Terjemahkan Blog Ini

Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Channel Youtube

Pengikut

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah saya. Bukan ayah saya. Bukan pula anak saya. Saya jangan dihargai karena 'pangkat' ayah saya. Saya juga jangan 'disamakan' dengan anak saya. Akuilah saya apa adanya.

Selamat Datang di Blog Saya, Ahlan Wa Sahlan Bihudzurikum.

Semoga blog ini bermanfaat untuk Anda. Apa hal positif dari Blog ini beritahu teman. Jika ada ada yang kurang beritahu saya agar saya bisa memperbaikinya. Boleh Copas asalkan mencantumkan alamat blog ini. Jazakumullah
Saya sangat berterima kasih Anda sudah berkunjung ke blog saya. Lebih berterima kasih lagi jika Anda meninggalkan komentar pada postingan saya baik berupa koreksi, persetujuan, maupun tambahan ilmu buat saya.
Jika Anda merasa puas dengan blog ini tolong beritahu teman atau saudara agar blog ini bisa lebih dikenal luas dan anda pun Insya' Alloh akan mendapatkan pahala karena menyebarkan kebaikan. Tetapi jika Anda tidak puas tolong beritahu saya. Maturnuwun. Terimakasih. Jazakumulloh khoiral jaza'
Tampilkan postingan dengan label sipilis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sipilis. Tampilkan semua postingan

Ulil dan Liberalis Ingin Hapus Kolom Agama di KTP, Ini Tanggapan PKS


Oleh Mahfudz Siddiq
DPP PKS


Laki dan Perempuan itu jenis kelamin. Gampang dicek pada tiap bayi. Gay dan Lesbi itu orientasi seksual. #KTP

Bhineka Tunggal Ika punya latar sejarah dan filosofinya. Satu nusa, bangsa dan bahasa. Bukan ragam orientasi seksual. #KTP

Kolom agama di #KTP ya perlu. Kalau mati tak ada keluarga jadi tahu pakai cara apa ngurus jenazahnya. Kecuali mayat yg gak mau diurus.

Kalau gak setuju kolom agama di #KTP krn menganut paham lain, ya tulis aja: tidak beragama. Gitu aja kok repot.

Nama di #KTP itu identitas diri. Kalau agama ya identitas keyakinan. Alamat ya identitas domisili. Atau hapus aja semuanya ?

#KTP diatur dlm UU. Jadi Ulil dan Arswendo perjuangkan aja idenya di DPR yg punya kewenangan legislasi.

Menghargai ke-bhineka-an ala ultra-liberalis ya semuanya silakan ada & diakui semua-2nya. Nanti jenis kelamin bukan lagi 2 tapi bisa 7.

Jenis kelamin: lk, pr, lk setengah pr, pr setengah lk, lk ganti kelamin pr, pr ganti kelamin lk, bkn lk dan bkn pr... Puyeng gak?

"Keyakinan dan agama gak perlu dilaporkan ke negara" ---- kemalingan sendal aja lapor ke negara ! Hehe..

Kalau ada mayat bingung dikubur di kelompok agama apa, ya buat aja kapling "non-agama" atau "lain-2".

Soal isu diskriminasi, wong yg jelas identitas jenis kelamin dan agamanya aja msh banyak yg alami itu.

Kata Ulil kalau dia jadi Ketum Partai Demokrat itu semua akan jadi sikap resmi partainya. Ya baguslah.

Krn Ulil pengurus DPP Partai Demokrat, ajukan aja pandangannya sbg pandangan Fraksi PD di DPR RI. Atau ke Presiden SBY.





*https://twitter.com/MahfudzSiddiq





Cara Mudah Menyelami Pemikiran Liberal

Selama ini buku-buku yang membahas tentang kesesatan pemikiran liberal disajikan dalam format ilmiah yang cukup berat untuk dibaca, apalagi untuk kalangan awam. Adian Husaini, sebagai salah seorang cendekiawan yang konsentrasi dalam menangkis pemikiran liberal, membuat terobosan baru yang cukup unik: menulis sebuah novel. Barangkali ini adalah novel pertama yang ditulisnya.

Adian mengangkat dua orang santri yang bernama Kemi dan Rahmat sebagai tokoh sentral dalam novel ini. Keduanya adalah santri di Pesantren Minhajul Abidin dibawah asuhan Kyai Aminuddin Rois. Mereka adalah santri teladan di pesantren sehingga mendapatkan tugas dari Kyai Rois untuk mengabdi mengajar beberapa tahun di pesantren.

Kebebasan Beragama, HAM dan Islam

Kebebasan Beragama , HAM dan Islam
(Telaah atas tesis Moh. Dahlan, S.Ag yang berjudul "Kebebasan Beragama Menurut Pemikiran Hak Asasi Manusia (HAM) Abdullahi Ahmed An-Na'im") 

A. Pendahuluan
Tesis yang secara khusus membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM) barangkali memang sangat jarang ditulis. Menurut pengamatan kami, hanya ada tiga tesis di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berbicara seputar HAM. Pertama adalah tesis yang ditulis oleh Moh. Dahlan tersebut. Kedua, adalah tesis yang ditulis oleh Abdul Wafa, S.Ag yang berjudul "Independensi Wanita dalam Pelaksanaan Akad Nikah dan Hubungannya dengan Penegakan Hak Asasi Manusia (Studi Relasi Ayat-ayat tentang Nikah dan Hak Asasi Manusia [HAM])" (2005) dan ketiga adalah Tesis yang ditulis oleh Deni Irawan, S.H.I yang berjudul "Perkawinan Beda Agama dan Hak Asasi Manusia di Indonesia." (2006).


VIRUS-VIRUS PEMIKIRAN

Sebagai seorang muslim mestinya kita mengenal berbagai macam virus pemikiran yang akhir-akhir ini menyerang ummat Islam. Meskipun kita tidak memiliki kemampuan untuk mematahkan gerakan itu, paling tidak kita memberi warning pada orang-orang terdekat kita.
Apakah sajakah virus pemikiran yang menyerang ummat Islam tersebut? Diantaranya adalah yang dikenal dengan sebutan SIPILIS atau Sekulerisme Pluralisme dan Liberalisme. Sebenarnya di kalangan ummat kristiani pemikiran bercorak sipilis ini sudah lama menyerang mereka, tetapi bagi kalangan Islam virus ini mulai menyebar di Indonesia pada era 70-an.


FLU TIKUS LEBIH BERBAHAYA DARIPADA FLU BURUNG & FLU BABI

Penyakit zaman akhir ini memang serba aneh. Dulu yang namanya sakit flu ya hanya pilek dan batuk. Tapi sekarang yang namanya sakit flu bisa macam-macam bentuknya. Ada flu tulang, flu burung, dan yang terbaru flu babi.

Dulu, yang namanya sakit kram ya cuma satu, kram pada kaki. Tapi sekarang ada macam-macam kram. Ada kram perut, kram usus dan ada juga kram otak. Memang, penyakit-penyakit zaman sekarang cenderung lebih menyeramkan daripada penyakit-penyakit jadul (jaman dulu).

Dulu, jika seseorang merasakan tidak enak badan, ia hanya butuh minum satu jenis pil . Dan nyatanya ia sembuh seperti sedia kala. Tapi sekarang, untuk sebuah penyakit, kita harus pergi ke dokter spesialis tertentu.

Flu Tikus
Menurut saya flu tikus lebih berbahaya daripada flu burung dan flu babi. Flu burung dan flu babi menyerang jasad tubuh manusia yang mengakibatkan si penderita mati. Tapi flu tikus tidak hanya menyerang penderitanya. Ia juga menyerang jutaan nasib manusia. Flu tikus ini menyerang mental si penderitanya yang mengakibatkan ia suka menggerogoti harta negara dan harta-harta yang bukan haknya. Sehingga korbannya tidak hanya dirinya sendiri, tetapi juga seluruh rakyat yang berarti ratusan juta jiwa manusia yang tersiksa.

Selain flu tikus, ada juga penyakit flu lainnya yang sama berbahayanya seperti flu monyet (penyakit yang membuat penderitanya serakah), flu kucing (yang suka makan anaknya sendiri), flu anjing (suka menjilat-jilat majikannya agar diberi kedudukan yang lebih tinggi).

Ada yang lebih hina daripada anjing
Tahukah Anda bahwa ternyata ada jenis makhluk di dunia ini yang lebih hina daripada anjing. Siapakah mereka? Yakni manusia yang suka dengan sesama jenisnya. Manusia yang homo (yakni lelaki suka sama lelaki) dan Lesbi (perempuan suka sama perempuan). Bagaimana tidak? ANJING YANG PALING GOBLOK SEKALIPUN tidak akan mau kawin dengan sesama jenis. Pasti anjing jantan kawin dengan anjing betina. Tidak ada satupun anjing jantan yang mau kawin dengan anjing jantan. Artinya manusia yang homo dan lesbi lebih hina daripada anjing. Na'udzubillahi min dzalik

Kebebasan Ada Batasnya


JAKARTA-Kaum liberal-radikal di Indonesia bisa lebih liberal dari sumbernya di dunia Barat. Misalnya, dalam memperjuangkan kebebasan berekspresi, di sini cenderung over acting dan menghina intelektualitas dengan menghendaki tiada batas serta menafikan moralitas. Padahal di barat, masyarakatnya sadar betul bahwa kebebasan ada batasnya sehingga mereka mau mawas diri dengan membuat pagar-pagar tentang kebebasan berekspresi.

Demikian benang merah diskusi tentang kebebasan berekspresi terkait dengan maraknya tayangan televisi dan film di Indonesia yang cenderung destruktif, di Jakarta, Kamis (2/9). Diskusi diselenggarakan Forum Budaya Nusantara, dengan pembicara Ade Armando (Komisi Penyiaran Indonesia/KPI), Imam Tantowi (sutardara), Imran Hanafi (Gerakan Peduli moral bangsa/GPMB), Erna Libi (artis), dan moderator Taufa B Nahrawardaya (Indonesian Crime Analysis Forum/ICAF).
Ade Armando mengemukakan, Indonesia masih jauh dari peradaban modern yang benar. Di negara paling liberal, seperti Amerika, pun pada titik tertentu, kebebasan berekspresi menghadapi pembatasan. “Seniman kita harusnya pada sadar bahwa tidak ada kebebasan berkespresi di dunia ini yang boleh mengekspresikan apa pun,” katanya.

Imran Hanafi berharap pemerintah tidak lepas tangan. Tetapi, ikut menengahi dan bersikap tegas terhadap tayangan yang merusak moral dan budaya luhur bangsa. “Sehingga, masyarakat tidak perlu berkonflik untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Imam Tantowi yang sudah membidani 400-an film dan sinetron, mengatakan, produk hiburan untuk televisi dan film mestinya dibuat dengan kreativitas tinggi. Tidak mengeksploitasi selera rendahan.
“Tapi umumnya, kreativitas yang dituntut adalah kreativitas produser yang semangatnya hanya supaya film laku,” kata sutradara yang berani menolak membuat adegan seks.

Tuntutan produser juga tergantung pada sikap sutradara dan pemain. Namun, bagi pendatang baru yang sedang membangun eksistensi, seringkali menyerah pada tuntutan tersebut.
“Kalau menolak, mereka bisa tidak mendapat uang atau diusir produser,” kata Imam.
Ia pernah bertanya pada produser yang hobi membuat adegan pornografi dan pornoaksi. Apakah anaknya diblehkan menonton filmnya itu? Dijawab si produser bahwa ia melarang anaknya untuk menonton.

“Jadi, anak sendiri dilarang, tapi anak orang lain dibuatnya rusak dengan film yang dibuatnya.”
Ade menambahkan, pornografi sudah menjadi asalah dunia. Protes berlangsung dimana-mana. Mereka melancarkan penolakan terhadap eksploitasi seks lewat media massa, televisi, dan film. Ironisnya, sejak 2001, Indonesia ada yang menyebut sebagai surga kedua pornografi setelah Rusia.
“Bukan berarti seks itu buruk. Tapi, jika dieksploitasi lewat media, bisa berefek negatif terhadap masyarakat, terutama perempyuan yang selalu menjadi objeknya,” tutur Ade.

Film Buruan Cium Gue, dinilai Ade melulu mengeksploitasi masalah seks lewat perkataan dan adegan ciuman kaum remaja. Maka, film produksi Multivision Plus ini, layak mendapat protes dari masyarakat yang peduli pada moral bangsa.

“Protes yang dilakukan Aa Gym merupakan embrio untuk gerakan moral masyarakat di masa depan. Ini tidak akan mengancam kebebasan berkespresi yang sehat,” katanya.
Sekitar empat tahun terakhir, menurut Ade, film nasional sebenarnya mengalami kebangkitan dengan kualitas yang tidak mengecewakan. Namun, kehadiran BCG telah merusak prestasi film-film sebelumnya yang diterima oleh masyarakat.

Produser BCG dianggapnya terjun dengan mendompleng dan memanfaat kemajuan dunia film nasional yang laku di pasar. Tetapi, dia tidak berangkat dari awal dengan siap merugi untuk membangun situasi kondusif dunia perfilman.
Sumber : Republika Jum’at, 3 September 2004
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Guru GO! - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger