb adalah partai, tapi tidak aktif di ranah politik. Namun kajiannya politis.
(16) Tapi sekali lagi, pembubaran HTI bukan solusi. Sebagai Muslim kita harus menolaknya! Pembubaran ormas hanyalah operasi senyap membunuh pelan-pelan ruh perlawanan umat Islam.
(17) Saya bersama HTI, jika dibubarkan oleh rezim yang telah terbukti lebih banyak korup dan memperjualkan nasionalisme sempit demi seongok materi. Waspadalah!
Sumber: http://nandang.me/2017/05/psywar-di-balik-pembubaran-hti/

TERTEGUN DI HADAPAN IMAM NAWAWI


.- Apa yang mau kita sombongkan; jika Imam An Nawawi menulis Syarh Shahih Muslim yang tebal itu sedang beliau tak punya Kitab Shahih Muslim?

.- Beliau menulisnya berdasar hafalan atas Kitab Shahih Muslim yang diperoleh dari Gurunya; lengkap dengan sanad inti & sanad tambahannya.

.- Sanad inti maksudnya; perawi antara Imam Muslim sampai Rasulullah. Sanad tambahan yakni; mata-rantai dari An Nawawi hingga Imam Muslim.

.- Jadi bayangkan; ketika menulis penjabarannya, An Nawawi menghafal 7000-an hadits sekaligus sanadnya dari beliau ke Imam Muslim sekitar 9 - 13 tingkat Gurunya; ditambah hafal sanad inti sekitar 5-7 tingkat Rawi. Yang menakjubkan lagi; penjabaran itu disertai perbandingan dengan hadits dari Kitab lain (yang jelas dari hafalan sebab beliau tak mendapati naskahnya), penjelasan kata maupun maksud dengan atsar sahabat, Tabi'in, & 'Ulama; munasabatnya dengan Ayat & Tafsir, istinbath hukum yang diturunkan darinya; dan banyak hal lain lagi.

.- Hari ini kita menepuk dada; dengan karya yang hanya pantas jadi ganjal meja beliau, dengan kesulitan telaah yang tak ada seujung kukunya.

.- Hari ini kita jumawa; dengan alat menulis yang megah, dengan rujukan yang daring, & tak malu sedikit-sedikitbertanya pada Syaikh Google.

.- Kita baru menyebut 1 karya dari seorang 'Alim saja sudah bagai langit & bumi rasanya. Bagaimana dengan kesemua karyanya yang hingga umur kita tuntaspun takkan habis dibaca? Bagaimana kita mengerti kepayahan pada zaman mendapat 1 hadits harus berjalan berbulan-bulan?

.- Bagaimana kita mencerna; bahwa dari nyaris 1.000.000 hadits yang dikumpulkan & dihafal seumur hidup; Al Bukhari memilih 6000-an saja? Atas ratusan ribu hadits yang digugurkan al-Bukhari; tidakkah kita renungi; mungkin semua ucap & tulisan kita jauh lebih layak dibuang?

.- Kita baru melihat 1 sisi saja bagaimana mereka berkarya; belum terhayati bahwa mereka juga bermandi darah & berhias luka di medan jihad. Mereka kadang harus berhadapan dengan penguasa zhalim & siksaan pedihnya, si jahil yang dengki & gangguan kejinya. Betapa menyesakkan.

.- Kita mengeluh listrik mati atau data terhapus; Imam Asy Syafi'i tersenyum kala difitnah, dibelenggu, dipaksa jalan kaki Shan'a-Baghdad.

.- Kita menyedihkan laptop yang ngadat & deadline yang gawat; punggung Imam Ahmad berbilur dipukuli pagi & petang hanya karena 1 kalimat.

.- Kita berduka atas gagal terbitnya karya. Sedang Imam Al Mawardi berjuang menyembunyikan tulisan hingga menjelang ajal agar terhindar dari puja.

.- Mari kembali pada an-Nawawi & tak usah bicara tentang Majmu'-nya yang dahsyat & Riyadhush Shalihin-nya yang permata; mari perhatikan karya tipisnya; Al Arba'in. Betapa berkah; disyarah berratus, dihafal berribu, dikaji berjuta manusia, & tetap menakjubkan susunannya.

.- Maka tiap kali kita bangga dengan "best seller", "nomor satu", "juara", "dahsyat", & "terhebat"; liriklah kitab kecil itu. Lirik saja.

.- Agar kita tahu; bahwa kita belum apa-apa, belum ke mana-mana, & bukan siapa-siapa. Lalu belajar, berkarya, bersahaja.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami yang tidak menghargai waktu ini. Ampunilah kami yang mesti bisa melakukan banyak hal untuk dakwah, tetapi kami hanya share broadcast yang tidak bermutu. Astaghfirullah al-adzim...


Ini Bahaya dari Aplikasi Gratis Smartphone

Anda memiliki smartphone? Mungkin banyak yang mengatakan iya, apalagi jika Anda seorang pelajar, mahasiswa atau pekerja. Smartphone kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Anda juga tentu tidak asing lagi dengan sebuah aplikasi, baik itu game, produktivitas, dan lainnya. Di ‘pasar’ aplikasi, baik itu Play Store, Windows Store dan lainnya, tentu menyediakan dua pilihan aplikasi, yakni berbayar dan gratis.

Aplikasi-aplikasi khususnya yang gratis tentu memiliki banyak sekali kelemahan, seperti banyaknya iklan yang tampil. Namun lebih dari itu, ternyata ada bahayanya dari aplikasi gratisan yang dtawarkan oleh developer.

Aplikasi gratis yang menampilkan banyak iklan, bisa membuat kita sakit kepala, hal ini diungkapkan oleh para peneliti. Sebuah studi terbaru juga menemukan, selain iklan, aplikasi gratis ini menguras baterai ponsel Anda lebih cepat, dan menggunakan lebih banyak data.

“Iklan di aplikasi gratis menguras baterai ponsel Anda lebih cepat, aplikasi ini juga diatur berjalan lebih lambat dan menggunakan data lebih banyak,” kata William Halfond, penulis dan penelitian yang akan mempresentasikan pada Konferensi Internasional tentang Rekayasa Perangkat Lunak (ICSE) di Italia pada bulan Mei.

Bila dibandingkan dengan aplikasi tanpa iklan, para peneliti menemukan bahwa ada bahaya dari aplikasi gratis ini, di antaranya:

Aplikasi gratis yang menayangkan iklan menggunakan rata-rata 16 persen lebih banyak energi, sehingga menurunkan daya tahan baterai smartphone 2,5-2,1 jam dari waktu rata-rata.

Central Processing Unit A telepon (CPU) adalah seperti otaknya, dan iklan memakan banyak kekuatan otak, sehingga akan memperlambat dan menurunkan kinerja CPU.

Aplikasi dengan iklan mengambil rata-rata 48 persen waktu CPU, menggunakan memori 22 persen lebih besar dan 56 persen utilisasi CPU yang lebih besar (jumlah waktu CPU yang digunakan). Karena iklan sendiri merupakan sebuah konten yang telah diunggah, maka aplikasi dengan iklan menyebabkan smartphone menggunakan lebih banyak data, hingga 100 persen lebih, dalam beberapa kasus.

Rata-rata, aplikasi ini menggunakan sekitar 79 persen lebih banyak data jaringan, biaya yang keluar diperkirakan 1,7 sen setiap kali mereka digunakan–berdasarkan rata-rata biaya per MB dibebankan oleh AT & T.

Selanjutnya, Halfond mengatakan ia berharap untuk menciptakan model-model yang akan memungkinkan pengembang aplikasi untuk memprediksi, seberapa baik produk mereka akan diterima oleh masyarakat, dengan dan tanpa iklan.

“Apps adalah masa depan perangkat lunak. Pikiran bahwa kita semua akan terus mengkonsumsi perangkat lunak, daripada desktop yang ketinggalan jaman,” tambahnya. Dilansir viva.co.id

SEBUAH KETIDAKPASTIAN


KETIDAKPASTIAN

Mengapa begitu banyak orang ingin menjadi karyawan atau pegawai negeri?
jawaban adalah satu kata : "Kepastian!"
Kepastian dapat gaji setiap bulan, kepastian dapat beras setiap bulan, kepastian dapat jaminan kesehatan, dan terakhir, dapat jaminan uang pensiun!

Mengapa saudara kita dari Cina sukses dalam sisi ekonomi?
Jawabannya juga hanya satu kata : "Ketidakpastian!"
Akibat ketidakpastian pendapatan maka mereka
berdagang, akibat ketidakpastian uang pensiuan maka mereka menabung.
Semakin ketakutan akan sakit, maka semakin keras mereka berusaha bangkit, semakin takut akan hari tua semakin cepat mereka mengajari anak mereka berdagang.
Mengapa ketidakpastian kapan akan datang kematian dirahasiakan Rabb?
jawabannya : "Agar manusia melakukan yang terbaik setiap hari."
Bayangkan kalau sekiranya si Fulan tahu pasti ia akan meninggal tangggal 28 Juli 2051. Maka ia sekarang bisa berbuat maksiat apa saja yang dia suka, korupsi suka-suka, pacaran suka-suka, minum suka-suka. Lalu 40 hari sebelum meninggal ia pergi haji, lalu bertobat. menjelang saat detik-detik kematian si koruptor pemabuk pezina itu kemudian menunggu di depan Multazam seraya berzikir lalu meninggal dunia khusnul kahtimah. Enak saja!
Kesimpulannya, bahwa ketidakpastian adalah sebuah rahmat-Nya. Alloh ingin agar manusia waspada dan mengeluarkan potensinya yg terbaik, sehingga manusia memberikan daya upaya yang terbaik selama hidupnya.
Ketidakpastian justru kekuatan kita. Ketidakpastian adalah rahmat!
Coba perhatikan semut, lebah atau burung. Mereka juga hidup dalam ketidakpastian, akan tetapi mereka tetap dapat makanan hingga ke anak cucu mereka, bahkan mereka tidak pernah melamar pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) :D
Perhatikan perlombaan balap mobil Formula Satu (F1), akibat ketidakpastian bahwa dirinya akan juara, maka mereka berusaha menciptakan jenis mobil formula satu, seperti Lotus dan Ferrari yang mampu berlari kencang!
Kalau mereka sudah pasti dapat giliran akan juara, maka paling-paling yang lahir adalah jenis kendaraan bemo atau bajaj saja….. :D
Jangan takut dengan ketidakpastian, percaya dan yakinlah bahwa apa yang kita takutkan itu umumnya tidak terjadi. Percayalah pada diri sendiri, dan percayalah pada Rabb Yang Maha Memberi Rizki.
Kuncinya, yakinlah bahwa kita akan berhasil, jangan pernah ragu, jangan takut, dan terus berlari sebagai calon juara! Yakinlah bahwa Anda akan sukses 100% kelak! In sya' Alloh.
Tidak akan ada jalan buntu, yang ada hanya jalan yang sedikit berliku.
Terima ketidakpastian sebagai Rahmat dari-Nya.

KAMU SUDAH KAYA ATAU MASIH MISKIN?

KAMU SUDAH KAYA? ATAU MASIH MISKIN?

Kenalan saya seorang Perencana Keuangan, di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis. Dia cerita, waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di TV, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja, tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.
Saya pernah kenal seorang Presenter TV Nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP.
Sebulan kemudian dia SMS...
"Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan.."
Walaaah..
Tahun 2009 malah ada Vokalis Band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO, sering saya ketemu waktu saya jadi Stage Manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu...
Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu..
Kisah Ustadz Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia, dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya.
Ustadz Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya, agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya.
Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar...
Betul kan?!, rejeki dari Allāh itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup...
Kisah nyata sebaliknya dari Ustadz Luqman, sbb:
Seorang Ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jum'atan, Panitia dan Takmir sedang berkumpul, sambil duduk menghitung uang hasil infak jama'ah hari itu.
Ketika Ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata: "Maaf bu, disini tidak menerima sumbangan..."
Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru... berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata:
"Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini... Ini uangnya mohon diterima... "
Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah Ibu itu...
Salah tingkah dan menahan malu...
----------
Tulisan dari Ustad Salim A. Fillah ini juga menarik, menahan nafas membacanya...
"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang Tukang Becak, di sebuah kota, di Jawa Timur"
Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya...
Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup Tukang becak itu, yakni:
(1) Jangan pernah menyakiti
(2) Hati-hati memberi makan istri
“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.
"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhānallah", mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.
Tukang becak ini Hafidz Qira’atu Sab’ah
Beliau menghafal al-Qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.
Kalimat 1. Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau diantaranya adalah soal tarif becaknya. Artinya...
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.
Misalnya ada yang berkata, sbb:
“Pak, terminal Rp 5.000 ya?".
Lalu dijawab, "Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya?"
Jawab beliau pasti: "OK".
“Pak, terminal Rp 3.000 ya?"
Jawabnya juga: "OK".
Bahkan kalau ada Penumpang : "Pak, terminal Rp 1.000 ya?"
Jawabnya beliau juga sama, yaitu: "OK".
Gusti Allāh, manusia macam apa ini?!
Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri.
Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop!
Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, Putra beliau dua orang. Hafidz al-Qur’an semua.
Salah satunya sudah menjadi Dosen terkenal di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di Pemerintah.
Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini, tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente, diganti kaus oblong dan celana sederhana.
Ini adab, tata krama.
Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.
Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.
Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah
-------------
Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti...
Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan, hanya untuk mengejar dunia yang sementara...
Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang, ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku...
Tak ada bekal uang yang berlaku..
Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka... Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan, akan berakhir ditimbun tanah kuburan..
Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana...
Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya...
Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman...
ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi...
ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta...
Wallahua'lam.. semoga menjadi pelajaran buat kita :)
Rezeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup.." :)

Biografi Syaikh Mutawalli asy-Sya'rawi

Beliau dikenal dengan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan al-Quran dan memfokuskannya atas titik-titik keimanan dalam menafsirkannya. Hal itulah yang menjadikannya dekat di hati manusia, terkhusus metodenya sangat sesuai bagi seluruh kalangan
dan kebudayaan sehingga beliau dianggap memiliki kepribadian Muslim yang lebih mencintai dan menghormati Mesir dan dunia Arab. Oleh karena itu beliau diberi gelar Imam ad-Du’at (Pemimpin Para Da’i).

Daftar Isi:
1.    Kelahiran Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
2.    Pengembaraan Mencari Ilmu Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
3.    Kepribadian Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
4.    Keluarga Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
5.    Karya-karya Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
6.    Kewafatan Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi
7.    Kalam Mutiara Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

1.    Kelahiran Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Asy-Syaikh al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi lahir pada 16 April 1911 M di Desa Daqadus, Distrik Mith Ghamr, Provinsi Daqahlia, Republik Arab Mesir. Di usia yang masih dini, 11 tahun, ia sudah hafal al-Quran.

Sejak kecil selalu dipanggil oleh kedua orangtuanya dengan panggilan “Syaikh al-Amin” (yang amanah). Tidak ada keterangan tentang hal ini, namun boleh jadi karena kecerdasan dan kepolosannya kepada orangtuanya.

2.    Pengembaraan Mencari Ilmu Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Syaikh asy-Sya’rawi semasa kecilnya belajar di Madrasah Ibtidaiyah al-Azhar, Zaqaziq. Kecerdasannya telah tampak semenjak kecil dalam menghafal syair dan peribahasa Arab. Beliau berhasil meraih ijazah Madrasah Ibtidaiyah al-Azhar pada tahun 1923. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah di tempat yang sama hingga bertambahlah minatnya dalam syair dan sastra.

Ia mendapatkan tempat khusus di antara rekan-rekannya, hingga terpilih sebagai ketua persatuan mahasiswa dan menjadi ketua perkumpulan sastrawan di Zaqaziq. Diantara rekan-rekan beliau adalah:
1.    Dr. Muhammad Abdul Mun’im Khafaji (Penyair Thahir Abu Fasya)
2.    Prof. Khalid Muhammad Khalid
3.    Dr. Ahmad Haikal
4.    Dr. Hassan Gad.

Mereka semua adalah guru sekaligus rekan sesama kaum muda yang gandrung dengan sastra Arab. Mereka memperlihatkan kepadanya apa yang mereka tulis. Hal itulah yang menjadi titik perubahan kehidupan Syaikh asy-Sya’rawi.

Ketika orangtuanya ingin mendaftarkan dirinya ke al-Azhar, Kairo, ia ingin tinggal dengan saudara-saudaranya di Zaqaziq demi untuk menekuni dunia tani, sebagaimana keluarga besarnya yang hidup sebagai petani desa. Namun mereka tetap mendesak beliau untuk ke Kairo agar dapat mengeruk ilmu sebanyak-banyaknya dan mengamalkannya sekembalinya ke kampung halaman. Akhirnya tak ada hal yang patut dilakukannya kecuali patuh kepada orangtua dan mewujudkan keinginan mereka. Maka ia pun akhirnya terdaftar di Fakultas Bahasa Arab tahun 1937 M.

Syaikh asy-Sya’rawi tamat dari al-Azhar tahun 1940 M dengan gelar S1. Lalu beliau mendapat izin mengajar pada tahun 1943 M setelah menyelesaikan pendidikan Master of Art. Ia ditugasi mengajar di Thanta, Zaqaziq, dan selanjutnya di Iskandaria.

Setelah masa pengalaman yang panjang di negerinya, Syaikh asy-Sya’râwi pindah ke Arab Saudi pada tahun 1950 M, untuk menjadi dosen syari’ah di Universitas Ummu al-Qurra. Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke kampung halamannya.

Di Kairo, ia diangkat sebagai direktur di kantor Syaikh al-Azhar Syaikh Husain Ma’mun, kemudian menjadi duta al-Azhar di Aljazair dan menetap selama tujuh tahun di sana. Setelah itu ia kembali lagi ke Kairo, ditugasi sebagai kepala Departemen Agama Provinsi Gharbiyah dan utusan khusus al-Azhar untuk mengajar di Universitas King Abdul Aziz, Arab Saudi.

Pada bulan November 1976 M, Perdana Menteri Mesir, Mamduh Salim, memilihnya untuk memimpin Departemen Urusan Wakaf dan Urusan al-Azhar. Perannya bagi al-Azhar dan pemerintahan Mesir sungguh luar biasa. Ia seorang ahli agama yang juga sangat handal dalam tata administrasi pemerintahan.

Sekalipun menduduki kedudukan elite dan termasyhur, sikap wara’ dan tawadhunya tidak luntur. Ia juga seorang yang amat pemurah dan menafkahkan gaji yang diperolehnya bagi para pelajar, mahasiswa, hafidz al-Quran dan orang-orang miskin. Bahkan, royalti atas karya-karyanya banyak digunakannya untuk kegiatan-kegiatan sosial seperti membangun sekolah, masjid, memberikan santunan dan sebagainya.

Selain berpengetahuan luas, asy-Sya’rawi juga amat menguasai bahasa dialektika. Kedua kemampuan ini menjadikannya ulama dan muballigh yang handal.

3.    Kepribadian Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Syaikh Asy-Sya’râwi juga amat cinta kepada keturunan Rasulullah Saw. Ia sering berkunjung ke kawasan al-Husain (sebuah wilayah yang banyak didiami dzurriyyah Rasul), rutin berziarah ke makam Sayyidah Nafisah, dan menghadiri majelis Maulid di halaman Masjid al-Husain.

Suatu ketika, dalam sebuah diskusi keagamaan, ia pernah ditanya: “Bagaimana pendapat Tuan tentang ziarah ahlul bait dan para wali yang merupakan kebiasaan orang-orang Mesir khususnya orang-orang dari dusun yang bertabarruk kepada mereka?”

Seraya meletakkan tangannya di dada seolah-olah berbicara tentang dirinya, ia menjawab: “Kami besar sebagai orang dusun. Selama hidup, kami tinggal di lingkungan ahlul bait dan para wali. Orangtua-orangtua kami, datuk-datuk kami, ibu-ibu kami dan saudara-saudara kami semuanya tinggal di serambi para wali. Kami tidak melihat kebaikan kecuali dari mereka. Kami tidak mengetahui ilmu kecuali di tempat-tempat mereka. Kami juga tidak mengenal keberkahan kecuali dengan mencintai mereka.

Kami mencintai mereka karena mereka berhubungan dengan Allah. Kebaikan datang kepada kami dari orang-orang yang sangat kami yakini bahwa mereka berhubungan dengan Allah. Mereka tidak dikenal kecuali oleh orang-orang yang jiwanya menerima manhaj (syari’at) Allah.

Bagaimana mungkin mereka membolehkan berziarah ke kuburan orang-orang Muslim awam tetapi mengharamkan menziarahi mereka yang dikenal sebagai orang shalih! Ziarah kubur itu diperintahkan. Jika hal itu telah dilakukan untuk orang-orang Muslim awam, apakah orang-orang yang telah dikenal atau orang yang baik dikecualikan dari hal itu, lalu diharamkan menziarahi kuburnya karena ia orang baik? Pendapat ini sungguh tidak masuk akal! Anggap sajalah itu seperti kubur-kubur yang lain dan berdzikirlah kepada Allah di tempatnya.

Kita tidak menentang ziarah. Yang kita tentang adalah hal-hal yang tidak benar yang terjadi di dalamnya. Orang-orang yang meminta sesuatu dari mereka dapat kita katakan berbuat syirik. Tetapi jika ia meminta kepada Allah di makam-makam mereka, apa yang harus dilarang?

Demi Allah, seandainya dalam berziarah itu tidak ada hal lain yang didapatkan selain sekadar pertemuan dengan orang-orang yang tunduk di hadapan Allah, itu sudah cukup bagi saya. Seandainya tidak ada yang saya dapatkan di sana selain bertemu orang-orang yang menggunakan dirinya kembali kepada Allah, itu sudah cukup. Saya akan pergi untuk bertemu orang-orang yang meninggalkan dunia dan makan sekali saja dalam sehari.

Orang-orang yang menziarahi Imam Husain, Sayyidah Nafisah, Sayyid Ahmad al-Badawi atau Syaikh Ibrahim ad-Dasuqi, akan malu melakukan maksiat setelah itu. Mungkin juga perasaan malu itu akan terus menyertainya sepanjang hayatnya.”

Setiap hari Jum’at selama 20 tahun di Masjid Arba’in di kampung kelahirannya dan beberapa masjid di Kairo, ia mengisi sebuah majelis bertajuk “Khawathir Sya’rawi”. Ia berceramah dan mengisi pengajian tafsir al-Quran. Kemampuan orasinya mampu memikat pendengarnya yang terdiri dari kalangan masyarakat biasa. Sungguh pun begitu, para pendengar dari kumpulan kaum intelektual sekuler, seperti Syaikh al-Qimani, senantiasa memperhatikan ceramahnya.

Selepas meninggalkan jabatannya dalam kementerian, ia berkhidmat sebagai ulama al-Azhar. Namun dalam penampilan berpakaian, ia enggan memakai pakaian resmi para ulama al-Azhar dan hanya memakai kopiah dan jubahnya.

4.    Keluarga Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Setelah menikah, Syaikh asy-Sya’rawi dikaruniai tiga orang putra dan dua orang putri: Sami, Abdul Rahim, Ahmad, Fathimah dan Shalihah. Baginya, faktor utama keberhasilan pernikahannya adalah ikhtiar dan kerelaan antara suami dan istri.

Mengenai pendidikan anaknya, ia berkata: “Yang terpenting dalam mendidik anak adalah suri teladan. Seandainya didapatkan suri teladan yang baik, seorang anak akan menjadikannya sebagai contoh. Maka seorang anak harus dicermati dengan baik, dan di sana terdapat perbedaan antara mengajari anak dan mendidiknya.

Seorang anak, jika tidak bergerak kemampuannya dan bersiap untuk menerima dan menampung sesuatu di sekitarnya, artinya, apabila tidak siap telinganya untuk mendengar, kedua matanya untuk melihat, hidungnya untuk mencium, dan ujung-ujung jarinya untuk menyentuh, kita wajib menjaga seluruh kemampuannya dengan tingkah laku kita yang mendidik bersamanya dan di depannya. Oleh karena itu, kita harus menjaga telinganya dari setiap perkataan yang jelek, dan menjaga matanya dari setiap pemandangan yang merusak.

Kita harus mendidik anak-anak kita dengan pendidikan Islami. Apabila anak melihat kita dan kita mengerjakan yang demikian itu, dia akan mengikutinya, juga yang lainnya. Tapi jika anak itu tidak mengambil pelajaran dalam hal ini, tindakan lebih penting daripada omongan belaka.”

5.    Karya-karya Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi adalah salah satu ulama terkemuka masa kini. Ia memiliki kemampuan untuk menginterpretasikan masalah agama dengan mudah dan sederhana dalam karya-karyanya. Karya-karyanya begitu familiar di tengah-tengah masyarakat muslim, baik karya asli maupun terjemahan.

Ia juga memiliki usaha yang luar biasa besar dan mulia dalam bidang dakwah Islam. Lisannya yang fasih dan metodenya yang bagus dan mudah dalam menafsirkan al-Quran mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat Muslim, baik di Mesir, tempat kelahirannya, maupun di berbagai penjuru dunia, sehingga ia diberi gelar Imam ad-Du’at (Imam para Da’i) oleh rekan sejawat sesama ulama di Mesir.

Sebagai seorang ulama yang juga cendekiawan, ia tak hanya fokus dengan dakwah billisan. Ketertarikannya dalam dunia tulis-menulis turut memasyhurkan namanya sebagai ulama penulis handal dan produktif. Beliau juga dijuluki “Mujaddid Abad 20” oleh sebagaian pecinta beliau. Di tengah-tengah kesibukannya dalam aktivitas kepemerintahan dan akademi, Syaikh asy-Sya’rawi masih sempat menelurkan banyak karya diantaranya:

1.    Al-Isra’ wa al-Mi’raj (Peristiwa Isra dan Mi’raj).
2.    Asrar Bismillahirrahmanirrahim (Rahasia di balik kalimat Bismillahirrahmanirrahim).
3.    Al-Islam wa al-Fikr al-Mu’ashir (Islam dan Pemikiran Modern).
4.    Al-Islam wa al-Mar’ah: ‘Aqidah wa Manhaj ( Islam dan Perempuan, Akidah dan Metode).
5.    Asy-Syura wa at-Tasyri’ fi al-Islam (Musyawarah dan Pensyariatan dalam Islam).
6.    Ash-Shalah wa Arkan al-Islam (Shalat dan Rukun-rukun Islam).
7.    Ath-Thariq ila Allah (Jalan Menuju Allah).
8.    Al-Fatawa (Fatwa-fatwa).
9.    Labbayk Allahumma Labbayka (Ya Allah Kami Memenuhi PanggilanMu).
10.    Mi-ah Su-al wa Jawab fi al-Fiqh al-Islam (100 Soal Jawab Fiqih Islam).
11.    Al-Mar’ah Kama Aradaha Allah (Perempuan Sebagaimana yang Diinginkan Allah).
12.    Mu’jizah al-Qur’an Min Faydhi al-Qur’an (Kemukjizatan Al-Quran Diantara Limpahan Hikmah Al-Quran).
13.    Nadzarat al-Qur’an (Pandangan-pandangan Al-Quran).
14.    ‘Ala Ma-idah al-Fikr al-Islamiy (Di Atas Hidangan Pemikiran Islam).
15.    Al-Qadha wa al-Qadar (Qadha dan Qadar).
16.    Hadza Huwa al-Islam (Inilah Islam).
17.    Al-Muntakhab fi Tafsir al-Qur’an al-Karim (Pilihan dari Tafsir Al-Quran Al-Karim).
18.    Al-Hayah wa al-Maut (Hidup dan Mati).
19.    At-Taubah (Taubat).
20.    Adz-Dzalim wa adz-Dzalimun (Dzalim dan Orang-orang yang Dzalim).
21.    Sirah an-Nabawiyyah (Sejarah Kenabian).

Karya-karya beliau dapat dipahami sebagai wujud perpaduan keindahan dan penguasaan sastrawi, fiqh, aqidah, tafsir, hingga permasalahan kontemporer kehidupan Muslimin. Para ulama Mesir mengakui kepiawaiannya di bidang tafsir dan fiqh perbandingan madzhab. Ia juga amat menguasai bahasa dialektika, sehingga Syaikh Ahmad Bahjat dan Syaikh Yusuf al-Qaradhawi menyebutkan Syaikh asy-Sya’rawi sebagai seorang ahli tafsir kontemporer yang dapat menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan uslub (metode) yang mudah dipahami orang umum. Bahasanya lugas dan mudah, tapi mendalam.

Al-Qaradhawi, muridnya saat belajar di al-Azhar Thantha, memuji gurunya ini sebagai tokoh yang rendah hati dan luas pemikirannya dalam berbeda pendapat. Sementara Syaikh Umar Hasyim, salah satu petinggi al-Azhar, menganggapnya sebagai tokoh yang pantas disebut sebagai salah seorang mujaddid (pembaharu) abad ke-20.

6.    Kewafatan Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Tiga bulan sebelum wafatnya, saat peresmian sebuah masjid di kampungnya, ia berkata: “Semua harta adalah milik Allah Ta’ala, dan setiap apa yang telah diberikan oleh Allah kepadaku akan aku nafkahkan pada jalan Allah. Sesungguhnya aku tidak memiliki apa-apa. Harta dan diriku hanya untuk Allah. Seandainya setiap orang merasa bertanggung jawab pada kampung dan bandar tempat kelahirannya, niscaya tempat itu lebih indah daripada bandar-bandar besar di seluruh dunia. Aku ingin tanah tempat kelahiranku ini yang menimbun jasadku nanti.”

Kerajaan Saudi pernah menawarkan kepadanya tanah pekuburan di Baqi’. Tawaran itu adalah tawaran terhormat bagi seorang ulama Mesir yang banyak jasanya bagi studi Islam di Arab Saudi, yang Wahabi-sentris. Namun, kecintaannya kepada kampung halamannya, Mesir, diungkapkannya: “Tanah kelahiranku lebih layak menerima jasadku hingga ia dapat memelukku ketika aku mati sebagaimana aku memeluknya dan memeliharanya ketika hayatku.”

Pada pagi Rabu 17 Juni 1998 M/22 Shafar 1419 H, Syaikh asy-Sya’rawi kembali ke haribaan Ilahi, dalam usia 87 tahun. Saat pemakamannya, ratusan ribu orang memadati kuburnya di Kampung Daqadus, sebagai penghormatan terakhir bagi ‘allamah besar ini.

7.    Kalam Mutiara Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli As-Sya’rawi

Diantara kalam mutiara nasehat beliau yang berbentuk syair adalah:

(من أقوال الشيخ محمد متولي الشعراوي)

إن كنت لا تعرف عنوان رزقك# فإن رزقك يعرف عنوانك.

“Jika kamu tidak tahu alamat tempat rizqimu, maka ketahuilah rizqimu tahu alamat tempatmu.”

إذا أهمّك أمر غيرك فاعلم بأنّك ذوطبعٍ أصيل # وإذا رأيت في غيرك جمالاً فاعلم بأنّ داخلك جميل

“Jika engkau mementingkan urusan orang lain, ketahuilah bahwa kamu punya karakter yang baik. Jika engkau melihat orang lain baik, maka ketahuilah bahwa batinmu juga baik.”

من ابتغى صديقا بلا عيب عاش وحيدا # من ابتغى زوجةً بلا نقص عاش أعزبا

“Siapa yang ingin mencari teman yang sempurna (tanpa aib), maka hidupnya akan sendirian (karena tiada teman yang sempurna). Siapa yang ingin mencari istri yang sempurna (tanpa kekurangan), maka hidupnya akan jomblo (karena tiada istri yang tanpa kekurangan).”

من ابتغى حبيبا بدون مشاكل عاش باحثا # من ابتغى قريباً كاملاً عاش ناقصا

“Siapa yang ingin mencari kekasih tanpa rintangan, maka hidupnya akan dilewati dengan mencari saja (tak akan pernah ketemu). Siapa yang ingin mencari kerabat yang sempurna, ia akan hidup dalam kekurangan.”

إذا أخذ الله منك مالم تتوقع ضياعه # فسوف يعطيك مالم تتوقع تملكه.

“Jika Allah mengambil sesuatu darimu yang tak kau sangka, maka kelak Allah akan memberimu sesuatu yang tak kau sangka kau miliki.”

Wallahu al-Musta’an A’lam. Lahu al-Fatihah…
Referensi:
•    Al-Imam Muhammad Mutawallî asy-Sya'râwî: Musyâhadat an-Nuskhat Kamilatan.
•    Al-Imam asy-Sya’rawi wa Haqa-iq al-Islam karya Ma’mun Gharib, 1987.
•    Al-Muntadayâtu al-Islâmiyyat fî Rihâbi al-Islâmi.
•    An-Nur al-Abhar fi Thabaqat Syuyukh al-Jami' al-Azhar karya Muhyiddin at-Tu’mi, 1992.
•    Asy-Syaikh asy-Sya’rawi min al-Qaryah ila al-‘Alamiyyah karya Muhammad Mahgub Hassan, 1990.
•    Asy-Syaikh al-Imam Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi fi al-Hukm wa as-Siyasah karya Abu al-Hassan Abd al-Raziq, 1990.
•    Asy-Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi, Hayati min Daqadus ila al-Wizara karya Muhammad Safwat al-Amin, 1992.
•    Muntadayâtu Syabâbi Mishra.
•    Muntadâ Qashash al-Anbiyâ’ wa al-Mursalîn.


Pengurus Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Daerah Pati Mendukung Penertiban Karaoke


Pengurus Daerah (PD) Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Pati mengajak masyarakat untuk mendukung penertiban tempat karaoke di Bumi Mina Tani. Ajakan tersebut tak lepas dari penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang mengatur karaoke.
"Kami minta semua pihak dan elemen masyarakat bisa mendukung upaya penertiban karaoke. Hal ini sebagai tindaklanjut penegakan perda tentang karaoke," kata Ketua Pengurus Daerah Ikadi Pati, Muhsin SM, usai mengikui Musyawarah Masyarakat Pati di Ruang Paripurna DPRD Pati, Sabtu (2/4/2016).
Menurutnya, kajian dilakukan juga atas dasar tindaklanjut setelah penegakan perda yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu mengalami kegagalan.
"Di forum ini, tokoh masyarakat diundang. Kami berembug tentang perda penegakan karaoke setelah beberapa waktu lalu gagal dan harus ditunda," tegasnya.
Dalam forum ini, Pemerintah Kabupaten Pati bersama dengan unsur masyarakat Pati juga mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan penegakan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan yang mengatur karaoke.
Ada empat isi pernyataan sikap hasil dari musyawarah tersebut. Pertama, masyarakat mendukung Pemkab Pati untuk menegakkan perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, khususnya karaoke.
Kedua, masyarakat mendorong aparat penegak hukum, khususnya kepolisian untuk serius membantu pemkab Pati dalam melakukan penegakan perda.
Ketiga, masyarakat meminta dan mendesak aparat penegak hukum Kabupaten Pati untuk menindak oknum-oknum yang melanggar Undang Undang terkait dengan proses penertiban karaoke.
Keempat, mengajak masyarakat Pati untuk mengawal ketat dan kritis terhadap beroperasinya tempat-tempat hiburan ilegal yang meresahkan masyarakat.
"Pernyataan sikap ini dalam rangka mendukung penegakan Perda yang selama ini menuai sejumlah kendala dalam penegakannya," imbuh Muhsin.

Mengapa Wanita Suka Selfie? Ini Jawabannya...


Wah, menarik nih sahabat GuruGO!, sebuah survey Amerika Serikat menunjukkan bahwa ternyata perempuan menghabiskan waktu 5 jam seminggu melakukan selfie. Survey oleh situs Amerika feelunique.com ini menemukan 2.000 perempuan antara usia 16 dan 25 menghabiskan setidaknya 16 menit per sesi foto selfie.
Untuk mendapatkan gambar yang tepat dengan sudut dan pencahayaan yang tepat, perempuan biasanya menghabiskan 48 menit sehari-setara dengan lima jam seminggu. Setiap gadis membutuhkan setidaknya tujuh selfies sampai dia menemukan hasil yang tepat dan yang paling menarik.
“Survey ini juga menemukan bahwa 14 persen perempuan mengambil selfie untuk membuat wanita lain merasa iri,” demikian Emirates247. #NahLho
15 persen lainnya mengatakan bahwa mereka melakukan selfie untuk membuat mantan pacar mereka menyesal mengakhiri hubungan mereka. 22 persen dari mereka melakukannya untuk menarik perhatian seseorang yang dia suka. #Gubrak
Sekitar 27 persen dari anak-anak mengakui bahwa mereka menghapus foto selfie mereka, jika mereka tidak mendapatkan terlalu banyak like dari orang. #wkwkwkwk
Satu dari setiap 10 anak perempuan mengambil selfie untuk memeriksa cacat wajahnya, sehingga dia bisa menghindari pengambilan pada bagian wajah itu di selfie berikutnya. #Hihihihi
Haddeuh, cukup mencengangkan ya hasil survey ini. Mengapa banyak perempuan berfoto selfie? Padahal harusnya perempuan menjaga diri agar terhindar dari fitnah. Semoga kita terlindung dari bahayanya perkembangan zaman. Amin…
Kalo selfie untuk suami sih wajib, tapi.... kalau untuk pacar, atau pria lain yang tidak sah, wah bisa berabe tuh. Hayo, kamu suka selfie? Bolehlah, tapi simpeeeeeennnnn...... aj ya? Jangan diaplod-aplod ke medsos.... Okay? :)

HAJI HANYA SEKALI? INI BARU ADIL


Daftar tunggu haji yang terus mengalami peningkatan menjadi salah satu PR penyelenggaraan haji di Indonesia. Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk mengurangi daftar tunggu yang bisa mencapai 10 tahun di beberapa daerah, salah satunya adalah dengan menetapkan skala prioritas bagi jamaah yang akan berangkat.

Mulai tahun 2015, Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan program haji sekali (menunaikan haji cukup satu kali) yang salah satu tujuannya adalah untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat Indonesia.

“Cukup satu kali saja, itu untuk mewujudkan keadilan bagi yang ingin menunaikan ibadah haji bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Lukman Hakim Saifuddin usai memantau pelaksanaan ujian nasional di MAN 2 Ciracas, Jakarta, Senin (13/4/15) seperti dikutip dari ROL.

Ia mengimbau kepada masyarakat, agar memberi kesempatan bagi yang belum pernah menunaikan ibadah haji.

“Bagi yang sudah berhaji, mohon memberi kesempatan yang lain, agar semua bisa melaksanakan bersama-sama,” katanya.

Ia menjelaskan Kemenag akan menggunakan sistem komputerisasi dalam melakukan administrasi data.

Dengan sistem komputerisasi itu maka nama-nama yang sudah pernah mendaftar dan telah diberangkatkan haji akan dapat dilacak. “Data peserta yang baru sudah ada, nantinya akan dimasukkan datanya dengan sistem komputer terpadu,” ujarnya.

Ia mengatakan akan menindak tegas oknum yang masih memanfaatkan kuota jatah yang baru untuk memberangkatkan kembali orang yang telah pergi berhaji. “Kali ini kami akan tegas dalam melaksanakan penyelenggaraan haji,” katanya.

Daftar tunggu haji dibeberapa daerah malah banyak yang sudah diatas 15 tahun. Kabupaten Malang Salah satunya.

Dikutip dari antaranews.com, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang, Abdul Rahman mengatakan bahwa daftar tunggu atau antrian haji di kabupaten Malang mencapai 17 tahun.

Hal ini disebabkan karena jumlah warga yang mendaftar untuk menunaikan ibadah haji semakin meningkat, serta adanya kebijakan pemangkasan kuota 20 persen dari pemerintah Arab Saudi karena ada renovasi di Makkah.


Sumber: http://www.dakwatuna.com

TUHAN 9 CENTI


TUHAN 9 CENTIMETER

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, 
hansip-bintara- perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok, 

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah...ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran, di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya. 
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok
di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, 
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na'im sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat
merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya, putih warnanya, kemana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii'atun bimukayyafi al hawwa'i.
Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di
Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara
menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Amin Yaa Rabbalalamin

#Taufik Ismail#

* Dan baru sekali ini dalam sejarah ada seorang pejabat publik (menteri), perempuan lagi, merokok tanpa malu-malu di depan publilk. Semoga Bu Susi mendapatkan hidayah, amin...
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger